close
Nuga Sport

Lorenzo Bukan Pabalap Utama di Ducati

Jorge Lorenzo, seperti ditulis “speedweek” secara mengejutkan  hari ini, Sabtu, 30 April 2016,  belum tentu akan menjadi pebalap nomor satu di Ducati karena tidak ada klausul dalam kontrak dua tahun ke depannya

Sebelumnya berbagai media menulis, kepindahan Lorenzo ke Ducati di musim depan.memastikanposisinya sebagai pembalap utama.

Akan tetapi, rumor tersebut mendapatkan bantahan langsung dari Direktur Manajer Tim Ducati, Gigi Dall’Igna.

Mantan bos Tim Aprilia itu menegaskan bahwa timnya tidak akan memperlakukan Lorenzo lebih istimewa ketimbang rekan setimnya nanti.

“Selama saya berkarier MotoGP, saya menilai bahwa tidak pernah ada tim yang mampu menjadi juara dunia dengan hanya mengandalkan satu pembalap,” ucap Gigi, seperti dilaporkan oleh Speedweek.

“Saya tegaskan bahwa Jorge hanya akan menjadi salah satu pembalap yang kami miliki. Ia akan mendapatkan perlakuan yang sama dengan pembalap lainnya di sini.”

“Jadi, kabar  Lorenzo jadi pembalap utama Tim Ducati tidak benar,” tuntas pria asal Italia tersebut.

Sementara itu, legenda MotoGP, Wayne Gardner, mengatakan, kepindahan Lorenzo  ke Ducati akan membuat tim itui bisa mengalahkan dua pabrikan favorit asal Jepang yakni Honda dan Yamaha.

Gardner sebelumnya mengatakan bergabungnya Lorenzo ke Ducati akan bagus untuk nilai olahraga MotoGP.

Mantan pebalap itu  menilai, hal tersebut bisa terjadi karena X-Fuera akan membuat tim pabrikan asal Italia itu lebih kompetitif untuk mengalahkan duo pabrikan Jepang.

“Ducati adalah perusahaan yang besar dan saya yakin mereka bisa membuat loncatan ke depan dengan Lorenzo,” tutur Gardner, sebagaimana diwartakan Downforce Radio, Sabtu, 30 April 2016

“Saya pikir akan baik untuk kejuaraan ini apabila bisa melihat pabrikan asal Eropa mengalahkan pabrikan asal Jepang. Itu akan memberikan inspirasi bagi para pabrikan Eropa yang lain. Jadi, ini akan bagus untuk olahraga,” sambungnya.

Lorenzo resmi bergabung dengan Ducati per musim depan. Pembalap berusia 28 tahun itu diikat Ducati selama dua musim. Belum diketahui siapa yang akan menjadi rekan setim pembalap berpaspor Spanyol tersebut.

Berlainan dengan pernyataan Gardner, Team Manager Movistar Yamaha, Wilco Zeelenberg, cukup yakin kalau  Jorge Lorenzo akan tetap tampil kompetitif di atas motor Ducati, yakni Desmosedici yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.

“Saya tak bisa membayangkan Jorge takkan beradaptasi dengan mereka. Toh, semua rider yang kini pindah ke Ducati bisa kompetitif. Saat Valentino  di sana, semua rider ‘terlempar’ dari motor. Kini hal macam itu tak terjadi lagi,” ujar Zeelenberg, seperti dimuat RACER, Sabtu, 30 April 2016

Meski begitu, Zeelenberg tak terlalu yakin Lorenzo bisa kembali jadi juara dunia bersama Ducati. Pria asal Belanda itu pun mengaku akan tetap bertahan di Yamaha, walau telah membimbing Lorenzo sejak debutnya di premier class pada 2008 silam.

“Rider yang sangat sensifitif pada ban sangatlah penting bagi Ducati, dan orang itu adalah Jorge. Ia takkan mengalami masalah. Ia akan melaju cepat di atas motor apapun. Apakah ia akan juara dengan Ducati? Ducati berharap begitu, kami sih tidak!” kata Zeelenberg sembari tertawa.

“Saya sendiri hampir pasti akan bertahan di Yamaha. Saya akan berpisah dengan Jorge, tapi saya yakin ia bisa meng-handle itu,” pungkasnya.

Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, juga memberi aplaus  terhadap Jorge Lorenzo yang memilih meninggalkan Movistar Yamaha dan bergabung dengan Ducati .

Marquez mengatakan keputusan Lorenzo bergabung dengan Ducati bagus untuk masa depan MotoGP. Juara dunia MotoGP  itu tidak sabar melihat Lorenzo tampil bersama Ducati.

“Kepindahan Lorenzo sangat penting dan bagus untuk kejuaraan. Salah satu pebalap top pindah ke tim pabrikan lain selalu menjadi keuntungan dan tantangan baru,” ujar Marquez seperti dilansir Autosport.

“Kepindahan ini akan menarik, untuk pebalap lainnya, fans, untuk semua orang yang menanti bagaimana hasil kolaborasi antara Lorenzo dengan Ducati.”

Sementara pebalap LCR Honda yang merupakan rider Ducati, Cal Cruthclow, mengatakan Lorenzo berpeluang mengalami masalah di musim pertamanya bersama Ducati.

“Mungkin Lorenzo bisa merebut gelar juara dunia, atau mungkin dia finis di posisi ke-10. Lorenzo tampil bagus sekarang bersama Yamaha, tapi itu bukan artinya dia bisa jadi pebalap yang lebih baik jika bersama Ducati. Bagi saya motor Ducati sulit dikuasai,” ucap pebalap asal Inggris tersebut.

Lorenzo akan meninggalkan Yamaha akhir musim ini setelah sembilan musim memperkuat tim asal Jepang tersebut. Bersama Yamaha, pebalap asal Spanyol tersebut berhasil merebut tiga gelar juara dunia

 

Tags : slide