Kala Marquez Nyaris Gagal Juara Dunia

Penulis: Darmansyah

Senin, 13 November 2017 | 08:29 WIB

Dibaca: 0 kali

Marc Marquez nyaris gagal menjuarai MotoGP musim ini ketika  membuat kesalahan yang hampir saja menyebabkan ia  tergelincir di MotoGP Valencia, Sirkuit Ricardo Termo, Minggu, 12 November.

Kejadian itu diungkapkan sendiri oleh Marquez usai menerima pengukuhan sebagai juara.

“Saya nyaris gagal juara,” katanya menceritakan  detik-detik dirinya nyaris terjatuh di trek.

Trek yang hampir mencelakakan Marquez itu terjadi  di Tikungan satu pada lap kedua puluh tiga

Pebalap asal Spanyol itu membuat penyelamatan luar biasa untuk bisa terhindar dari kecelakaan

Dari tayangan ulang, Marquez tampak menggunakan siku kirinya mengangkat badan dari aspal sehingga posisinya kembali stabil dan kembali memacu kendaraannya.

“Saya mencoba membalap lebih kencang tapi di Tikungan Satu, saya kehilangan konsentrasi, kehilangan poin dalam mengerem,” ujar Marquez menceritakan posisinya yang nyaris terjatuh, dikutip dari Crash.

Jika saja terjatuh, Marquez bisa kehilangan gelar juara tahun ini dan akan menguntungkan Andrea Dovizioso. Namun, Marquez berhasil finis di posisi ketiga dan memastikan titel juara.

Sebaliknya, Dovizioso justru mengalami kecelakaan saat tinggal menyisakan lima lap lagi.

Pebalap asal Italia itu mengalami kecelakaan saat menempati posisi tiga.

“Sungguh perasaan yang luar biasa. Saya selalu mencoba untuk tetap tenang. Gaya Marquez hingga akhir!” demikian ujar Marquez.

Balapan MotoGP Valencia sendiri dimenangi rekan setim Marquez, Dani Pedrosa, yang mengalahkan pebalap Tech 3 Yamaha Johann Zarco.

Ducati mengalami nasib sial pada balapan MotoGP Valencia.

Di lap yang sama, Jorge Lorenzo juga mengalami kecelakaan dan gagal melanjutkan balapan.

Marc Marquez terus menunjukkan kehebatannya sebagai calon legenda MotoGP.

Marquez sukses menyamai catatan Valentino Rossi yang mampu memenangi empat titel juara dunia di lima musim perdananya di kelas MotoGP

Keberhasilan Marc Marquez jadi juara dunia musim ini membuatnya telah meraih empat gelar juara dunia di kelas MotoGP.

Marquez hanya butuh lima tahun untuk mengumpulkan gelar tersebut.

Sebelumnya, Marquez sukses jadi juara dunia di tiga musim.

Kegagalan Marquez terjadi di musim dua tahun lalu saat ia harus menyaksikan duo Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo bertarung.

Catatan empat gelar juara di kelas utama dalam lima musim membuat Marquez menyamai catatan Valentino Rossi.

The Doctor di awal kariernya juga berhasil mengumpulkan empat titel juara dunia dalam lima musim perdananya di kelas utama

Marc Marquez sendiri tertawa lepas usai finis di podium ketiga MotoGP Valencia

Dengan pencapaiannya itu, pebalap Repsol Honda dinobatkan sebagai juara dunia tahun ini.

Marquez lantas meluapkan kegembiraannya usai finis dengan sangat histeris.

Ia mengakui selebrasinya itu lantaran merasa juara tahun ini diraihnya dengan sangat sulit, yakni harus ditentukan pada seri terakhir.

Dalam kesempatan itu, Marquez menyampaikan fakta unik tentang dirinya tahun ini.

Ya, pebalap asal Spanyol itu mengakui rambutnya semakin menipis karena mengalami stres akibat tekanan musim ini.

“Saya ingin sampaikan kepada kalian sebuah cerita. Setelah di Montmelo, saya bertemu pemangkas rambut saya. Kemudian ia bertanya: ‘Ada apa denganmu, apa yang terjadi?’”

“Saya balik bertanya kepadanya dan dia berkata: ‘Kamu banyak kehilangan rambut’. Saya pikir usia saya masih dua puluh empat  tahun dan ini tidak mungkin karena ayah dan kakek saya masih memiliki banyak rambut. Kemudian saya pergi ke dokter dan saya harus mengubah pendekatan karena saya mengalami stres berlebihan,” ujar Marquez dikutip dari Crash.

“Saya selalu tersenyum, selalu ceria, tapi di dalam diri saya sebagai manusia biasa tetap ada tekanan berat, Ketika Anda memiliki kru-kru hebat di tim Anda, akan sangat membantu sehingga bisa menjadi terus lebih baik.”

Marquez juga amat bersyukur karena pada paruh kedua musim ini semua rencananya berjalan sempurna dengan tetap mengendalikan waktu serta selalu finis di podium, kecuali di GP Malaysia.

“Saya mengganti pendekatan saya, terutama cara dalam menunggangi motor. Kami melakukan perubahan besar dan memperbaiki kondisi serta menikmatinya lagi.”

“Setelah di Le Mans, saya katakan tak menikmati perasaan saya di atas motor. Kemudian kami mencoba mengubah mentalitas dan menemukan cara untuk tetap menikmati balapan,” tutup Marquez.

Dengan empat gelar juara dunia ini menjadikan Marquez muncul sebagai pebalap Spanyol paling sukses.

Sukses musim ini membuat Marquez menjadi pebalap asal Spanyol tersukses dalam sejarah kelas primer Grand Prix dan MotoGP. Marquez melewati catatan rekor Jorge Lorenzo.

Komentar