Stroke di Usia Muda? Kenapa Tidak!!

Penulis: Darmansyah

Kamis, 25 Februari 2016 | 08:38 WIB

Dibaca: 0 kali

Masih muda kok stroke?

Itulah nada tanya yang sering muncul dari seseorang ketika mengetahui teman atau partner kerjanya yang lebih muda diserang stroke.

Padahal sang rekan kerja itu belum lagi memasuki usia tua. Baru tiga puluhan akhir.

Nada tanya di atas bisa mengesankan stroke hanya bisa dialami oleh orang berusia tua.

Dan banyak orang muda berpikir, mereka tak mungkin terkena serangan stroke.

Faktanya, meneurut tulisan terbaru di laman situs “everyday health,” Kamis, 25 Februari 2016, tidak ada rentang usia yang bisa dibilang terlalu muda untuk terkena stroke.

Memang secara risiko, stroke akan munculsejalan usia. Tapi, menurut para ilmuwan kedokteran seperti ditulis “everyday health,” ada orang muda yang terkena, termasuk bayi, balita, anak dan remaja.

Memang secara umum, para ahli berpendapat, usia muda terkena stroke adalah di bawah empat puluh lima tahun.

“Beberapa studi menunjukkan, bahwa secara keseluruhan, angka kasus stroke turun.’

“Tapi, kasusnya meningkat di kalangan orang muda, meski bukti-buktinya masih sedikit,” kata Andrew Russman, DO, neurologis dan spesialis perawatan stroke Cleveland Clinic.

Stroke di usia kurang dari 45 tahun, memerlukan pendekatan dan pengobatan yang berbeda dari stroke di usia tua, kata S. Ausim Azizi, MD, ketua departemen neurologis dan profesor neurologi di Temple University Medical School di Philadelphia.

Semua stroke disebabkan oleh kurangnya asupan oksigen ke otak. Pada usia tua, kebanyakan penyebabnya adalah penyumbatan di jantung atau pembuluh darah, menyebabkan pecahnya pembuluh darah. Stroke jenis ini disebut stroke ischemic.

Pada anak-anak, biasanya stroke disebabkan oleh infeksi, trauma, kelainan jantung, penyakit sel bulan sabit fan dehidrasi.

“Pada orang muda, penyebab umum adalah masalah kardiogenik dan penggunaan obat-obatan terlarang terutama lewat intravena (suntikan ke pembuluh darah,” jelas Dr. Azizi.

Masalah kardiogenik antara lain adalah rematik jantung, katup jantung tidak normal, dan patent foramen ovale atau lahir dengan lubang di antara bagian jantung kanan dan kiri.

“Sebanyak dua puluh lima persen stroke yang terjadi di usia kurang dari empat puluh lima tahun terjadi karena adanya penyumbatan di pembuluh darah di area leher. Penyebab lain adalah migrain, pil KB dan kebiasaab merokok,” kata Dr. Russman.

Diungkapkan pula, obesitas pada usia remaja dan anak akan meningkatkan risiko stroke seumur hidup.
Obesitas meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, Kolesterol tinggi dan diabetes.

Ketiganya adalah faktor risiko stroke di semua umur.

Salah satu perbedaan mendasar antara stroke di usia muda dibanding usia tua terletak pada tahap pemulihan.

Stroke di usia muda dapat berarti pemulihan seumur hidup dan kehilangan masa-masa produktif.
Kabar baiknya, lebih banyak penderita stroke di usia tiga puluhan yang pulih dibanding penderita stroke di usia delapan puluhan.

Sementara itu laman situs “livesacience,” di edisi paling barunya mengingatkan orang dewasa untuk lebih telaten mengenali gejala stroke.

Menurut “ livesicience,” mayoritas orang dewasa berusia kurang dari empat puluh lima tahun tidak mengenali gejala-gejala stroke.

Akibatnya, saat merasakan gejala stroke, mereka lebih suka menunggu dan tidak segera ke rumah sakit.

Dalam sebuah survei terungkap bahwa hanya tiga puluh tiga persen orang berusia kurang dari tiga puluh lima tahun yang mengatakan mereka “sangat mungkin” ke rumah sakit jika mengalami rasa kebas, lemah, atau kesulitan berbicara.

Gejala-gejala itu merupakan gejala stroke.

Sementara itu, tujuh puluh tiga persen mengatakan lebih suka menunggu jika gejalanya menghilang sebelum mencari pertolongan medis.

Hal itu sebenarnya sangat bahaya karena tiga jam pertama setelah stroke merupakan “waktu emas”.

Dengan kata lain, jika segera mendapat penanganan medis setelah gejala stroke, hasilnya akan jauh berbeda dibanding jika sudah terlambat.

Pengobatan pada “waktu emas” juga akan mencegah lebih banyak bagian otak yang rusak akibat stroke.

“Pengetahuan tentang gejala stroke pada orang muda sangatlah ,” kata Dr David Liebeskind, dokter saraf dari Ronald Reagan UCLA Medical Center.

Ia mengatakan, peningkatan obesitas dan gaya hidup kurang sehat menjadi penyebab semakin banyaknya orang muda terkena stroke.

Cara mudah untuk mengenali gejala stroke adalah dengan menjawab himpunan p[ertanyaan, apakah salah satu bagian wajah tampak turun atau tidak simetris jika tersenyum?

Selanjutnya, apakah kedua lengan dapat dinaikkan ke atas atau apakah salah satu lengan terlihat turun?

Selain itu, apakah suara terdengar pelo atau cadel saat bicara?

Dan terakhir, jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segeralah ke rumah sakit.

Komentar