close
Nuga Sport

Pacman Singkirkan Media dari Kubunya

Digempur media mulai dari cedera pergelangan kaki hingga panampilannya yang “gembor,” dan di prediksi akan kalahs dalam menghadapi “kecepatan” Floyd Mayweather Jr, petinju asal Filipina, Manny Pacquiao, memutuskan untuk menutup akses ke media hingga hari pertarungan, kecuali lewat rilis resmi kubunya.

Manny ‘Pacman’ Pacquiao sudah mengatakan akan menutup pintu untuk media yang akan meliputnya.

“Hal ini dilakukan Pacman setelah dalam beberapa bulan belakangan, dirinya dan sang pelatih Freddie Roach selalu diburu awak media,” tulis “Sporting News,” mengutip penjelasan dari seorang asisten pelatih Pacquiao, Senin, 06 April 2015..

Laman dari situs “sporting news”itu mengatakan, mulai hari Sabtu kemarin tempat latihan Pacman akan ditutup sebelum dan setelah jam kerja.

Kubu petinju asal Filipina tersebut tidak akan menerima wawancara dengan wartawan mana pun hingga media day pada 15 April mendatang.

“Sejak karpet merah pada 11 Maret, hingga sekarang kami telah melakukan banyak sekali meladeni pers. Dia agak sedikit kelelahan akibat hal itu,” ucap Roach, sang pelatih.

Pacman sendiri juga mengatakan dengan menarik diri dari media untuk sementara waktu, dirinya dapat menjaga fokus.

Apalagi lawan yang akan dihadapinya nanti bukanlah lawan sembarangan. Jika lengah sedikit saja Pacman dapat dengan mudah dirobohkan The Money – julukan Mayweather.

“Anda harus fokus tanpa gangguan setelah aktivitas latihan. Saya tidak mau fokus saya teralihkan ke suatu hal selain tinju. Saya bukannya memprotes soal wawancara, tetapi ada sesuatu yang saya harus dapatkan dari latihan ini, terutama mental,” jelas Pacman.

Hal yang dilakukan pihak Pacquiao bisa dibilang wajar karena untuk menghadapi pertarungan sebesar itu, fokus menjadi kunci utama untuk bisa mengamankan kemenangan.

Rencananya pertarungan yang bertajuk Fight of The Century tersebut akan dihelat di MGM Grand Arena pada 2 Mei 2015.

Sementara itu komentar di media tidak surut dengan ditutupnya akses ke kubu Pacman.
Mantan juara tinju dunia, Zab Jubah, mengkritiki perilaku yang kerap ditunjukkan oleh pelatih Manny Pacquiao, yakni Freddie Roach.

Zab Jubah minta agar Roach tak ikut campur memberi komentar pertikaian antara Pacquiao dengan Floyd Mayweather Jr.

Seperti yang diketahui, perang mulut antara Pacman dan The Money memang kerap terjadi pada beberapa waktu terakhir.

Bahkan, dengan terlaksananya duel antara Pacquiao melawan Mayweather di MGM Grand Garden, Las Vegas, pada 02 Mei 2015, pertikaian mereka semakin menjadi-jadi dengan ikut campur banyak kalangan.

Melihat kondisi itu, lantas membuat Jubah meminta agar Roach untuk tak ikut campur dengan pertikaian kedua petinju tersebut.

Bahkan, petinju berjuluk The Super menyebut Roach hanya ingin numpang tenar dengan menyatakan bernada miring terhadap kubu lawan.

“Saya melihat Roach hanya memperburuk situasi antara Pacquiao dengan Floyd. Seharusnya ia sadar bahwa dirinya dikontrak oleh Pacquiao untuk melatihnya agar mampu menaklukan Floyd di pertarungannya nanti, bukanlah berkomentar buruk mengenai pihak Floyd,” ucap Jubah, seperti dikutip ABC Sports, Senin, 06 April 2015.

“Lagi pula dia pernah berbuat apa? Apa pernah dia menyandang gelar juara dunia seperti yang sudah dilakukan oleh Floyd maupun Pacquiao? Jadi saya rasa sebaiknya dia menutup mulutnya, dan melakukan tugasnya dengan baik. Sebab, duel tersebut semakin dekat,” tuntasnya.

Sementara itu pelatih tinju, Floyd Mayweather Sr, ayah dari Mayweather Jr, sudah memutuskan untuk pensiun dari dunia yang digelutinya selama ini.

Ayah dari “The Money” ini mengungkapkan segala hal yang pernah dilakukan dalam karier tinjunya sudah selesai dan sulit dilanjutkan.

Mayweather Sr mengaku dirinya telah puas dengan apa yang dicapai pada karirnya selama ini. Hasil demi hasil yang ia dapatkan, baik sebagai petinju maupun pelatih, sudah membuatnya merasa cukup. Sehingga tidak ada lagi hal yang ingin digapainya pada saat ini.

“Orang-orang berpikir saya akan terus bertinju dan melatih. Tapi saya rasa, saya sudah selesai. Saya telah menyelesaikan semua pekerjaan saya,” ujar pria 62 tahun itu, seperti yang dilaporkan Bad Left Hook

Pelatih tinju asal Amerika Serikat itu menjelaskan, rencana pensiun tersebut sudah sejak lama terpikirkan. Ia mulai sadar bahwa pada umurnya saat ini, mustahil bisa bertarung. Satu hal yang perlu dilakukannya saat ini adalah mendukung karir tinju putranya.

“Saya sudah melewati pertarungan demi pertarungan, tapi untuk saat ini, saya pikir tidak akan berada di dalamnya lagi. Saya rasa, ini adalah waktunya menikmati perjalanan karier anak saya. Itu sudah cukup,” urai Mayweather Sr.

Mayweather Sr dikenal sebagai petinju dan pelatih yang sangat blak-blakan. Semasa kariernya sebagai petinju, ia telah melakoni tiga puluh lima pertandingan, dengan dua puluh delapan kemenangan, enam kali kalah, dan sekali imbang.

sumber : abc sport, ring dan los angeles times

Tags : slide