Juarai GP Monte Carlo, Rosberg: “Like Father Like Son”

Penulis: Darmansyah

Senin, 27 Mei 2013 | 10:52 WIB

Dibaca: 0 kali

“Like father like son.” Begitu ayah begitu juga anak. Itulah ungkapan yang menemukan kenyataannya pada Nico Rosberg usai memenangkan balapan Formula One di GP Monaco, Minggu malam WIB. Rosberg menyalin sukses sang ayah, Keke Rosberg, di sirkuit yang sama dengan jarak tiga dekade. Sebuah sirkuit berliku, penuh terowongan dan jebakan belokan yang sangat tajam dan selama eksistensinya telah banyak membunuh pebalap, yang salah satunya Ayrton Senna.

Rosberg tampil cemerlang dalam balapan yang berlangsung “chaos” dengan mengawali start dari posisi terdepan, Rosberg tak terganggu dengan insiden yang membuat balapan dihentikan sekira 25 menit, dan mempertahankan posisinya hingga garis finish.

Kemenangan ini merupakan yang pertama diraih Rosberg untuk Mercedes di musim ini, setelah dua kali gagal. Di GP Bahrain dan GP China di mana Nico juga memulai balapan dari pole position namun gagal menuai podium. Kemenangan ini bagi Rosberg adalah yang kedua dalam karier pebalap, setelah kemenangan pertamanya diraih di GP China tahun lalu.

Bagi Rosberg, pebalap asal Jerman itu, kemenangan ini semakin spesial karena di tempat yang sama, sang ayah, Keke Rosberg juga pernah berjaya. Seperti dikutip SuperSport, Rosberg senior mencatatkan kemenangan di sirkuit jalan raya Monte Carlo, 30 tahun sebelumnya atau tepatnya pada 15 Mei 1983.

Keke yang berkebangsaan Finlandia, saat itu tampil untuk tim Williams-Ford. Ia mengawali start dari urutan lima. Keke mampu mengalahkan dua pembalap tangguh seperti Alain Prost dan Nelson Piquet dan melintas garis finis pertama.

Sayang, di akhir musim, Keke yang tampil sebagai juara dunia pada 1982, harus puas mengakhiri musim 1983 di posisi lima. Berhasil menyamai prestasi sang ayah, Rosberg mengaku gembira, meski dia sama sekali tidak pernah terpikir bisa menyamai pencapaian sang ayah. “Ini luar biasa. Ini (Monaco) adalah rumah saya, di mana saya tumbuh dan berkembang. Ini kemenangan yang sangat special,” tandasnya usai balapan.

Kemenangan ini membawa Rosberg untuk sementara naik ke urutan enam klasemen sementara pembalap. Pembalap 27 tahun ini mengoleksi 47 poin, atau terpaut 60 angka dari Sebastian Vettel di puncak klasemen.

Sebastian Vettel, yang menempati posisi dua di GP Monaco ini, ternyata punya masalah dengan Rosberg. Ia menyindir kemenangan Nico Rosberg dengan mempertanyakan tes rahasia yang dilakukan Mercedes untuk menguji coba ban Pirelli.

Pirelli sebagai pemasok ban tunggal Formula One musim ini, diketahui melakukan perubahan pada komponen ban yang disediakan untuk balapan di Monaco. Hal ini dilakukan menyusul protes dari sejumlah tim usai F1 GP Spanyol, terkait kondisi ban yang dinilai terlalu mudah terkikis.

Namun, usai balapan di Spanyol, kubu Mercedes secara diam-diam melakukan uji coba ban baru tersebut. Kubu Mercedes menjajal ban baru tersebut selama tiga hari, meski peraturan melarang adanya sesi tes. Tindakan Mercedes dan Pirelli tersebut kemudian menimbulkan protes. Kubu Red Bull dan Ferrari merupakan yang paling vokal menyuarakan keluhannya, karena merasa Mercedes mendapat perlakuan istimewa.

Di saat balapan, performa keduanya juga cukup baik. Rosberg yang meraih pole berhasil mempertahankan posisinya hingga balapan berakhir. Sementara Hamilton yang start di urutan dua, harus puas menempati posisi empat, usai disalip duo Red Bull Mark Webber dan Sebastian Vettel yang menempati podium dua.

Usai balapan, Vettel mengaku cukup puas dengan hasil yang diraihnya. Kendati demikian, dia juga tak bisa sepenuhnya menerima kemenangan Rosberg, menyusul kontroversi yang terjadi terkait uji coba ban yang dilakukan Mercedes.

“Saya baru mengetahui itu kemarin. Saya terkejut, tapi saya tidak tahu banyak soal itu. Hal tersebut sedikit aneh, sebab regulasi sudah jelas melarang satu pun tim melakukan uji coba, lalu ada kabar bahwa mereka punya kesepakatan tertentu, blah, blah, blah,” ujar Vettel dikutip PlanetF1.

“Pada akhirnya, hal itu tidak bagus. Sekarang apa solusinya? Apakah setiap orang akan mendapatkan tiga hari untuk melakukan uji coba? Atau hanya mereka? Konyol jika kita membicarakan semua ini tapi tidak ada hasil apa-apa. Saya tidak berpikir, mereka menang hari ini karena uji coba mereka pekan lalu. Saya ingin meluruskan. Tapi, jelas uji coba itu memberikan Anda pengalaman lebih,” imbuhnya.

“Kita semua tahu, uji coba di tengah seri balapan itu sangat terbatas – tidak untuk satu balapan, tapi sepanjang musim,” pungkasnya.

Vettel sendiri cukup puas meski hanya mengamankan podium dua. Pasalnya, hasil tersebut sudah cukup memperlebar keunggulan di klasemen sementara pembalap. Tambahan 18 poin membuat Vettel nyaman di puncak klasemen dengan koleksi 107 poin, atau unggul 11 poin dari pesaing terdekatnya Kimi Raikkonen dari tim Lotus (86).

Komentar