“Perang” Hamilton-Rosberg di GP Bahrain

Penulis: Darmansyah

Senin, 13 April 2015 | 20:31 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah berdamai di ujung lomba musim lalu, dan adem di dua seri Formula One, atau F1, di Albert Park dan Sepang Circuit, “duo” Mercedes, Lewis Hamilton dan Nico Rosberg, mulai “panas” lagi usai menjalani lomba di Sanghai International Circuit, Grand Prix China, Minggu, 12 April 2015 kemarin.

Nuansa “panas” ini sangat terasa menjelang berlangsungnya GP Bahraint pada akhir pekan, setelah rivalitas keduanya hadir pada balapan di Sirkuit Internasional Shanghai.

Keduanya berbalas komentar dan Rosberg menuding rekan setimnya egois dan tidak memainkan peranan sebagai pemain tim, membuatnya rentan ancaman dari pebalap lain, dan merugikan laju balapnya di GP China.

Tudingan Rosberg terhadap “perilaku” buruk Hamilton ini ditengahi bos Mercedes Niki Lauda, yang menyebut bahwa tak ada yang keliru dari tindakan Hamilton di balapan tersebut sehingga perdebatan pun dinilainya tidak perlu ada.

“Satu hal yang jelas dari sudut pandangku, Lewis mendapat posisi pole dan mengendalikan balapan dari awal sampai akhir. Oleh karena itu tak perlu ada perdebatan,” kata Lauda di Crash.

“Tentu, Lewis akan membalap dengan egois. Para pebalap ini, sebut saja saya menyebut mereka orang-orang egosentris dan itulah satu-satunya cara untuk menjadi juara–itu pemahaman paling tua.”

“Jadi Nico melakukan hal serupa kepada Lewis dan pada akhirnya Lewis juga begitu ke Nico. Saya sepenuhnya setuju, memang begini seharusnya. Itulah mengapa kami membalap,” bebernya.

Rosberg juga dinilai bisa saja “senakal” Hamilton dan juga tipe pebalap yang lekas bangkit.

Itu sebabnya mengapa Lauda menyambut positif adanya balapan GP Bahrain di akhir pekan
Walau pun coba menenagkan situasi Lauda menyadari bara persaingandipastikan hadir lagi di GP Bahrain

Hamilton dan Rosberg sejatinya merupakan kawan lama karena sudah sama-sama tahu sejak meniti karier balap di era karting saat keduanya masih remaja. Tetapi sepak terjang keduanya di arena F1 telah berimbas pula ke hubungan tersebut.

Musim lalu, akibat ketiadaan lawan untuk Mercedes, keduanya berjibaku di lintasan. Pada satu insiden di GP Belgia, mobil keduanya pun sempat bersenggolan dan membuat Hamilton tak bisa menyelesaikan balapan sedangkan Rosberg finis kedua.

Mercedes memang mempersilakan keduanya bersaing, sampai akhirnya Hamilton memastikan gelar juara dunia dan Rosberg jadi runner-up di akhir musim 2014.

Dalam konferensi pers resmi usai balapan, Hamilton menyatakan dirinya tidak mengendalikan balapan Rosberg dan semata fokus ke balapannya sendiri–terutama dalam menjaga ketahanan ban yang ia gunakan agar tidak cepat aus. Ia juga menepis anggapan sudah sengaja tidak tancap gas sehingga membuat rekan setimnya rentan dalam ancaman pebalap lawan

Pernyataan Hamilton itu langsung disambar Rosberg. Ia menilai Hamilton egois. Rosberg pun menuding tindakan rekan setimnya tersebut sudah membuatnya turut kehilangan waktu.

Selesai sampai situ? Tidak. Keduanya tetap terkesan beradu argumen ketika diwawancarai secara terpisah oleh media di luar sesi konperensi pers resmi.

Sky Sports kemudian ganti menanyai Rosberg dengan Craig Slater selaku pewawancara bertanya apakah ia merasa Hamilton sudah memperlambat dirinya.

Rosberg menjawab tegas, “Itu bukan perasaanku saja, itulah faktanya dan balapanku jadi terkendala.
Apakah Lewis melakukannya dengan sengaja? Aku tak tahu. Dalam konferensi pers ia bilang cuma memikirkan dirinya. Itu merupakan sebuah indikasi menarik, pernyataan menarik.”

Menanggapi situasi teranyar di antara kedua pebalapnya, bos Mercedes Toto Wolff pun menyatakan hal itu akan ditangani secara internal di dalam tim meskipun tak melihat Hamilton sudah melakukan kesalahan.

“Ini merupakan sebuah rivalitas seperti dulu dan juga akan jadi amat intens di masa depan. Hal semacam ini, diskusi dan kontroversi, memang sudah harus Anda antisipasi. Tapi hari ini saya pikir tak ada banyak alasan menyebut ada kesalahan-kesalahan yang terjadi,” ujarnya.

Niki Lauda, petinggi Mercedes lainnya, turut merespons. “Mereka sudah duduk bersama, melakukan briefing, mereka sudah tenang dan saya pikir (situasi panas) akan segera mereda,” jelas juara dunia tiga kali itu.

Dengan balapan berikutnya di GP Bahrain akan dilangsungkan pada akhir pekan, menarik untuk dinantikan apakah ketegangan antara Hamilton-Rosberg memang benar sudah mereda atau justru sebaliknya mengingat ketiadaan jeda dari GP China.

Sangat mungkin pula kubu Ferrari yang dibela Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen akan terus memantau bagaimana perkembangan situasi di Mercedes, mengingat kedua tim kini terindikasi sama-sama berada di jajaran terdepan.

sky sports, crash dan motogp.com

Komentar