close
Nuga Sport

Lorenzo Sangat Berguna untuk Ducati

Walaupun posisinya di klasemen MotoGP musim ini masih tanda tanya besar, namun  peranan Jorge Lorenzo masih tetap sangat penting  dibalik kegemilangan Ducati.

Penegasan itu diberikan Direktur Teknik Ducati Luigi Dall’Igna yang menyatakan Jorge Lorenzo tetap punya peran besar  meskipun posisi Lorenzo di klasemen belum memuaskan.

Lorenzo saat ini ada di posisi kesembilan klasemen sementara setelah paruh pertama MotoGP musim ini berakhir.

Lorenzo hanya sanggup sekali meraih podium di GP Spanyol. Selebihnya, Lorenzo selalu kesulitan menyaingi pebalap-pebalap lainnya.

Meskipun posisinya di klasemen belum memuaskan, Dall’Igna tetap menilai Lorenzo punya peran besar di balik kehebatan Ducati musim ini.

“Dalam pandangan saya, kontribusi Lorenzo sejauh ini sangat penting bagi kami untuk memahami apa yang kami butuhkan sebagai langkah untuk maju.”

“Komentarnya dan pertimbangannya juga banyak hal lain yang dipikirkannya untuk pengembangan motor ini,” tutur Dall’Igna.

Dalam beberapa lomba, Lorenzo seringkali berhasil melesat ke depan pada awal perlombaan sebelum akhirnya melorot ke papan tengah.

“Lorenzo selalu tampil bagus di tiap seri. Dalam pandangan saya, hanya soal waktu saja untuk melihat dia tampil baik. Tentunya ia juga harus tampil fokus,” ujar Dall’Igna.

Ducati sendiri terbilang bersinar di paruh awal musim ini lewat Andrea Dovizioso.

Pebalap asal Italia ini merebut dua seri MotoGP dan sempat berada di puncak klasemen.

Kini, Dovizioso ada di posisi ketiga dengan nilai seratus dua puluh tiga poin, tertinggal enam angka dari Marc Marquez yang ada di posisi pertama.

Selain masalah prestasi, yang menarik dari Lorenzo adalah gajinya yang ia terima di Ducati mengalahkan gaji pebalap andalan Movistar Yamaha Valentino Rossi.

Lorenzo berada di urutan pertama sebagai pebalap termahal di MotoGP.

Hengkang dari Yamaha ke Ducati, pebalap asal Spanyol menerima gaji lima belas juta euro atau setara dua ratus tiga puluh miliar rupiah per tahun.

Lantas bagaimana dengan Rossi?

Rossi yang pernah menjadi juara dunia sebanyak tujuh kali tersebut berada di peringkat ketiga setelah Marc Marquez,  dengan gaji sepuluh juta euro atau setara seratus lima puluh tiga miliar rupiah per tahun.

Menariknya lagi, Rossi yang berada di urutan ketiga mengalahkan dua rivalnya itu untuk urusan pendapatan iklan.

Rossi masih menjadi pebalap terlaris mendatangkan berbagai macam produk yang berebut memasang iklan di citra The Doctor.

Diario Gol menaksir, Rossi menerima sekitar sepuluh juta euro hanya untuk pemasukannya yang berasal dari iklan-iklan

Sementara itu,  Manajer tim Movistar Yamaha untuk Maverick Vinales, Wilco Zeelenberg, mengungkapkan perbedaan gaya membalap pebalapnya dengan Valentino Rossi.

Zeelenberg lantas mengungkapkan perbedaan mencolok gaya balapan Vinales dengan rekan setimnya di Yamaha, Valentino Rossi.

“Maverick sangat kuat. Ia banyak menggunakan kekuatan tubuhnya untuk mengendalikan arah pada motornya,” ujar Zeelenberg.

“Beda lagi dengan Vale . Ia kurus dan tinggi sehingga dari segi ukuran tubuhnya pun berbeda.”

Ia juga mengatakan, permasalahan Vinales dan Rossi terkait motor tunggangannya tidak sama.

“Mereka juga mereka juga menyampaikan komplain yang berbeda soal masalah di motornya, karena perbedaan gaya balap masing-masing,” ungkap Zeelenberg.

Secara stamina, ia melanjutkan, Vinales juga lebih diunggulkan dibandingkan rekan setimnya di Movistar Yamaha itu.

“Vinales sangat kuat dan bugar. Bahkan di lima lap terakhir, ia masih memiliki energi,” terang Zeelenberg.

“Saya juga melihatnya secara keseluruhan selama akhir pekan, ia selalu bangun lebih awal. Ia memiliki banyak energi. Tak hanya karena latihan, tapi mungkin memang ada dalam genetiknya,” sambungnya.

Tags : slide