Segelas Kopi Bisa Tingkatkan Konsentrasi

Penulis: Darmansyah

Rabu, 1 Maret 2017 | 08:47 WIB

Dibaca: 0 kali

Sebagai minuman asik, kopi, sepertinya, tak pernah habisnya mendatangkan manfaat dan mudharat bagi penikmatnya.

Nah, kali ini kita bicara tentang manfaat yang dimiliki secangkir kopi

Dari deretan panjang manfaatnya, salah satunya  adalah meningkatkan konsentrasi dan energi.

“Kafein dalam kopi memiliki efek positif pada memori dan proses berpikir,” kata Samantha Heller, R.D., ahli gizi klinis di NYU Langone Medical Center.

Jika Anda termasuk peminum kopi, ada beberapa alasan mengapa setelah meneguk kopi kita lebih segar.

Salah satunya adalah mengonsumsi minuman ini bisa meningkatkan ketahanan fisik.

Risiko terkena penyakit kronik seperti diabetes juga dapat ditekan oleh kopi.

Walau begitu, kopi bukanlah minuman ajaib. Kelebihan konsumsi minuman ini dapat memicu tekanan darah tinggi, gangguan tidur, sakit kepala, dan gangguan pencernaan.

Pastikan konsumsi kafein Anda tak lebih dari tiga ratus miligram per hari atau sekitar dua hingga tiga  cangkir.

Tentu saja, akan lebih menyehatkan jika Anda tidak menambahkan gula ke dalam cangkir.

Anda sedang sibuk bekerja sambil menikmati kopi. Tak sadar, tangan Anda bergetar saat menyeka keringat dari wajah Anda. Ada apa? Apakah Anda terlalu banyak minum kopi?

“Biasanya, tambahan satu atau dua cangkir kopi sehari, tidak menyebabkan masalah kesehatan apapun,” kata Samantha Heller, R.D., ahli gizi klinis di NYU Langone Medical Center.

Namun, jantung berdebar-debar tak keruan dan tangan bergetar, adalah sesuatu yang tidak menyenangkan. Berita buruknya; hal itu akan berlangsung selama beberapa jam.

“Butuh waktu empat sampai enam jam untuk efek kafein menghilang dari sistem tubuh Anda,” kata Heller.

Ada berbagai faktor yang memengaruhi cara tubuh seseorang memetabolisme stimulan. Berat badan, genetika dan tingkat toleransi terhadap stimulan tersebut, akan menentukan reaksi yang akan timbul dan berapa lama reaksi itu berlangsung.

Sayangnya, tidak ada hal yang bisa kita lakukan untuk memercepat proses itu, kata Heller.

Sementara itu, Adam Splaver, M.D., seorang ahli jantung di South Florida, menyarankan Anda minum banyak air putih untuk mendorong kafein keluar bersama air seni jika Anda meminum kopi lebih dari dosisnya

Olahraga juga dapat membantu, karena olahraga akan membakar kelebihan energi dan memercepat metabolisme Anda.

Jika Anda mulai merasakan panik setelah minum kopi, Heller merekomendasikan agar Anda mengambil napas dalam-dalam dan mengingatkan diri sendiri bahwa situasi ini bersifat kimiawi sementara, karena kafein adalah stimulan bagi sistem saraf pusat.

Panik hanya akan membuat gejala bertambah buruk.

Ingin memastikan Anda tidak pernah mengalami keadaan yang menyebalkan itu lagi?

Jika Anda benar-benar tidak bisa hidup tanpa secangkir kafein, batasi asupan Anda hanya empat ratus miligram perhari, kata Heller.

Umumnya, kopi siap minum memiliki takaran sebanyak delapan pulouh hingga dua ratus mililiter persajian.

“Ada banyak variasi tergantung pada jenis dan cara kopi itu diolah,” jelasnya.

Dua atau tiga cangkir kopi, biasanya Anda akan baik-baik saja.

Minum empat cangkir, mungkin akan tetap aman jika Anda memiliki toleransi kafein yang tinggi. Jika lebih dari itu, berarti Anda mencari masalah, kecuali Anda memiliki tingkat toleransi kafein yang amat tinggi.

Perhatikan jika Anda mulai merasa mual, pusing dan seperti ingin pingsan, itu bisa menjadi tanda Anda overdosis kafein.

Meskipun jarang terjadi, overdosis kafein bisa menyebabkan masalah serius, terutama jika Anda memiliki kondisi gangguan jantung atau tekanan darah tinggi.

“Overdosis dapat menyebabkan gangguan irama jantung, vasokonstriksi, serangan jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi pada populasi tertentu,” kata Splaver.

Jika Anda berpikir Anda sudah benar-benar overdosis, segeralah hubungi dokter atau minta seseorang mengantar Anda ke rumah sakit. Lebih baik mencegah sebelum sesuatu yang benar- benar serius terjadi pada Anda.

Saat tekanan pekerjaan muncul, seringkali menikmati segelas kopi menjadi pilihan untuk membantu menenangkan diri. Sayangnya, pilihan itu sebenarnya tak menyehatkan.

“Kafein adalah stimulan yang mendorong tubuh untuk melepaskan hormon stres yang membuat Anda semakin tertekan dan gelisah ketimbang sebelumnya,” jelas Dr Marilyn Glenville, ahli gizi dan penulis buku Natural Alternatives to Sugar.

Menghentikan kafein selama Anda mengalami stres atau cemas adalah pilihan terbaik. Namun, bagi Anda yang sudah rutin mengonsumsinya, disarankan untuk kurangi kafein secara bertahap. Pasalnya, kafein bertindak seperti obat, sehingga Anda tidak disarankan untuk berhenti tiba-tiba.

Anda bisa mengalami gejala yang cukup dramatis bila menghentikan kafein secara tiba-tiba, seperti sakit kepala, mual, kelelahan, kram otot dan depresi.

“Untuk meminimalkan efek ini, cobalah mengurangi secara bertahap. Ini jauh lebih baik untuk mengurangi stres perlahan-lahan. Mulailah dengan memotong setengah porsi dari total asupan kopi per hari, dan kemudian secara bertahap beralih tanpa kafein,” lanjut Glenville.

Lalu, Glenville menambahkan, perlahan-lahan ganti dengan minuman lain seperti teh herbal.

Walau ada jenis kopi tanpa kafein, idealnya, Anda perlu “menghilangkan” kopi walau tanpa kafein bila ingin meredakan stres.

Pasalnya, kopi mengandung stimulan lainnya, yaitu theobromine dan teofilin, yang juga memiliki efek “penambah” cemas dan stres.

Komentar