Lorenzo Dipastikan Absen di Sirkuit Sachsenring

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 13 Juli 2013 | 14:04 WIB

Dibaca: 0 kali

Usai kecelakaan di Sirkuit Assen, Motto GP Belanda, pebalap Yamaha asal Spanyol, Jorge Lorenzo, kembali mengalami “crash” di Sirkuit Sachsenring, Jerman, dalam latihan bebas seri kedua dan harus menghentikan langkahnya untuk bisa berlomba Minggu, 14 Juli 2013.

“Lorenzo dipastikan absen pada balapan di Sachsenring. Kondisinya stabil, tapi ia harus melewati operasi lagi karena cedera pada bahu dan selangkangnya,” tulis “Auto Sport” Sabto tentang Lorenzo.

Lorenzo yang berhasil menguasai jalannya sesi latihan bebas pertama di sirkuit Sirkuit Sachsenring, mengalami kecelakaan, Jumat siang, akibat kehilangan kendali ketika menggeber motornya, tepat pada tikungan kesepuluh. Lorenzo terpental dari tunggangannya, YZR-M1 dan kemudian terjatuh ke tanah cukup keras dengan kondisi bahu terlebih dulu.

Pebalap yang menjuarai Motto GP musim lalu itu berhasil bangkit dan membuka resleting jaketnya untuk melihat kondisi bahunya. Sial, jatuhnya tersebut menyebabkan tulang selangka sebelah kirinya cedera parah.

Nahasnya posisi tersebut adalah tempat dipasangkannya delapan sekrup dan plat titanium usai kecelakaan yang menimpanya pada sesi latihan bebas kedua di MotoGP Belanda, beberapa waktu lalu. Alhasil, Lorenzo harus kembali menjalani operasi karena platnya mengamali kebengkokan.

Pembalap yang sempat dicap ‘man of steel’ karena secara mengejutkan bisa kembali turun membalap kala di Assen itu, usai kecelakaan dan berhasil menjalani operasi di Barcelona, dipastikan bakal absen di seri kedelapan ini. Lorenzo memilih fokus pada pemulihan cederanya kali ini.

“Saya memutuskan untuk pulang dan memulihkan diri setelah kecelakaan di Sachsenring hari ini,” ujar Lorenzo seperti dilansir Crash. “Saya lebih memilih untuk fokus pada operasi untuk memperbaiki plat yang bengkok akibat kecelakaan di Assen. Saya akan mencoba untuk pulih dan kembali sesegera mungkin,” sambungnya.
Dokter yang mengawasi dan mengoperasi Lorenzo dari Klinik Barcelona, Enrico Caceres mengonfirmasi plat di bahu kiri Lorenzo bengkok. Pllat itu baru dipasang dua pekan.. Lorenzo harus naik meja operasi lagi untuk meluruskan plat pada bahunya yang bengkok.

Operasi tersebut rencananya akan dilakukan Sabtu, hari ini, di Barcelona. Setelah menjalani operasi, barulah diketahui apakah pembalap Spanyol itu bisa langsung membalap di MotoGP Amerika Serikat pekan depan atau mesti beristirahat.

“Diagnosis setelah insiden tersebut adalah material osteosintesis bengkok di tengah-tengahnya,” kata Caceres seperti dikutip Crash. “Sekrup dari proksimal dan distal masih bertahan tapi Jorge butuh intervensi anyar untuk memasang kembali tulang selangka karena platnya agak sedikit bengkok,” tegas Caceres.

Sama seperti pada kecelakaan di Assen, Lorenzo bakal diterbangkan ke Barcelona dengan jet pribadi guna menjalani operasi tersebut. “Jorge Lorenzo kembali ke Barcelona dari Sachsenring. Ia membutuhkan operasi para tulang selangka dan lempengan titaniumnya yang rusak,” tulis MotoGP pada akun Twitter-nya.
Absennya Jorge Lorenzo di Sachsenring menyebabkan Valentino Rossi harus bertarung sendirian. Rossi menegaskan akan “all out” dalam lomba yang tanpa ditemani Lorenzo.

Dalam sebuah wawancara dengan BBC, The Doctor mengatakan sangat sedih dengan kecelakaan yang dialami Lorenzo. “Kini situasinya sangat sulit. Saya tahu ia yang terbaik. Saya sangat mendukungnyanya, ” jelas Rossi.

The Doctor mendoakan agar Lorenzo bisa segera pulih dan bisa kembali ke lintasan balap secepat mungkin. “Saya berharap semoga plat metal (yang bengkok) tidak menyebabkan masalah yang serius dan dia bisa kembali secepat mungkin,” harap Rossi.

Di Sirkuit Assen pulalah, Rossi berhasil meraih kemenangan lagi setelah puasa selama tiga tahun. Optimisme pun membuncah dan Rossi kembali menargetkan juara di Sirkuit Sachsenring.

“Saya cukup senang karena motor lumayan kencang. Kecepatan tidak buruk. Kami tak terlalu jauh dari yang tercepat meski tetap harus meningkatkan diri,” tutur Rossi.

“Masih ada beberapa area di mana kami tidak merasa nyaman. Berbagai modifikasi telah dicoba tapi hasilnya tidak membaik. Saya sebenarnya senang dengan settingan, tapi bila ingin meraih kemenangan maka kami harus membuat langkah maju,” cetus Italiano berusia 34 tahun ini.

Komentar