Treadmill Bukan Pembakar Lemak Terbaik

Penulis: Darmansyah

Rabu, 27 April 2016 | 09:24 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda memiliki masalah dengan timbunan lemak?

Lantas, memilih olahraga treadmill untuk menyelesaikannya?

Pakar gizi olahraga Mury Kuswari  langsung menjawabnya, itu tidak menyelesaikan masalah.

Anda tahu,  setengah jam lari di treadmill itu hanya mengurangi sekitar tiga ratus  kalori dari tubuh.

Dan itu hanya  membuang lemak lebih sedikit dibanding yang masuk.

Lemak memang menjadi salah satu komponen yang dibutuhkan oleh tubuh.

Tentunya dengan porsi yang tak berlebih.

Lemak digunakan oleh tubuh sebagai salah satu sumber energi.

Sebagai salah satu sumber lemak, tubuh biasanya baru akan menggunakan lemak menjadi energi saat karbohidrat sudah habis dicerna.

Mury memaparkan, dalam satu gram karbohidrat akan menghasilkan energi sebesar empat kalori.

Sedangkan dari satu gram lemak akan menghasilkan sembilan kalori. Bila kandungan lemak yang ada dalam tubuh seseorang berlebih dua puluh kilogram, maka itu setara dengan seratus delapan puluh ribu kalori yang harus dibakar.

“Kalau hanya olahraga sebentar, itu tidak akan sampai bakar lemak. Mengubah energi dari lemak itu tidak bisa cepat, harus pelan-pelan,” kata Mury.

Berolahraga dengan durasi lama pun dianggap Mury tidak langsung menyelesaikan persoalan.

Menurut Mury, orang yang memaksakan diri olahraga dengan durasi tambahan akan melakukan kesalahan pada teknik ataupun postur berolahraga dan meningkatkan risiko cedera.

Karenanya, saran paling baik mengurangi lemak adalah dengan membatasi konsumsi lemak melalui pengurangan porsi makan sebesar tiga puluh  persen.

Hal itu dilakukan untuk merangsang tubuh menggunakan lemak yang ada.

Selain itu, melakukan olahraga dengan rutin juga harus dilakukan, meskipun hanya lima belas hingga tiga puluh  menit.

Anda juga harus tahu, saat  memutuskan ingin menurunkan berat badan  tentunya anda telah memikirkan bahwa sudah saatnya ada mulai berolahraga.

Namun jenis olahraga apakah yang tepat untuk diet dan optimal membakar lemak?

Mungkin anda disarankan untuk mengikuti pelatihan di sebuah Gym atau jogging pada pagi dan sore hari.

Tapi akhirnya anda putuskan untuk berolahraga di tempat gym saja karena menjadi tempat terbaik untuk berolahraga.

Ketika bergabung di tempat fitnes, anda kembali dihadapkan dengan berbagai jenis kegiatan latihan, seperti angkat beban, kelas aerobik, body pump, RPM, yoga, dan sebagainya.

Karena anda mungkin masih awam untuk hal semacam ini, anda akhirnya mencoba berlari di atas treadmill.

Pastinya jika anda berolahraga akan membakar lemak, semakin anda berlari kencang di atas treadmil, semakin banyak pula keringat yang keluar sehingga pembakaran kalori pun lebih tinggi dan pasti anda akan kurus lebih cepat.

Bukankan dokter bilang, jika kalori yang dikeluarkan lebih banyak dibanding kalori yang masuk berati berat badan akan turun.

Apalagi anda sudah memutuskan untuk mengurangi makan, dan memulai olahraga.

Situasi seperti ini sering kita temui atau mungkin alami, namun sudah tepatkah pilihan tersebut?

Apakah dengan berolahraga bisa menurunkan berat badan kita?

Atau justru turun-turun padahal anda giat berolahraga?

Kita semua telah tahu betul bahwa mengkonsumsi nasi akan memberikan kita tenaga.

Sementara saat ber-diet kita akan mengurangi asupan nasi kemudian tidak mencari makanan pengganti sehingga membuat tubuh lemas.

Dari sini bisa disimpulkan jika karbohidrat atau nasi merupakan sumber tenaga kita.

Lalu mengapa setiap kali orang berolahraga, yang terfikir bahwa ia akan membakar lemak?

Bukankah sudah jelas bahwa energi kita bersumber dari karbohidrat.

Secepat apapun ada berlari di atas treadmill, nyatanya yang dibakar bukanlah dari lemak melainkan kalori dari karbohidrat. Pembakaran lemak hanya optimal jika melakukan moderate exercise. Semakin cepat anda berlari, maka semakin banyak pula karbohidrat di digunakan sebagai energi.

Ada banyak, bahkan hampir semua jenis olahraga bisa membakar lemak dengan catatan anda memantau detak jantung agar tetap  enam puluh lima persen atau lebih kecil.

Lalu angkat beban bagaimana?

Angkat beban hanya membakar karbohidrat, akan tetapi jika anda mengkombinasikannya dengan olahraga yang lain, hasil yang didapatkan akan lebih maksimal bagi pembakaran lemak anda.

Caranya, bisa dengan latihan beban t untuk pembakaran kalori dari karbohidrat

Bila karbohidrat habis, manfaatkan momen ini untuk berolahraga selain latihan beban dengan detak jantung enam puluh lima persen.

Komentar