Wortel? Sayur dengan Efek Sehatnya

Penulis: Darmansyah

Minggu, 15 Februari 2015 | 20:04 WIB

Dibaca: 0 kali

Wortel?

Ya. Hampir semua orang sepakat itulah sayur yang memberi benderang pada penglihatan karena kandungan vitamin a-nya. Ya juga, kalau muncul preepsi wortel dikenal untuk menjaga kesehatan mata.

Apakah hanya untuk menjaga kesehatan mata? Ternyata wortel tidak hanya sekadar menjaga penglihatan.

Sayuran ini, menurut penelitian mutakhir, seperti yang dikutip dari laman kesehatan “timeofindia,” dapat mencegah bermacam jenis penyakit kanker.

Lantas muncul pertanyaan, kok bisa?

Bisa! Karena beta karoten dalam wortel, yang dikonversi menjadi vitamin A di dalam hati, lalu juga bisa ditransformasikan ke dalam retina, yang menguatkan penglihatan mata di malam hari.

Begitu pula wortel juga dapat melindungi kulit akibat kerusakan sinar matahari dan mencegah pigmentasi dini, kerutan, kulit kering, hingga jerawat.

Uniknya, wortel sebagai obat alami mencegah penuaan kulit dan mencegah beragam jenis kanker, seperti kanker usus, kanker payudara dan kanker paru. Sebab memiliki sifat antioksidan tinggi yang menghapuskan racun dalam tubuh.

Lebih dari itu, sayuran yang biasa diolah menjadi sup ini juga dapat menjadi obat oles alami untuk mencegah infeksi terhadap luka dan memar di kulit.

Memiliki nama ilmiah “daucus carota,” wortel juga masih bersaudara dengan seledri dan tanaman adas.
Sayuran berwarna jingga ini biasa dikonsumsi dalam keadaan mentah ataupun dimasak terlebih dahulu. Makanan yang seringkali terdapat wortel di dalamnya adalah acar, salad, sup dan lumpia.

Beberapa penelitian terbaru mengungkapkan bahwa wortel memiliki kandungan nutrisi yang tinggi sehingga baik untuk kesehatan.

Wortel yang kaya betakaroten serta vitmain c yang cukup tinggi membuatnya memiliki sifat antioksidan tinggi.

Wortel juga mengandung asam folat, kalsium, mangan, fosfor, kromium, zat besi, seng, serta tentu saja serat. Betakaroten adalah zat gizi penting yang diperlukan oleh mata.

Senyawa ini memang tidak dapat menyembuhkan kebutaan, namun dapat memperbaiki kondisi mata akibat kekurangan vitamin a.

Sifatnya yang antioksidan dapat mencegah katarak dan degenerasi makula yang kerap menimpa para lansia.

Penelitian oleh Robertson dkk menunjukkan mereka yang rajin makan wortel mentah setiap hari selama tiga minggu, kolesterolnya turun sebanyaksebelas persen

Begitu juga penelitian yang dilakukan di Harvard University, AS. Mereka yang makan wortel lima kali seminggu, menurunkan risiko stroke hingga enam puluh delapan persen.

Sedangkan dari penelitian di Universitas Brussels diketahui vitamin a yang terkandung di dalam wortel dapat mencegah cacat dan kematian akibat stroke.

Diperkirakan penurunan kadar kolesterol ini berkat kandungan calcium pectate, jenis serat larut.

Penelitian yang dilakukan Marilyn Menkes, Ph.D di State University New York menunjukkan orang yang tubuhnya rendah kadar betakarotennya berisiko terkena kanker paru-paru.

Karenanya, dia menganjurkan agar para perokok mengonsumsi wortel dan bahan makanan lainnya yang tinggi karoten untuk mencegah kanker paru.

Ternyata, selain kaknker paru, betakaroten serta senyawa lainnya yang juga bersifat antioksidan pada wortel dapat mencegah kanker mulut, tenggorok, lambung, usus, saluran kemih, pankreas, dan payudara.

Untuk mendapat manfaat wortel sebagai antikanker, wortel perlu dimasak agar senyawa karotennya lepas. Dengan dimasak, kadar karotennya naik 2 – 5 kali lipat.

Serat yang terkandung pada wortel menaikkan volume feses hingga 25% sehingga urusan ke belakang menjadi lancar.

Mereka yang rajin makan wortel, kulitnya yang semula kering dan mengeras secara perlahan akan tampak sehat dan cemerlang.

Kandungan dalam wortel juga bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mempercepat penyembuhan luka dan peradangan yang disebabkan oleh virus.

Kalsium yang terkandung pada wortel akan meningkatkan ASI, menguatkan tulang dan gigi.

Wortel yang akan disimpan hendaknya ditaruh di kantung plastik berpori dan ditaruh di lemari pendingin.

Namun, wortel hendaknya jangan disimpan terlalu lama karena akan menimbulkan rasa pahit akibat terjadi perubahan senyawa fenol menjadi isokumarin.

Komentar