Tren Buah Sebagai Asupan Sehat

Penulis: Darmansyah

Jumat, 27 Juni 2014 | 11:36 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda penggemar buah? Kalau iya, Anda sudah memilih jalan tren hidup sehat. Sebab dalam arus hidup yang serba cepat membuat banyak orang selalu sibuk, mudah terkena stres, dan sering kurang memperhatikan pola makan.

Pola hidup seperti ini membuat seseorang rentan terkena gangguan kesehatan. Untuk mencegahnya, diperlukan asupan buah yang cukup.

Buah merupakan sumber serat alami dan juga antioksidan yang akan memperbaiki kerusakan sel. Antioksidan terutama terdapat dalam buah dan sayuran berwarna, seperti merah, ungu, oranye, dan hijau.

Sebagai pengunsumsi buah Anda tentu tak bisa menghindari buah impor. Katakanlah apel, Sunkist, anggur atau kiwi. Dan untuk Anda ketahui sebagian besar buah-buahan yang diimpor, terutama apel umumnya dilapisi lilin untuk menjaga kesegaran buah mulai dari panen, pengiriman, hingga penjualan di toko.

Penggunaan lilin pada produk buah dan sayuran segar sebenarnya sudah dimulai sejak lama sebagai upaya memperpanjang umur buah. Selain apel, buah jeruk, tomat, dan mentitum, juga sering dilapisi lilin agar terlihat licin, mengilap, dan menarik.

Untuk diketahui juga, lilin yang dipakai untuk melapisi buah sebenarnya adalah lilin yang aman untuk dimakan.

Tentu saja lilin ini bukan lilin seperti untuk penerangan, tetapi lilin yang strukturnya mirip dengan lilin yang dikeluarkan secara alami oleh tanaman. Misalnya saja buah apel itu secara alami memang ada lapisan lilin atau lemaknya.

Buah apel diberi tambahan lilin untuk melapisi lapisan alami lemaknya yang memang mudah hilang.

Lilin yang dipakai sebenarnya cair, lalu buah-buah itu dicelupkan sebentar dan mengering. Lilin ini juga aman kalau sampai tertelan.

Selain untuk menjaga kesegaran buah, lilin pada buah juga dimaksudkan untuk menjaga buah dari benturan selama masa transportasi dan penyimpanan. Dengan demikian buah akan tetap mulus sampai di tangan konsumen.

Meski demikian, kita tetap harus waspada dan memastikan buah yang dikonsumsi bersih dan aman. Para ahli menyarankan agar buah dan sayuran yang dikonsumsi dicuci dengan benar dan teliti untuk membersihkan residu pestisida atau pun lilin.

Lapisan lilin memang tidak mudah larut dengan air saja, karena itu bisa juga digunakan sabun khusus pencuci buah dan sayur dengan formula yang aman.

Anda jangan terallu larut dengan perkataan lilin yang menjadi bagian dari produk buah impor. Yang perlu Anda harus menyadari buah dan sayur merupakan sumber utama vitamin, mineral, dan serat bagi tubuh.

Vitamin dan mineral bermanfaat mengatur metabolisme agar pertumbuhan dan kesehatan fisik optimal. Sementara serat bermanfaat melancarkan pencernaan.

Untuk mengurangi risiko kematian akibat kanker saluran cerna, jantung koroner, atau stroke, organisasi kesehatan dunia merekomendasikan masyarakat untuk mengonsumsi setidaknya 400 gram buah dan sayur atau setara dengan 5 porsi setiap hari.

Idealnya makan buah dua sampai tiga porsi dan sayur tiga atau empat porsi. Tetapi konsumsi buah dan sayur orang Indonesia masih sangat rendah.

Kebiasaan untuk memasukkan buah dan sayur dalam menu sehari-hari jkini sudah diadopsi oleh banyak anggota masyarakat..

Buah juga disarankan untuk dikonsumsi bervariasi karena masing-masing buah memiliki gizi dan manfaat berbeda.

Komentar