Sensasi Kopi Masih Tetap Nomor Satu

Penulis: Darmansyah

Selasa, 21 Juni 2016 | 09:26 WIB

Dibaca: 0 kali

Sensasi kopi sebagai minuman “number one” sepertinya, tak pernah habis dimakan waktu.

Kabar terbaru yang menghampiri  pecinta kopi, seperti ditulis laman situs “prevention,” Selasa, 21 Juni 2016,  bisat menurunkan risiko depresi sekitar sepuluh persen lebih kecil dibanding mereka yang tidak suka minum kopi.

Mengutip hasil studi terbaru dari National Institutes of Health and AARP, untuk meraih sensasi pengusir depresi itu setiap orang harus minum empat gelas kopi dalam satu hari..

Namun begitu, masih ada penelitian lain yang lebih “murah,”  hanya dua atau tiga cangkir kopi sehari sudah cukup untuk memberi efek baik bagi kesehatan Anda.

Manfaat kopi bukan karena semata-mata karena kandungan kafeinnya, karena perlindungan depresi tidak mencakup semua minuman berkafein.

Efek memerbaiki suasana hati yang diberikan oleh kopi, juga disebabkan oleh kandungan antioksidan di dalamnya, kata pemimpin penelitian Honglei Chen, PhD, ahli epidemiologi di National Institute of Environmental Health Sciences.

Ada juga penelitian yang menunjukkan, bahwa konsumsi kopi secara teratur bisa menunda timbulnya penyakit Alzheimer dan melindungi kita dari diabetes tipe 2.

“Minum tiga sampai empat cangkir kopi setiap hari, dapat membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2 karena kombinasi bahan kimia yang terkandung dalam biji kopi dapat memengaruhi metabolisme,” Jaakko Tuomilehto, MD, PhD, dan co-direktur Congress.

Senyawa kimia seperti asam chlorogenic, misalnya, dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah.

Selain itu, penelitian tentang memori di University of South Florida menemukan, bahwa kopi berkafein mampu meningkatkan kadar hormon yang membantu menghasilkan neuron baru, yang dapat mengurangi risiko Alzheimer.

Secangkir kopi juga mampu meningkatkan kesehatan jantung.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Circulation: Heart Failure menemukan, bahwa konsumsi kopi kadar moderat atau kurang dua cangkir  atau delapan ons sehari dapat menurunkan risiko gagal jantung.

Selain itu, kopi berkafein juga dapat mengurangi risiko karsinoma sel basal, jenis kanker kulit yang paling umum, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Cancer Research.

Secara khusus pula, “prevention” menyarankan untuk tidak n mengandalkan kafein untuk mengatasi rasa lelah dan kurang konsentrasi akibat kurang tidur.

Untuk efek begadang  kafein tidak efektif.

Minuman berkafein memang meningkatkan kewaspadaan dan juga mengurangi kantuk akibat kurang tidur.

Namun, dalam penelitian terbukti, dosis kafein yang biasa kita konsumsi ternyata tidak bisa mencegah penurunan performa akibat kekurangan tidur beberapa hari.

Penelitian itu dilakukan terhadap puluhan  orang dewasa sehat yang kurang tidur selama tiga hari.

Mereka diberi dua ratus miligram kafein  atau plasebo tanpa zat aktif dua kali sehari.

Selain itu, para partisipan juga diberi tes mental setiap jam saat mereka terjaga. Pada beberapa hari pertama, mereka yang diberi kafein mendapatkan hasil tes yang baik. Namun, setelah beberapa hari kurang tidur, ternyata efek kafein tidak sekuat sebelumnya.

Orang dewasa disarankan tidur 7-8 jam setiap malam. Tidur cukup bukan hanya membuat kita lebih produktif, tapi juga membuat tubuh tak mudah sakit dan tentunya lebih bugar.

Kafein merupakan pembangkit energi yang kita konsumsi setiap hari, entah itu dalam bentuk minuman kopi, cokelat, teh, soda, atau pun minuman energi.

Kafein akan diserap masuk ke darah dan jaringan dalam waktu empat puluh lima menit setelah dikonsumsi.

Tetapi, butuh waktu lebih lama dari itu untuk dipecah tubuh dan dikeluarkan dari sistem tubuh.

Menurut James Lane, peneliti dari Duke University School of Medicine, kafein akan bertahan tiga jam lebih pendek pada orang yang merokok.

Sebaliknya, wanita yang mengonsumsi pil KB justru kafein akan bertahan empat jam lebih lama dibandingkan pada wanita yang tidak mengonsumsi pil KB.

“Kehamilan juga bisa memperpanjang masa bertahan kafein sampai 10 jam lebih lama, terutama di akhir masa kehamilan,” kata Lane.

Karena diperlukan waktu sampai dua belas jam untuk membersihkan kafein dari tubuh, maka efek kafein bisanya baru memudar saat akan tidur. Akibatnya esok hari seseorang kembali ingin mengonsumsi kafein..

Komentar