Ketika Lorenzo Meraih Kebebasan di Ducati

Penulis: Darmansyah

Senin, 21 November 2016 | 09:26 WIB

Dibaca: 0 kali

“Jorge Lorenzo telah mendapat kebebasan sempurna di Ducati”

Begitu isi  ditulis “crash,” usai sang pebalap yang hijrah dari Movistar Yamaha itu melakukan ujicoba kedua bersama Ducati di Valencia Circuit.

Kebebasan?

“Ya,” kata Chico Lorenzo menyebut keputusan sang anak  pindah ke Ducati.

“Ini adalah sebuah momen kebebasan,” kata Chico,  yang mengungkapkan  menyebut Lorenzo mendapatkan rintangan besar saat menjalani musim tahun ini bersama Yamaha.

Banyak rintangan yang dihadapi oleh Lorenzo meskipun sempat mengawali musim dengan start yang hebat.

“Kedatangan Lorenzo di Ducati adalah sebuah kebebasan, momen untuk melepaskan beban yang mengikutinya sepanjang balapan musim ini, mulai dari ban, hujan, hingga momen ketika ia kehilangan peluang untuk jadi juara dunia.”

“Beban besar mengiringi Lorenzo dan kini dia akan memulai era baru dengan antusiasme yang tinggi,” ujar Chico seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Chico pun dengan penuh semangat menggambarkan gairah Lorenzo ketika dirinya menjajal motor Ducati untuk pertama kalinya.

“Momen ketika Lorenzo menunggangi Ducati untuk pertama kalinya sangat emosional. Saya bisa merasakan gairah itu di paddock,” ujar Chico.

Chico sendiri memang sempat meminta izin pada Lorenzo agar bisa menyaksikan dari dekat debut Lorenzo bersama Ducati.

“Ducati adalah salah satu merk besar dan saya tak ingin melewatkan momen awal ini.”

“Jorge Lorenzo adalah tipe orang yang tak ingin garasinya dipenuhi banyak orang. Saya ingin melihatnya dari dekat dan ia kemudian berkata tidak masalah,” tutur Chico.

Sepanjang sejarah MotoGP, hanya Casey Stoner yang mampu meraih status juara dunia bersama Ducati. Namun kedatangan Lorenzo diyakini bakal membuat Ducati siap bersaing dengan Honda dan Yamaha.

Sementara itu Jorge Lorenzo secara terbuka mengatakan sangat menikmati saran-saran dari Casey Stoner pada sesi tes pertamanya bersama Ducati, pekan lalu.

Lorenzo kini berharap mantan pebalap Ducati itu mau bergabung ke dalam timnya sebagai mentor yang akan menganalisis performanya ketika balapan.

Lorenzo dan Stoner sendiri telah berkawan sejak beberapa tahun lalu. Ikatan keduanya semakin kuat setelah Lorenzo menarik mantan kepala tim Stoner, Cristian Gabbarini di Duati.

Lorenzo juga mengatakan bahwa ia membuka kemungkinan menarik Stoner sebagai “pelatih pebalap”, seandainya Stoner ingin mengemban peran itu.

“Akan sangat menarik untuk mendapatkannya di dalam paddock,” kata Lorenzo, seperti dikutip dari GP Extra.

“Kami memang belum membicarakannya, tapi segera. Salah satu masalahnya adalah ia sangat nyaman di Australia, dan untuk bisa membantu saya ia harus pergi ke Italia. Ia tak terlalu yakin, dan kami harus melihat jika ia akan mendapatkan kesepakatan dengan Ducati.”

Lorenzo sendiri menilai Stoner sebagai orang yang pintar, punya pengamatan yang bagus, dan juga bisa memberikan nasihat yang bagus. Keduanya sering berbincang selama menjalani tes Valencia karena Stoner pernah beberapa kali menguji motor baru Ducati sepanjang tahun ini.

“Ia seorang pebalap yang setelah empat atau lima tahun tak membalap masih bisa tiba di sirkuit dan mengendarai motor lebih cepat dari para pebalap resmi. Hal itu mengatakan semuanya tentang dirinya.”

“Ia punya banyak pengalaman dengan pabrikan, dengan motor ini, dan tentu saja ia akan sangat membantu di masa depan.”

Keinginan Lorenzo sendiri mendapat dukungan dari Manajer Umum Ducati, Gigi Dall’lgna dan Direktur Paolo Ciabatti. Dalam beberapa pekan terakhir, keduanya secara terbuka menyatakan ingin Stoner lebih sering lagi terlibat dalam proyek-proyek Ducati.

Ducati memuji kehebatan Jorge Lorenzo sebagai salah satu pebalap elite di dunia balap motor saat ini. Ducati optimistis mereka bisa semakin menggigit bersama Lorenzo musim depan.

Manajer Ducati, Gigi Dall’Igna mengakui kehebatan Lorenzo dalam hal adaptasi terhadap tunggangan baru. Setelah menjalani tes resmi di Valencia, Dall’Igna yakin Lorenzo tak bakal mengalami kesulitan berarti dalam persiapan menghadapi musim depan.

“Jorge Lorenzo adalah juara, ia memiliki banyak pengalaman dan saya sangat senang bekerja sama dengannya.”

“Penampilan dia dengan Ducati dan segalanya sangat meyakinkan. Kami baru menghabiskan dua hari bersamanya dan kami akan lebih banyak mempelajari satu sama lain di tes berikutnya,” tutur Dall’Igna seperti dikutip dari Crash.

Dall’Igna yakin dirinya sudah mengantongi sejumlah informasi penting tentang Lorenzo dan performanya bersama Ducati berkat tes di Valencia.

“Kami sudah menemukan poin plus dan poin negatif dari penampilan Lorenzo. Kami sudah melakukan perbandingan dengan menggunakan motor baru dan lama, juga dengan penggunaan sejumlah material yang berbeda.”

“Catatan waktu Lorenzo bisa saja lebih baik, namun kami tak bekerja maksimal dalam hal pengaturan karena kami melakukan sejumlah percobaan. Jadi kami cukup puas dengan hal ini,” tutur Dall’Igna.

Lorenzo tak akan bisa mengikuti tes Ducati di Sirkuit Jerez akhir bulan ini dan baru kembali melakukan tes bersama Ducati pada akhir Januari 2017 di Sirkuit Sepang.

“Saya sudah tahu apa yang dibutuhkan oleh Lorenzo dan saya harap bisa memberikan sesuatu untuknya di tes berikutnya.”

“Kami harus meningkatkan kemampuan saat menikung dan juga sentuhan pertama pada akselerasi motor,” ujar Dall’Igna.

Komentar