close
Nuga Sehat

Sarapan Telur Itu Menyehatkan Otak

Peneliti dari University of Eastern Finland, Profesor Jyrki Virtanen, membawa kabar gembira tentang manfaat sangat dominan telur sebagai  nutrisi yang diperlukan oleh otak.

Misalnya saja kandungan  protein, antioksidan lutein dan zeaxanthin yang dimiliki telur.

Penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition ini membantah penelitian sebelumnya yang menyatakan konsumsi telur berkaitan dengan penyakit penurunan fungsi memori, yakni demensia atau alzheimer.

“Sarapan dengan telur benar-benar menyehatkan otak,” bunyi kesimpulan peneltian.

Para peneliti dari Finlandia itu  menganalisis pola makan ribuan pria berusia antara empat puluh dua hingga enam puluh tahun yang tidak memiliki gangguan memori.

Kesehatan mereka diamati selama dua puluh dua tahun.

Peneliti menemukan, mereka yang sarapan telur memiliki kinerja yang baik pada tes neuro-psikologis di bagian lobus frontal. Lobus frontal merupakan bagian otak yang berkaitan dengan fungsi kognitif.

Selain itu, efek konsumsi telur terhadap peningkatkan kadar Kolesterol darah ternyata cuma sedikit.

Walau begitu, hindari makan telur yang digoreng sehingga tidak meningkatkan risiko jantung koroner, tekanan darah tinggi, hingga kenaikan berat badan.

Kandungan vitamin E pada telur bahkan dinilai bisa mengurangi risiko serangan jantung pada orang yang memiliki riwayat sakit jantung.

Kandungan lutein di telur juga membantu melindungi daerah jantung dari penyumbatan arteri.

Sementara itu, penelitian sebelumnya mengungkapkan, konsumsi hanya satu telur sehari saja sudah dapat mengurangi risiko stroke hingga dua belas persen.

Telur dadar, telur mata sapi, telur balado, semur telur, telur rebus dan lain sebagainya. Telur adalah bahan makanan yang disukai oleh sebagian besar warga dunia.

Saking sukanya, ada orang-orang yang menjadi sering sekali mengonsumsi telur. Dari sini, wajar jika kita bertanya, berapa butir telur yang boleh kita konsumsi tanpa harus membahayakan kesehatan?

“Rata-rata orang, makan dua telur sehari, masih bisa dikategorikan tak apa-apa” kata Keri Gans, R.D., ahli gizi dan penulis buku The Small Change diet.

“Tapi ada aturan yang penting untuk diingat, kita harus meninjau pola makan keseluruhan dan melihat sejauh mana asupan lemak jenuh kita,” kata Gans lagi.

“Adalah sehat makan dua butir telur sehari. Tapi, jika makanan Anda lainnya terdiri dari daging merah, keju, susu, dan makanan berlemak lainnya, makan dua butir telur sehari adalah ide yang buruk, karena berarti mungkin Anda akan kelebihan lemak dan kalori,” jelas Gans.

Membuang kuning telur dan hanya mengonsumsi putihnya saja juga bukan ide yang baik. Mengapa?

Ada beberapa nutrisi dalam kuning telur yang tidak akan Anda temukan di putih telur,” kata Gans.

“Semua vitamin larut lemak ditemukan di kuning telur. Jadi, jika Anda mengeliminasinya, bukan saja Anda menghilangkan lemak, tetapi Anda juga membuang banyak zat gizi.

Intinya, menurut Gans, adalah jumlah telur yang bisa Anda konsumsi benar-benar tergantung pada pola makan harian Anda. Satu telur mengndung sekitar 80 kalori, lima gram lemak dan enam gram protein.

Jika Anda sudah mendapatkan banyak protein dan lemak dari makanan lainnya, makan tiga sampai lima telur sehari, sangat tidak dianjurkan.

Tetapi jika pola makan Anda lebih banyak sayuran, menambahkan satu atau dua butir telur ke dalam piring Anda, adalah gagasan yang sangat baik.

Tidak sedikit orang yang sudah sadar pentingnya menjaga kadar Kolesterol membatasi asupan kuning telur. Telur rebus hanya dimakan putihnya saja. Omelet jadi pucat karena hanya memakai putih telur saja.

Para ahli sebelumnya memperingatkan asupan Kolesterol dari makanan dapat membuat naiknya kadar Kolesterol dalam darah yang kemudian akan menyumbat pembuluh arteri dan membuat jantung sakit.

Kolesterol terdapat dalam kuning, bukan putih telur. Alhasil, kuning telur tak dimakan. Hilang sudah campuran air, protein, vitamin dan zat gizi penting lainnya dalam kuning telur.

Sejatinya ada alasan pula untuk tak perlu takut dengan kelezatan kuning telur.

Sebenarnya riset ilmiah membuktikan bahwa makan Kolesterol tak punya dampak nyata pada metabolisme Kolesterol.

Ini artinya, mengonsumsi makanan tinggi Kolesterol tak serta merta membuat Kolesterol naik.

Beberapa bukti penelitian menemukan telur justru mungkin bermanfaat untuk Kolesterol dengan menaikkan kadar Kolesterol baik HDL, yang berhubungan dengan risiko lebih rendah untuk terkena penyakit jantung.

Kuning telur mengandung campuran lemak jenuh dan tak jenuh, yang sebetulnya termasuk makanan sehat.

Kuning telur pun mengandung vitamin E, serta kaya akan karotenoid, zat yang membuat kuning telur berwarna kuning cerah.

Karotenoid yang sehat ini juga terdapat pada buah dan membuat buah menjadi kuning menggiurkan.

Kuning telur kaya akan karotenoid lutein dan zeaxanthin yang membantu kesehatan mata dan melindungi tubuh dari peradangan

Tags : slide