Tidak Semua Artikel Kesehatan Itu Benar

Penulis: Darmansyah

Jumat, 17 November 2017 | 09:27 WIB

Dibaca: 0 kali

Laman “time of india,” hari ini, Jumat, 17 November, mengingatkan untuk tidak memercayaai seluruh tulisan tentang kesehatan di berbagai media online.

Memang ada perubahaan dari gaya hidup sehat dimana orang semakin terbuka terhadap informasi kesehatan untuk membantu mereka tetap menjalani hidup sehat.

Padahal, tidak semua informasi kesehatan yang beredar di media benar dan bisa diterapkan dengan kondisi masing-masing individu.

Ada  beberapa informasi kesehatan yang ternyata tidak dapat dipercaya.

Sebut saja mengenai minum air putih.

Banyak yang mengatakan bahwa minum air putih delapan  gelas per hari untuk menjaga tubuh tetap sehat.

Padahal, hal itu belum tentu benar.

Yang penting dipahami adalah setiap tubuh memiliki kondisi yang berbeda, begitu juga asupan air yang dibutuhkan.

Selain itu, asupan air juga dikaitkan dengan kondisi cuaca dan aktivitas fisik.

Ada lagi informasi keliru. Konsumsi satu buah apel per hari membuat Anda jauh dari dokter

Apel adalah buah yang sehat, tapi bukan berarti satu-satunya buah yang paling baik.

Pendapat itu muncul awalnya hanya sebagai perumpamaan, buah apel mewakili beberapa jenis buah lain yang hanya bisa ditemui pada musimnya.

Karena itu, konsumsilah beragam jenis buah agar sistem kekebalan tubuh Anda tetap stabil.

Dan banyak pula  artikel kesehatan yang menyarankan untuk melakukan tidur minimal selama delapan jam per hari agar tubuh tetap sehat.

Namun ternyata jam tidur juga tergantung individu, ada orang yang tidur empat jam dan masih merasa segar keesokan paginya, sementara itu ada yang butuh waktu sepuluh jam untuk meremajakan tubuh mereka.

Karena itu, cari tahu berapa banyak tidur yang Anda butuhkan.

Selain itu ada tulisan yang menyatakan buang air besar setiap hari tandanya sehat

Teori ini muncul sejak lama, namun telah banyak penelitian lain yang diperbaharui. Buang air besar setiap hari tidak berarti menandakan kita sehat.

Padahal menurut medis, tubuh memberi reaksi yang spontan jika ingin buang air, kembali lagi masing-masing orang memiliki ritme yang berbeda.

Ritme buang air juga dipengaruhi oleh makanan dan minuman yang dikonsumsi pada hari sebelumnya. Yang patut dikhawatirkan adalah jika feses yang dikeluarkan terdapat bercak darah segar disertai rasa sakit.

Hand sanitizer membuat Anda terhindar dari kuman

Banyak anggapan bahwa menggunakan cairan sanitizer setelah mencuci tangan dengan sabun akan membunuh kuman lebih kuat, namun faktanya justru mumbuat tangan berpotensi iritasi karena membuat kondisi kulit lebih kering.

Cukup cuci tangan saja atau gunakan sanitizer, pilih saja salah satunya.

Detoks dengan minuman kemasan

Belakangan banyak minuman kemasan yang menawarkan ‘detoks’ tubuh jika dikonsumsi dalam beberapa waktu.

Padahal, itu hanya bagian dari iklan produk. Dalam tubuh, detoksifikasi hanya bisa dilakukan oleh organ hati, fungsinya menyaring racun dalam tubuh.

Minuman kemasan seperti jus, sari buah atau bahkan minuman beroksidasi tidak dapat melakukan detoksifikasi seperti yang dijanjikan.

Sebaliknya, produk tersebut hanya mampu mencukupi nutrisi tubuh.

Cara terbaik untuk mendetoksifikasi adalah dengan tetap berpegang pada makanan home cooked dan menghindari merokok dan alkohol, guna membantu fungsi organ hati dalam mengurangi asupan racun-racun dalam tubuh.

Komentar