Seks Sehat Mau, Hidup Sehat Diabaikan

Penulis: Darmansyah

Kamis, 15 Mei 2014 | 11:21 WIB

Dibaca: 0 kali

Siapa yang tidak ingin menjalani kehidupan seks yang sehat!

Tapi tidak banyak orang yang tahu bagaimana berperilaku dengan pola kehidupan yang sehat. Kebanyakan kita mengabaikan hidup keseharian yang sehat, tapi berbuat apa saja untuk mengejar keinginan seks yangh
“topcer.”

Sebuah penelitian yang dirilis “Archives of Internal Medicine,” menegaskan pria sehat jpasti memiliki peredaran darah yang sehat. Dengan peredaran darah yang sehat, ereksinya juga lebih kuat dan kehidupan seksnya menjadi “nikmat..

Penelitian tersebut mengatakan bahwa pria dengan hidup sehat ternyata bisa efektif memperbaiki disfungsi ereksi atau dikenal dengan istilah DE.

Buat pria, DE bukan hanya tanda bahaya buat kebahagiaan rumah tangga tapi juga pertanda ada masalah kesehatan serius. Menurut penelitian tersebut, DE bisa menjadi sebuah faktor risiko untuk sakit jantung.

Seringkali

DE muncul sekitar lima tahun sebelum datangnya diagnosis penyakit jantung.

“Faktor risiko penyakit jantung dan DE pada dasarnya hampir sama. Keduanya terjadi karena kurang olah raga, kegemukan atau obesitas, diabetes, merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan pola makan tak sehat.”

“ Anda bisa mengobati penyakit jantung dengan mengubah gaya hidup. Perubahan gaya hidup itu juga akan memperbaiki masalah DE,” kata Stephen L. Kopecky, MD, ahli jantung dari Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, AS yang melakukan penelitian tersebut.

Riset tersebut meneliti seribuan pria dari enam penelitian. Usia rata-rata adalah lima puluh lima tahun. Perubahan gaya hidup dengan atau tanpa obat seperti obat penurun kolesterol memperbaiki disfungsi ereksi dan membantu menurunkan kadar kolesterol darah.

“Ketika seorang lelaki berusia tigapuluhan hingga lima puluh-an tahun menderita disfungsi ereksi, dia sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jantung untuk pemeriksaan lengkap. Segalanya harus diperiksa sebelum terjadi serangan stroke atau serangan jantung,” kata Kopeck kepada “WebMD.”

Gaya hidup sehat memiliki manfaat penting untuk memperbaiki penyakit yang sangat berarti buat pria, yaitu fungsi seks. Sebagian pria tampaknya tidak terganggu dengan gaya hidup yang mendatangkan penyakit jantung atau kanker di masa depan.

“Penggunaan obat untuk disfungsi ereksi yang sangat mahal seharusnya memberikan motivasi pada pria untuk mengadopsi gaya hidup sehat untuk mengatasi keluhan mereka,” kata Thomas A. Pearson, MD, PhD, MPH, dari University of Rochester School of Medicine and Dentistry di New York.

Suzanne Steinbaum, DO, ahli jantung dari Lenox Hill Hospital New York City juga setuju dengan hal ini. Bahwa disfungsi ereksi adalah tanda-tanda dini buat sebuah penyakit jantung.

“Ini adalah satu dari tanda-tanda bahaya yang mengatakan ada masalah lebih besar di jantung. Pola makan, olah raga dan berat badan akan memperbaiki gejala disfungsi ereksi dan menurunkan risiko sakit jantung dan stroke,” katanya.

Adanya disfungsi ereksi itu tampaknya cukup untuk mendorong pria membuat perubahan yang membuat mereka hidup lebih panjang.

Obesitas atau kegemukan bukan hanya bisa berdampak buruk pada kesehatan. Kehidupan seks pun bisa ikut terpengaruh. Ketika pasangan mengalami obesitas, hal apa yang bisa terjadi saat aktivitas bercinta dilakukan?

Seperti dikutip dari ABC Australia, riset yang dipublikasikan di Journal of the American Medical Association mengungkapkan obesitas bisa menyebabkan masalah impotensi pada pria. Penelitian yang dilakukan terhadap pria berusia 35-55 tahun itu mengungkapkan obesitas menjadi faktor risiko terjadinya disfungsi ereksi.

Pria yang kegemukan atau obesitas berisiko tiga puluh persen lebih besar terkena impotensi. Dan ada sekitar delapan dari 10 pria yang memiliki masalah ereksi tubuhnya sangat gemuk.

Dalam risetnya, peneliti kemudian meminta para membagi responden pria ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama diminya untuk menjalani diet dan olahraga, sedangkan kelompok kedua hanya diberikan informasi seputar bahaya obesitas. Kedua kelompok ini diteliti selama dua tahun.

Setelah dua tahun hasilnya, pria obesitas yang mengikuti program penurunan berat badan, hidupnya menjadi lebih sehat. Bukan hanya itu saja, masalah disfungsi ereksi pun jadi lebih membaik setelah berat badan turun. Dari riset diketahui, semakin banyak berat badan berhasil terpangkas, semakin baik juga performa si pria saat bercinta.

Seperti dilakukan para pria obesitas dalam riset yang disebutkan di atas, olahraga dan hidup sehat memang bisa menjadi solusi untuk membuat kehidupan seks lebih baik. Olahraga minimal tiga jam dalam seminggu bisa memperkuat ereksi pria

Kenapa penurunan berat badan bisa mempengaruhi ereksi pria? Dijelaskan penggagas penelitian tersebut, Joan Khoo, MRCP dari Changi General Hospital, Singapura, ketika berat badan, lingkar pinggang dan masa lemak berkurang, sirkulasi atau aliran darah ke penis dan saluran kencing menjadi lebih lancar. Lancarnya sirkulasi darah ini bisa membuat ereksi menjadi lebih kuat.

sumber : www.webmd.com

Komentar