Sekali Lagi Tentang Uban Seorang Lelaki

Penulis: Darmansyah

Rabu, 22 Juni 2016 | 10:25 WIB

Dibaca: 0 kali

Uban dan lelaki adalah paduan yang selalu muncul tidak menyegarkan.

Dan kali ini, laman situs “self,” menulis sedikit detil tentang uban.

Rambut, tulis “self,”  mendapat rona dari melanin, pigmen yang sama yang menentukan warna kulit Anda dan warna mata.

Seiring dengan bertambahnya usia, rambut Anda mulai kehilangan melanin, dan  menurut American Academy of Dermatology,  akhirnya membuat warna rambut berubah dari gelap menjadi abu-abu, perak, atau putih.

Angela Lamb, M.D., dokter kulit di The Mount Sinai Hospital, mengatakan, “Ketika uban muncul, artinya kemampuan sel yang memproduksi melanin menjadi berkurang.

Meskipun tidak sepenuhnya dimengerti apa faktor utama yang memengaruhi produksi melanin rambut, penelitian menunjukkan bahwa kondisi itu terjadi secara alamiah.”

Sementara stres sendiri dikenal sebagai memicu kerontokan rambut.

Hanya ada sedikit penelitian yang menunjukkan, bahwa stres dapat mengubah warna rambut menjadi putih. Dan tentu saja, tidak dapat mengubah semua rambut menjadi putih dengan cepat.

Pemutihan rambut sendiri adalah proses bertahap, sehingga banyak yang berpikir kalau stres memiliki pengaruh.

“Kami tidak memiliki penelitian kuat yang menunjukkan, bahwa stres bisa langsung menyebabkan rambut menjadi beruban,” kata Lamb.

Namun, Jennifer Lin, seorang dokter kulit yang melakukan penelitian biologi molekuler di Harvard Cancer Center, di Boston, menjelaskan kepada Scientific American.

“Ada kemungkinan hormon stres mengganggu sinyal yang menginstruksikan melanosit untuk memberikan melanin ke keratinosit. Bila sinyal tersebut terganggu, melanin tidak akan memberikan pigmen pada rambut Anda. ”

Namun, untuk alasan yang lebih pasti, uban lebih dipengaruhi oleh genetik ketimbang stres. “Genetika memainkan peran terbesar ketika rambut Anda mulai putih di usia muda,” kata Lamb.

Bahkan, para ilmuwan telah mengidentifikasi gen pertama yang bertanggung jawab untuk pemutihan rambut, yaitu IRF4, yang mungkin bisa menjadi kunci untuk mencegah beruban dini.

Orang-orang di usia empat puluhan dan lima puluhan pun sejatinya juga mengalami ini.

“Dari cara manusia dirancang, rambut kita didisain untuk berwarna selama empat puluh lima atau lima puluh tahun,” kata Dr. Tyler Cymet, kepala edukasi klinis American Association of Colleges of Osteopahic Medicine.

Sementara masih ada debat mengenai mekanisme penyebab rambut kehilangan pigmennya, sebagian besar ahli setuju rambut beruban ada hubungannya dengan sel pemroduksi warna di kulit kepala yang disebut melanosit yang mulai tidak berfungsi.

Demikian menurut Dr. Adam Friedman, associate professor dermatologi dari George Washington University.

Rata-rata pada orang kulit putih, tidak berfungsinya melanosit di kulit kepala itu dimulai sekitar usia 35 ditambah atau dikurang sepuluh tahun bergantung gen dalam tubuh.

Proses itu dimulai agak lambat pada orang Afrika Amerika.

Rambut kita tumbuh, menghiasi rambut dan rontok sesuai siklus yang berakhir dari beberapa tahun hingga sepuluh tahun.

Sekali muncul rambut beruban, lebih banyak lagi uban muncul dalam siklus pertumbuhan rambut baru.

“Secara khas, jika rambut separuh beruban, rambut Anda akan hampir semuanya beruban di akhir siklus berikutnya,” kata Cymet.

Dan benar, stres berperan dalam pembentukan uban. “Ada bukti stres dapat memperpendek durasi siklus rambut yang akan mempercepat penyebaran rambut beruban,” kata Cymet.

Stres juga menciptakan peradangan sistemik yang dapat mematikan sel-sel pemroduksi pigmen.

“Anda melihat orang-orang muda dengan penyakit otoimun memiliki rambut beruban. Inflamasi mematikan sel-sel melanosit,” kata Friedman

Komentar