Marquez Menunggu Hukuman

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 5 Oktober 2013 | 08:29 WIB

Dibaca: 0 kali

Marc Marquez, pebalap Repsol Honda, sedang menunggu sanksi menjelang lomba MotoGP Malaysia di Sepang, setelah menyenggol Dani Pedrosa dan membuat rekan satu timnya itu “terbang” dan gagal melanjutkan balapan di Sirkuit Aragon, Spanyol, akhir pekan lalu.

Maquez, seperti biasanya, kelihatan cuek, dan dengan nada enteng mengaku siap menerima hukuman atas kejadian di Aragon itu. Pedrosa dalam kasus “crash” itu harus mendapatkan kado pahit di hari ulang tahunnya dengan akhir yang sangat buruk, melepaskan ambisinya untuk bisa bersaing menjuarai MotoGP tahun ini.

Kasus senggolan ini berawal ketika Pedrosa dipepet Marquez di tikungan kedua belas, dan menyebabkan terjadinya senggolan “kecil” antara keduanya yang menyebabkan Dani terpental ke udara.

Usai balapan, Marquez yang difavoritkan menjuarai MotoGP 2013, mengaku telah menyenggol Pedrosa. Atas kejadian tersebut Marquez dan Pedrosa telah didengar penjelasannya oleh Race Direction. Dan di Sepang, Malaysia, nanti keduanya akan dihadapkan ke depan panel yang akan menganalisis kejadian senggolan di Aragon itu.

Race Direction sendiri telah memulai inventigasi dan memiliki daftar panjang hukuman untuk Marc Marquez. Sanksi tersebut dimulai dari peringatan, penalti poin, denda, hingga penarikan gelar juara.

Poin sendiri terakumulasi selama satu musim, dengan hukuman diberikan jika 4 poin belakang “grid start,” 7 poin pit lane start, dan 10 poin diskualifikasi, dari acara berikutnya.

Atas kondisi tersebut, Marquez mengaku siap dihukum bila benar terbukti bersalah atas insiden tersebut. Meskipun, juara a Moto2 musim lalu itu melihat bahwa kejadian tersebut hanya sebuah nasib buruk.

“Jika saya berada di posisi itu lagi saya akan melakukan hal yang sama, memilih ke luar) jalur yang lebih aman. Saya akan menghormati keputusannya (jika hukuman dijatuhkan),” sahut Marquez diberitakan Marca.

“Saya berbicara dengan Pedrosa selama satu atau dua menit setelah kecelakaan itu. Saya ingin mengetahui kondisinya setelah dia terjatuh dan dia tak mengalami cedera, itu sangat penting. Kejadian itu hanya sekadar nasib buruk, dan bukan karena sebab yang lain,” sambungnya.

Marquez memang dikenal sebagai pembalap muda yang agresif hingga tak gentar menyalip pembalap di depannya saat berada di tikungan tajam. Sebelumnya, pembalap berusia 20 tahun tersebut telah menerima dua Penalti Poin untuk mengabaikan bendera kuning di pemanasan di Silverstone.

Insiden yang melibatkan Marc Marquez dan Dani Pedrosa menarik banyak perhatian, termasuk Bradley Smith. Namun, pembalap Tech 3 itu menganggap insiden itu sebagai hal biasa.

Sebuah insiden memang sempat terjadi antara kedua pembalap Repsol Honda itu. Marquez yang menempati urutan ketiga, mencoba menyalip Pedrosa yang berada di depannya.

Akibatnya, mantan pembalap Moto2 itu sempat membuat Pedrosa terjatuh. Marquez keluar sebagai pemenang MotoGP Aragon setelah menyalip Jorge Lorenzo, sementara Pedrosa tidak dapat melanjutkan balapan. Bagaimana pendapat Smith soal insiden ini?

“Saya tidak melihat insiden Marquez-Pedrosa, tapi dari pengalaman yang sebelumnya, saya tidak pernah melihat sesuatu yang membahayakan dilakukan Marquez, sehingga pantas mendapatkan penalti. Apa yang dilakukan Marquez merupakan insiden balapan dan dia mampu menjauhkan diri dari bahaya,” kata Smith.

“Apakah itu penalti? Saya tidak tahu karena saya bukan Race Direction, tapi Jorge Lorenzo mengatakan Marquez bisa mendapatkan larangan balapan. “Itu baik pembalap Repsol Honda itu untuk bisa mengubah perilaku agresifnya”.

“Saya yakin Race Direction akan membuat sebuah keputusan yang tepat dan ini akan menjadi pembicaraan penting mengenai keamanan kami di Sepang,” tambahnya, sebagaimana diberitakan Crash.

Komentar