Sesak Napas? Awas Bisa Gejala Jantung

Penulis: Darmansyah

Rabu, 28 Desember 2016 | 09:40 WIB

Dibaca: 1 kali

Sebuah studi terbaru yang dipelopori Nasser Ahmadi, mahasiswa riset dari University of Gothenburg di Swedia,  secara mengejutkan menemukan, pasien yang mengalami sesak napas rata-rata memiliki penyakit gagal jantung dan penyakit paru obstruktif kronik.

“Sesak napas bisa jadi tanda peringatan berbagai penyakit serius<’ tulis hasil penelitian itu.

Seperti ditulis laman situs kesehatan “boldsky,” Rabu, 28 Desember 2016,  sesak napas atau dalam bahasa medis disebut dispnea memang sering diabaikan.

Ahmadi mengatakan, sesak napas, khususnya pada usia tua, sering dianggap sebagai proses alami dari penuaan.

Menurut dia, sesak napas kronik harusnya juga dianggap sebagai sinyal peringatan suatu penyakit seperti halnya ketika tekanan darah tinggi.

Apabila Anda tidak memiliki riwayat sakit asma, sesak napas pun harus dicurigai sebagai tanda penyakit lain.

Ahmadi mengimbau siapa pun yang mengalami sesak napas sebaiknya segera mencari pertolongan medis.

Gagal jantung sendiri terjadi karena otot jantung tak lagi mampu memompa darah sebagaimana mestinya. Kondisi itu bisa dipicu oleh penyempitan pembuluh darah hingga tekanan darah tinggi.

Seperti dikutip dari situs Mayo Clinic, sesak napas pada pasien gagal jantung bisa muncul ketika memaksakan diri melakukan sesuatu, bahkan saat akan berbaring.

Selain itu, sesak napas bisa diikuti dengan gejala sangat kelelahan, denyut jantung yang tidak teratur, kemampuan berolahraga menurun, hingga pembengkakan di kaki atau hanya di pergelangan kaki.

Namun, gejala itu juga dapat dijumpai pada penderita serangan jantung.

Maka, penting untuk dapat membedakan berbagai gejala  sesak nafas

Misalnya,  sesak yang menyertai sakit maag.

Seringkali  sakit maag yang dikeluhkan pasien adalah  dispepsia, radang yang terjadi di sekitar dinding lambung bagian dalam.

Sementara itu, sesak nafas atau dalam istilah kedokteran dikenal dengan dispnea, biasa digambarkan berupa rasa kencang di sekitar dada, sulit menghirup udara atau terasa seperti tercekik.

Rasa tidak nyaman atau nyeri pada penderita maag atau dispepsia biasa terasa di sekitar perut bagian atas atau dada.

Gejala yang umumnya dikeluhkan penderita dispepsia antara lain mual, perut terasa penuh, dan bersendawa.

Sebagian orang merasakannya setelah waktu makan, sebagian lagi dapat mengalaminya selama makan walaupun tidak banyak asupannya.

Sesak nafas karena maag merupakan salah satu gejala yang harus segera memperoleh pertolongan medis.

Selain itu, dispepsia juga perlu mendapat pengobatan jika gejalanya  terhitung berat, berlangsung terus menerus atau diiringi dengan muntah

Beberapa jenis obat atau kondisi kesehatan lain bisa saja menyebabkan dispepsia.

Dispepsia dapat dialami pria atau wanita, dari semua kalangan usia, dan termasuk anak-anak.

Umumnya, gejala yang ditimbulkan dispepsia akan hilang dalam beberapa jam tanpa pengobatan.

Beberapa gejala dispepsia seperti sesak nafas, berkeringat, dan rasa sakit dada yang dapat menjalar, memang hampir serupa dengan gejala serangan jantung.

Kedua kondisi ini juga sama-sama memiliki gejala berupa gangguan pencernaan. Oleh sebab itu, untuk memastikan gejala dispepsia atau serangan jantung harus dikenali gejala lainnya.

Pada penderita serangan jantung, sesak nafas diringi dengan rasa sakit pada dada.

Rasa sakit ini berupa dada terasa berat dan tertekan atau seperti ada yang menindih.

Rasa nyeri dan kencang pada serangan jantung juga dapat menyebar di perut bagian atas, bahu, punggung, tenggorokan, lengan, hingga rahang, mirip seperti sakit dada pada dispepsia.

Pada serangan jantung, juga seringkali terjadi munculnya keringat secara berlebihan.

Hal ini disebabkan karena jantung  berupaya memompa darah dengan tenaga ekstra, karena pembuluh darah yang tersumbat. Umumnya yang terjadi adalah keringat dingin atau kulit terasa lembap.

Sesak napas pada serangan jantung biasanya disertai detak jantung yang tidak beraturan ataupun lebih cepat dari normal. Kondisi ini tidak terdapat pada penderita dispepsia.

Gejala dispepsia ringan dan gangguan pencernaan lainnya sering dirasakan oleh banyak penderita sebelum serangan jantung.

Hal ini terutama terjadi pada orang lanjut usia yang memang sering mengalami masalah pencernaan, sehingga sering terabaikan  sebagai tanda serangan jantung.

Sesak nafas akan semakin intens ketika semakin mengarah pada gagal jantung. Kondisi di mana jantung tidak lagi mampu memompa darah untuk tubuh, sehingga cairan masuk ke dalam paru-paru.

Perlu digarisbawahi, kondisi ini sangat mengancam jiwa.

Sesak nafas karena maag atau kondisi lain tidak dapat diremehkan

Komentar