Wanita, Apel dan Peningkatan Gairah

Penulis: Darmansyah

Jumat, 11 Juli 2014 | 14:23 WIB

Dibaca: 1 kali

Apakah ada hubungan antara apel, wanita dan peningkatan gairah. Jawabnya, seperti ditulis dalam rubrik terbaru kesehatan surat kabar terkenal Inggris, terbitan London, “Daily Mail,” jelas ada.

Menurut “Mail,” selama ini apel selalu idenrik dengan buah yang kandungan kalori rendah sehingga membuatnya menjadi snack andalan bagi wanita yang ingin menjaga berat badannya.

Tetapi, penelitian ilmuwan terbaru, menurut “Mail,” ternyata buah ini juga berpotensi sebagai afrodisiak.

Menurut studi itu, dengan kanudngan afrodisiak buah apel bisa meningkatkan gairah seksual wanita. Jika dikonsumsi setiap hari, buah ini bisa meningkatkan fungsi seksual pada wanita yang sehat. Demikian menurut kesimpulan studi yang dipublikasikan dalam “Archives of Gynecology and Obstetrics”.

Penelitian tersebut menganalisa seribuan wanita Italia yang sehat dan berusia 18-43 tahun. Seluruh partisipan diminta melaporkan konsumsi apel harian mereka dan juga pola makannya.

Para responden dibagi dalam dua kelompok, pertama adalah yang makan apel setiap hari lebih dari satu buah, dan yang makan apel kurang dari satu buah setiap hari.

Mereka juga diminta mengisi Indeks Fungsi Seksual Wanita. Dalam indeks tersebut teradapat sembilan belas pertanyaan tentang aktivitas seksual, termasuk frekuensi dan kepuasan seksual.

Hasilnya, mereka yang makan apel setiap hari memiliki skor FSFI paling tinggi. Ini berarti mereka mengalami peningkatan kepuasan seksual.

Sering mengonsumsi apel ternyata akan meningkatkan lubrikasi dan fungsi seksual, sehingga mereka pun lebih puas saat berhubungan seksual.

Para peneliti menduga phloridzin yang terdapat dalam apel mungkin menjadi penyebabnya. Phloridzin adalah kandungan yang mirip dengan hormon seks wanita yang disebut estradiol yang berperan besar dalam gairah seksual.

Para peneliti itu juga menganjurkan menghentikan kebiasaan mengupas kulit buah sebelum memakannya. Karena cara untuk mendapatkan nutrisi yang paling optimal dari apel yaitu dengan memakannya bersama kulitnya.

Pakar diet yang ikut dalam peneltian itu, Tanya Zucketbrot, menyayangkan banyak para pemakan apel yang membuang kulit apel sebelum memakannya. Padahal di kulit apel terkandung banyak nutrisi bermanfaat.

Ia menyebut, kulit apel mengandung vitamin A yang memperbaiki penglihatan dan pertumbuhan sel. Selain itu kulit apel juga mengandung vitamin C yang mendukung sistem imunitas yang kuat dan meningkatkan produksi kolagen untuk kulit yang sehat.

Tak hanya itu, kandungan vitamin K yang tinggi padanya juga membantu pembekuan darah. Kandungan folatnya juga bermanfaat untuk pembentukan sel-sel baru.

Selain itu Zucketbrot merujuk pada studi dari University of Illinois, yang mengatakan kulit apel merupakan sumber mineral-mineral penting bagi tubuh, seperti kalsium, potasium, dan fosfor.

Kalsium dan fosfor merupakan mineral penting untuk tulang dan gigi yang kuat. Sementara potasium dibutuhkan untuk kesehatan sel-sel tubuh, jantung, dan sistem pencernaan.

Apel juga mengandung mengandung serat larut dan tidak larut sekaligus, dan sekitar dua pertiga kandungan serat pada apel berada di kulitnya. Serat memiliki fungsi yang sangat banyak bagi kesehatan, dari mulai menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan kesehatan pencernaan, hingga membantu pengontrolan berat badan.

Rata-rata apel berukuran sedang mengandung empat koma empat gram serat, dan akan berkurang saat tidak dimakan bersama kulitnya.

Kulit apel juga memiliki senyawa fitokimia seperti flavonoid dan asam fenolik yang membantu tubuh memerangi radikal bebas. Radikal bebas diketahui dapat merusak sel dan menyebabkan penyakit. Memakan apel bersama kulitnya juga memberikan Anda manfaat dari triterpenoid yang membantu melawan kanker, seperti kanker hati, usus besar, dan payudara.

sumber : daily mail, uk dan foxnews

Komentar