Hamilton Dituduh “Curangi” Nico Rosberg

Penulis: Darmansyah

Senin, 28 November 2016 | 08:44 WIB

Dibaca: 1 kali

Lewis Hamilton “berang” atas tuduhan bos Marcedes tentang niatnya untuk  melakukan cara kotor dalam mencegah  Nico Rosberg, rekan satu timnya,  merebut gelar juara dunia pada balapan GP Abu Dhabi, Minggu malam WIB, 27 November 2016.

“Saya tidak ingin dituduh sebagai biang untuk menggagalkan Nico Rosberg sebagai juara. Ini tuduhan bodoh. Saya ingin pembuktian atas tuduhan itu,” ujar Hamilton seperti diungkapkannya kepada media  Inggris terkenal “mirror.”

Hamilton sendiri  gagal mempertahankan gelar juara dunia F1 meski memenangi balapan terakhir F1 di  GP Abu Dhabi,  Sirkuit Yas Marina.

Pebalap asal Inggris itu mengakhiri musim ini  dengan kekalahan lima poin dari Rosberg.

Penampilan Hamilton di GP Abu Dhabi sempat menuai kritikan, terutama setelah juara dunia F1 tiga kali itu tidak menggubris perintah Mercedes untuk memacu kendaraannya lebih cepat.

Hamilton sengaja memperlambat mobil yang dikendarainya agar Rosberg mendapat tekanan dari Sebastian Vettel dan Max Vertsappen.

Sementara Mercedes takut Rosberg disalip Vettel.

Untuk bisa merebut gelar juara dunia F1 msuim ini, Hamilton harus meraih kemenangan dengan Rosberg gagal naik podium.

“Saya pikir saya tidak melakukan hal yang berbahaya hari ini, atau tidak adil. Saya dan Rosberg sedang bersaing dalam perebutan gelar juara dunia. Saya tidak melakukan hal yang melukai tim,” ujar Hamilton seperti dikutip dari situs resmi F1.

Hamilton mengaku tidak mengerti kenapa Mercedes masih berusaha mengatur jalannya balapan.

Padahal tim asal Jerman itu sudah dipastikan merebut gelar juara dunia konstruktor dan gelar juara dunia pebalap.

“Saya tidak mengerti kenapa tim tidak membiarkan kami membalap. Sangat disayangkan. Tindakan saya tidak menyalahi regulasi,” ucap Hamilton.

Lewis Hamilton mengaku frustrasi karena diminta mempercepat mobilnya jelang finis di GP Abu Dhabi, dan mengklaim tidak melakukan taktik kotor demi menjegal rekan setimnya.

Dilansir dari Crash, Senin 28 November 2016, Hamilton sadar menang di Sirkuit Yas Marina tidak cukup baginya.

Dia hanya bisa menjadi juara dunia, jika Rosberg gagal naik podium. Hamilton pun memberi kesempatan pada pembalap Ferrari dan Red Bull, dengan menolak menambah kecepatan.

Hamilton yang mengendalikan kecepatan, karena berada di depan Rosberg sebelum memasuki pit-stop.

Tertahannya Rosberg, membuka peluang bagi Max Verstappen dan Sebastian Vettel untuk menyusul sebelum dia keluar dari pit-stop.

Mercedes terdengar berkali-kali memberikan instruksi pada Hamilton, agar menambah kecepatan mobilnya.

Dia menolak dan terus menahan Rosberg, hingga Vettel bisa mendekati rekan setimnya itu. Tapi, Rosberg akhirnya bisa berjuang finis di tempat kedua, dan sukses merengkuh titel juara dunia pembalap.

“Saya tidak tahu mengapa mereka tidak membiarkan kami bersaing. Saya tidak berpikir melakukan hal negatif. Saya berjuang untuk meraih gelar juara. Saya memimpin dan mengendalikan kecepatan, itu masih sesuai dengan peraturan,” ujar Hamilton.

Sementara itu, Rosberg mengatakan Hamilton menggunakan semua kemampuan, dalam menutup ruang baginya untuk menyalip.

Dan bos tim Formula One  Mercedes,  Toto Wolff, juga mengungkapkan  telah mengingatkan Lewis hamilton dan Nico Rosberg tentang perilaku yang tak dapat diterima.

Namun, dia menegaskan tak bakal ikut campur dalam persaingan dua pembalapnya itu.

Dikutip dari Crash,  Hamilton dan Rosberg sama-sama memiliki kesempatan, untuk memenangkan titel juara musim ini. Namun, Hamilton wajib menang di GP Abu Dhabi, dan berharap Rosberg tidak naik podium, untuk mengejar ketertinggalan dua belas poin.

Wolff menekankan, pentingnya memberikan dukungan pada kedua pembalap, tanpa ikut campur yang terjadi di lintasan.

Terkait dengan situasi yang dihadapi Hamilton, Wolff mengatakan mungkin bakal mendukung Rosberg, untuk bisa mengatasi para pembalap Red Bull dan Ferrari.

“Bakal sulit. Untuk memberi mereka dukungan saat mereka membutuhkannya, tanpa ikut campur terlalu banyak, tapi membiarkan mereka bertarung di lintasan,” kata Wolff.

“Berikan mereka mobil yang cepat, yang kita lihat hari ini dalam latihan bebas dan kualifikasi dapat dicapai.”

“ Mobil yang handal untuk balapan, dan sebuah strategi yang berfungsi untuk keduanya. Tujuan utama adalah membiarkan para pembalap bertarung di lintasan,” ucapnya.

Wolff mengingatkan kedua pembalapnya, agar tidak mengabaikan standar di tengah panasnya persaingan.

Dia menekankan hal, itu karena telah terjadi dua insiden antara Hamilton dan Rosberg sepanjang tahun ini, di Spanyol dan Austria.

Nico Rosberg sendiri usai dikukuhkan sebagai juara dunia F1 mengatakan, mempersembahkan gelar juara dunia ini ntuk sang istri, Vivian Sibold.

Rosberg resmi menjadi juara dunia tahun ini setelah menyelesaikan balapan GP Abu Dhabi di Sirkuit Yas Marina, dengan finis di urutan kedua.

“Tadi adalah balapan paling tidak nyaman yang pernah saya jalani! Saya lega balapan tersebut sudah selesai dan sangat senang. Kemenangan ini untuk istri saya,” tutur Rosberg dalam wawancara di atas podium.

Lebih lanjut Rosberg mengatakan bahwa F1 musim ini merupakan salah satu musim balap paling sulit yang pernah dilakoni. Apalagi, dia kembali bersaing dengan Hamilton seperti pada musim lalu.

Rosberg kini tercatat sebagai pebalap F1 kedua yang sukses mengikuti rekam jejak sang ayah dengan menjadi juara dunia. Rosberg adalah putra dari juara dunia F1  Keke Rosberg.

“Saya sangat bangga bisa menyamai apa yang dicapai ayah saya. Dia akan datang ke sini sekitar setengah jam lagi. Saya senang akan bertemu dia,” tutur Rosberg saat berada di podium dengan air mata mengalir di pipinya.

Komentar