Ubi, Camilan Pilihan untuk Langsing

Penulis: Darmansyah

Jumat, 9 Desember 2016 | 08:48 WIB

Dibaca: 0 kali

Jurnal paling prestiseus di dunia, “heliyon,” seperti dikutip “daily mail,” Jumat,  09 Desember 2016, menurunkan laporan “spektakuler”  tentang manfaat ubi dan air rebusannya sebagai pilihan  paling bijak bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan.

Menurut “heliyon,” ilmuwan dari Jepang telah  menemukan cara instan  untuk menurunkan berat badan.  Minum air rebusan ubi!

Menurut para peniliti Jepang itu, protein sisa buangan dalam rebusan ubi itu berhasil menekan nafsu makan pada tikus.

Dan para ahli percaya penemuan mereka ini dapat diterapkan pada manusia.

Para periset Jepang itu memberi makan dua kelompok tikus dengan pola makan kaya lemak.

Satu kelompok diberi peptida ubi dengan kadar lebih tinggi. Peptida ini dihasilkan oleh protein pencernaan enzim dalam air selama proses perebusan.

Setelah dua puluh delapan hari hewan-hewan itu ditimbang. Massa lever dan jaringan lemak mereka pun diukur. Kadar Kolesterol dan trigliserida serta leptin pun dihitung.

Para ahli yang tergabung dalam timi National Agriculture and Food Research Organization, Tsukuba itu,  juga mengukur adiponektin yang mengukur sindrom metabolik.

Peneliti menemukan, tikus yang diberi peptida ubi secara bermakna berat badannya lebih rendah. Ditemukan pula tikus memiliki kadar Kolesterol, trigliserida, leptin dan adiponektin lebih rendah.

Pemimpin penelitian, Dr Koji Ishiguro mengatakan,”Kita setiap saat membuang banyak air sisa rebusan ubi yang mengandung protein. Hipotesa kami, protein ini dapat memengaruhi berat badan, jaringan lemak dan faktor-faktor lain.”

“Menemukan penggunaan alternatif protein ubi dalam bekas air rebusan bermanfaat baik bagi lingkungan dan industri serta berpotensi bagus untuk kesehatan,” tambahnya.

Ia menyimpulkan,”Kami terkejut bahwa peptida ubi bisa mengurangi kadar molekul lemak pada tikus. Tampaknya zat itu terlibat dalam pengontrolan molekul penekan nafsu makan.”

“Hasil penelitian ini sangat menjanjikan,, karena memberikan pilihan menggunakan sisa limbah daripada membuangnya. Kami berharap peptida ubi ini berguna bagi bahan pangan fungsional di masa depan,” tambahnya.

Belum diketahui berapa banyak tikus-tikus itu diberi peptida ubi selama penelitian dua puluh delapan  hari tersebut.

Namun penemuan ini dipercaya dapat diterapkan pada manusia berhubung tikus dan manusia secara biologis sama. Tetapi peneliti menegaskan dibutuhkan riset lebih jauh untuk menelusuri lebih jauh hasil penelitian ini.

Selain itu, laman situs “fit sugar,“ di hari yang sama, kembali menegaskan bahwa  camilan ubi bisa membantu menurunkan berat badan.

Menurut tulisan tersebut ubi rebus menjadi makanan ideal untuk  dijadikan camilan berkat rasanya yang lezat.

Rasa manis ubi adalah manis alami tanpa tambahan gula dan rendah kalori. Dengan begitu ubi rebus memuaskan rasa ingin makan manis di pagi hari. Kita juga bisa menjadikan ubi sebagai bahan untuk membuat dessert.

Di samping itu ubi mengandung karbohidrat yang sehat, sekitar tiga puluh tiga gram per sajian.

Kandungan karbohidrat di dalamnya tidak menyebabkan kadar gula darah meroket karena ubi termasuk makanan dengan indeks glikemik rendah.

Mengonsumsi makanan rendah indeks glikemik ini mencegah kita ngidam makanan manis saat kadar gula darah menjadi rendah.

Ubi juga mengandung senyawa yang meningkatkan kadar adiponektin, hormon pengatur kadar gula darah di dalam tubuh.

Menguatkan hasil penelitian itu laman situs “pop sugar,” juga  mengungkapkan bahwa makanan dengan indeks glikemik rendah ini tinggal di saluran cerna kita lebih lama sehingga membuat perut terasa kenyang lebih lama.

Agar kadar indeks glikemik ubi tetap rendah, rebus atau kukuslah ubi. Memanggang atau menggorengnya mungkin akan merusak beberapa nutrisi di dalamnya.

Kandungan serat di dalam ubi juga bermanfaat menjaga nafsu makan. Serat membantu kita merasa kenyang lebih lama.

Satu buah ubi ukuran sedang kira-kira mengandung empat gram serat.

Sementara kandungan vitamin A di dalam ubi merupakan sumber vitamin A yang kuat untuk menjaga kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan mata, kulit, tulang serta menjadi sumber antioksidan yang kaya.

Ubi jalar memiliki rasa manis dari gula alami, sekaligus rasa gurih alami khas umbi-umbian. Ini akan memuaskan keinginan Anda untuk makan camilan manis dengan gula buatan atau yang mengandung garam tinggi.

Walau mengandung sejumlah karbohidrat, ubi manis mengandung sedikit kalori, karena mengandung serat alami tumbuhan. Sehingga, dapat menjadi camilan sehat yang mengenyangkan.

Ubi manis dengan ukuran kepalan tangan, memang mengandung karbohidrat, tetapi ubi manis mengandung senyawa yang meningkatkan kadar adiponektin, yaitu hormon yang mengatur gula darah di dalam tubuh.

Ditambah indeks glikemik yang rendah, ubi jalar akan membantu mencegah lonjakan gula darah setelah makan.

Selain itu, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa makanan rendah glikemik akan berada di saluran pencernaan lebih lama, sehingga dapat membantu mengendalikan nafsu makan.

Untuk mempertahankan sifat rendah glikemik, cara pemasakan terbaik ialah dengan merebus atau mengukus, bukan memanggang dan menggorengnya.

Proses memanggang, apalagi menggoreng, akan menghancurkan beberapa kandungan baik tersebut.

Makanan tinggi serat merupakan kunci untuk mengontrol rasa lapar. Serat juga membantu Anda merasa kenyang lebih lama

Komentar