close
Nuga Sehat

Tahu Apa Yang Terjadi Usai “Stroke” Pergi

Apakah Anda tahu dampaknya bagi tubuh usai serangan stroke ringan “pergi”

Nah, pasca stroke, setelah kondisi darurat telah berlalu dan pasien sudah stabil, masih terdapat beberapa dampak yang mungkin muncul.

Gejala jangka pendek sering dibarengi dengan konsekuensi gejala jangka panjang.

Ketika mengalami gejala stroke seperti berkurangnya daya penglihatan, tubuh lemah, hilangnya tanggapan terhadap rangsangan, atau kebingungan, setelah keluar dari rumah sakit pasien masih mungkin mengalami cacat jangka panjang dengan gejala yang serupa.

Kadang kala, fase stroke memiliki gejala yang lebih buruk dibandingkan efek setelah pemulihan.

Misalnya, jika gejala stroke pada tahap awal meliputi mati rasa pada tangan dan ketidakmampuan untuk menggerakkan lengan, cacat selama dan setelah pemulihan mungkin termasuk mati rasa kadang-kadang, kesemutan sesekali, dan kelemahan pada jemari.

Jika gejala awal meliputi perubahan penglihatan kadang-kadang dan hilangnya bidang penglihatan, efek jangka panjang mungkin termasuk penurunan daya lihat yang tidak begitu parah.

Gejala tiba-tiba seperti kelemahan kaki serta kesemutan pada akhirnya akan menjadi stabil atau hilang.

Sering kali, pada tahap darurat serangan stroke, pasien membutuhkan istirahat, dukungan perawatan jarak dekat serta bantuan lainnya.

Selama dirawat di rumah sakit, lingkungan rumah sakit memang diatur sedemikian rupa untuk menggabungkan jadwal pengobatan, waktu makan, serta rutinitas untuk menjaga kebersihan pribadi.

Pasien yang berada di rumah sakit untuk perawatan stroke umumnya tidak diperbolehkan membaca, berpikir tentang masalah rumit, membuat keputusan, atau membawa benda-benda berat.

Selama fase rehabilitasi dan setelah kembali ke rumah, keterampilan integratif kompleks umumnya diuji dalam lingkungan di mana penurunan fungsi tubuh nyata dirasakan oleh pasien.

Pasien mungkin menjadi mudah lupa dengan tugas-tugas yang biasa dilakukan. Ketidakmampuan secara mandiri mengelola beberapa tugas tidak tampak menjadi masalah hingga pasien diharuskan menjalankan rutinitasnya.

Setelah serangan stroke, beberapa konsekuensi termasuk kehilangan penglihatan pada satu mata dan hilangnya bagian pandangan pada satu atau kedua mata.

Beberapa sindrom visual memang mungkin terjadi.

Masalah dalam mengukur jarak juga mungkin saja terjadi. Beberapa penderita stroke yang berhasil selamat memiliki masalah yakni kelalaian yang mengakibatkan mereka tidak peka terhadap lingkungan atau benda, orang, atau suara di sekitarnya.

Lemas pada seluruh atau sebagian lengan atau kaki juga dapat terjadi.

Biasanya, hanya satu sisi tubuh saja yang menjadi lemah, tetapi beberapa kasus stroke dapat menyebabkan kelemahan pada kedua sisi tubuh, mengakibatkan pasien sulit berjalan, mengangkat, atau membawa beban.

Hal ini menjadi nyata dan dapat menurunkan sensitivitas terhadap rangsangan, atau terjadi hipersensitivitas bahkan terasa sakit jika tubuh memberikan respon terhadap suhu.

Nyeri saat sedang istirahat mungkin menjadi masalah bagi beberapa penderita stroke.

Koordinasi tubuh akan ikut terpengaruh, menyebabkan masalah dengan kemampuan motorik bahkan meskipun tubuh dalam keadaan sehat. Gerakan wajah seperti gerakan kelopak mata juga akan terganggu.

Kelemahan pada otot wajah akan mengubah penampilan seseorang. Kesulitan mengunyah atau menelan bisa menjadi masalah serius bagi penderita stroke.

Suara juga dapat berubah akibat otot-otot yang menghasilkan suara menjadi lemah. Masalah pendengaran adalah salah satu akibat serangan stroke.

Kesulitan berbicara membuat penderita tampak seperti sedang bergumam.

Pemahaman bahasa secara lisan maupun tertulis juga terganggu. Sulit berkonsentrasi, menurunnya kemampuan mengingat(memori, kelelahan dan perubahan mood mungkin terjadi.

Sakit kepala bisa menjadi lebih buruk setelah stroke. Gangguan berpikir, menyatakan pendapat, serta pengetahuan mungkin saja terjadi setelah serangan stroke.

Beberapa penderita stroke mengalami kejang akibat kerusakan sebagian jaringan otak.

Ada beberapa kemungkinan efek jangka panjang pasca-stroke pada tingkat yang berbeda dan bisa berkembang dari waktu ke waktu.

Segera setelah fase serangan stroke berlalu, gejala stroke umumnya tidak memburuk kecuali terdapat penyakit lain yang memperburuk serangan stroke.

Penyakit yang dapat memperburuk efek stroke meliputi infeksi, penyakit sistemik, atau efek obat.