Sakit Ulu Hati Sebab dan Cara Mengobatinya

Penulis: Darmansyah

Kamis, 25 Oktober 2018 | 10:22 WIB

Dibaca: 1 kali

Apakah Anda pernah mengalami sakitnya hulu  hati dengan perasaan nyilu saat tidur?

Ya, terkadang, kita bisa merasakan sensasi nyeri di ulu hati saat tidur.

Sensasi ini bisa membuat kita sulit untuk tidur dengan nyenyak. Sebenarnya, apakah kondisi ini adalah tanda adanya masalah kesehatan yang berbahaya?

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa nyeri pada ulu hati seringkali terkait dengan kenaikan asam lambung menuju ke kerongkongan.

Biasanya, kondisi ini juga disertai dengan sensasi terbakar pada dada atau perut bagian atas. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut sebagai gastroesophageal reflux disease atau GERD.

Banyak orang yang menganggap hal ini sebagai masalah kesehatan yang sepele, padahal, jika dibiarkan dan sering terjadi, bisa jadi akan memicu komplikasi seperti munculnya luka atau perdarahan pada saluran pencernaan bagian atas, tepatnya kerongkongan.

Karena alasan inilah ada baiknya kita menerapkan gaya hidup lebih sehat atau meminta obat pada dokter.

Agar tidak mudah mengalami peningkatan asam lambung saat tidur, pakar kesehatan menyarankan kita untuk tidak langsung berbaring setelah makan.

Ada baiknya kita baru berbaring sekitar dua  jam setelah makan.

Selain itu, berhentilah makan sekitar dua hingga tiga  jam sebelum tidur agar tidak sampai mengalami kenaikan asam lambung saat kita sudah akan beristirahat.

Ada baiknya kita tidak makan atau minum dalam jumlah yang berlebihan, termasuk mengonsumsi camilan saat perut sebenarnya sudah dalam kondisi penuh.

Jika sampai perut berada dalam kondisi penuh, maka asam lambung akan lebih mudah naik hingga ke kerongkongan.

Selain itu, hindari kebiasaan duduk atau berdiri dalam kondisi membungkuk karena hal ini bisa memicu tekanan pada perut yang akhirnya menyebabkan kenaikan asam lambung.

Saat makan, ada baiknya kita tidak mengonsumsi makanan yang bisa meningkatkan asam lambung seperti mie instan, makanan bersantan, minuman berkafein, cokelat, minuman beralkohol, serta sayuran yang bisa memproduksi gas seperti kol dan kubis.

Ada baiknya kita juga menjaga berat badan tetap ideal dan tidak lagi merokok karena kedua kondisi kesehatan ini bisa meningkatkan risiko kenaikan asam lambung. Selain itu, jangan terbiasa memakai pakaian, celana, atau ikat pinggang terlalu ketat.

Saat tidur, ada baiknya kita menempatkan posisi kepala lebih tinggi dari badan agar asam lambung tidak mudah naik ke kerongkongan.

Selain itu, jangan sembarangan mengonsumsi obat maag karena bisa jadi hal ini memperburuk kondisi gangguan lambung.

Selain itu Anda perlu juga tahu penyebab hulu hati dan cara pengobatannya.

Sakit ulu hati adalah masalah yang pasti pernah dialami oleh semua orang. Akan tetapi jika Anda sering mengalami sakit ulu hati sebaiknya perlu berhati-hati, karena bisa jadi itu adalah tanda dari radang kandung empedu.

Nyeri perut di ulu hati tidak selalu berasal dari lambung atau maag, karena bisa juga berasal dari bagian tubuh lain seperti pankreas, kandung empedu, lever, usus dua belas jari bahkan bisa berhubungan dengan serangan jantung.

Data menunjukkan sekitar dua puluh persen pasien dengan keluhan nyeri ulu hati atau nyeri perut disebabkan oleh adanya gangguan pada kandung empedu baik akibat batu atau peradangan itu sendiri. Sementara ulu hati sakit ini hamper delapan puluh persen penderitanya berumur di atas 40 tahun serta tidak ada yang berumur di bawah 30 tahun.

Diagnosis akan lebih akurat mengenai penyebab sakit di ulu hati bisa dilakukan dengan USG abdomen. Metode ini bisa mengetahui apakah ada peradangan baik akut maupun kronis. Selain itu, metode ini juga bisa mengidentifikasi adanya batu pada kandung empedu.

Rasa sakit ulu hati akibat kandung empedu terjadi karena adanya peradangan pada kandung empedu, baik yang berlangsung akut maupun kronis. Namun nyeri ini juga bisa terjadi akibat adanya batu pada kandung empedu. Jika dianalisa lebih lanjut, batu ini terdiri dari batu kolesterol dan batu pigmen.

Sakit ulu hati yang muncul akibat adanya masalah di kandung empedu berlangsung beberapa saat dan berulang (kolik bilier), dan biasanya nyeri ulu hati ini bisa menjalar ke punggung belakang.

Sementara itu, peradangan pada kandung empedu (kholesistitis) yang berlangsung secara tiba-tiba atau akut, bisa ringan hingga berat. Pada kondisi yang berat, infeksi bisa saja mengenai bagian tubuh lain selain kandung empedu seperti pankreas. Jika infeksinya luas dan sistemik maka bisa membahayakan jiwa.

Pasien dengan radang kandung empedu akut perlu dirawat di rumah sakit dan mendapatkan antibiotik sistemik. Jika kondisinya ringan dan batu empedu tidak menimbulkan keluhan sama sekali, biasanya tidak perlu prosedur operasi.

Pengobatan batu kandung empedu yang tunggal dan kecil (diameter kurang dari 1,5 cm) cukup dengan diet dan obat-obatan yang bekerja melarutkan batu kolesterol seperti ursodeoxycholic acid (UDCA). Obat ini biasanya diberikan selama 3 bulan.

Tapi jika kandung empedu yang bermasalah ini terdapat batu di dalamnya dengan ukuran besar maka kandung empedu ini harus diangkat

Saat ini sebagian besar rumah sakit sudah menerapkan teknik laparoskopi, sehingga komplikasi setelah operasi dapat diminimalisir.

Meski begitu, tindakan operasi tidak selalu diperlukan dalam menangani batu empedu, selama terapi obat masih dapat mengobatinya.

Pankreas merupakan organ pengnghasil enzim yang membantu proses pencernaan dan hormon dalam mengatur tubuh memroses gula. Pankreatitis terjadi ketika pankreas meradang.

Rasa sakit akut bisa dirasakan hingga ke punggung yang biasanya diiringi dengan muntah.

Gejala lainnya adalah perubahan warna kulit di sekitar pusar atau pinggang, perut kaku, dan rasa sakit pada perut kian parah seusai makan. Pankereatitis kronis bisa menyebabkan penurunan berat badan dan tinja yang berbau tidak biasa, serta berminyak.

Batu empedu yang memblokir saluran kantong empedu dapat menyebabkan sakit di ulu hati.

Gejala lain yang meliputi adalah kehilangan nafsu makan, mual dan muntah, perut kembung, demam tinggi, kulit terlihat kuning (jaundice), feses berwarna tanah liat, dan sakit yang hebat di dekat sisi kanan atas perut setelah makan.

Kondisi yang menyerang usus besar ini juga menyebabkan kram, perut kembung, buang gas, dan perubahan frekuensi buang air besar (BAB), yang mungkin terjadi karena dinding usus yang dilapisi otot, bergerak lebih kuat.

Penyebabnya belum bisa dipastikan, namun ada beberapa hal yang diduga bisa memicu sindrom iritasi usus. Yang berisiko tinggi terkena sindrom ini di antaranya adalah wanita, orang berusia 45 tahun ke bawah, faktor keturunan dari keluarga juga berisiko.

Kanker lambung muncul saat sel kanker ganas terbentuk di lambung. Kalangan yang berisiko tinggi mengalami kanker lambung adalah pria, perokok, berusia lima puluh lima tahun ke atas, riwayat penyakit infeksi bakteri H. pylori di lambung.

Banyak mengonsumsi makanan yang mengandung garam tinggi, dan memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit ini. Kanker lambung juga akan membuat penderitanya tidak dapat makan banyak, muntah dan terjadi penurunan berat badan.

Inflammatory bowel disease atau radang usus adalah peradangan di dalam usus kecil atau besar. Ini termasuk penyakit Crohn dan kolitis ulserativa.

Peradangan dari IBD dapat menyebabkan jaringan parut dan penyumbatan, yang dapat menyebabkan sakit perut bersama dengan diare dan perdarahan rektal.

Gejalanya kronik, tetapi bisa bergejolak dan mereda dalam siklus, sehingga kadang-kadang sulit didiagnosis. IBD perlu dimonitor secara ketat karena dapat menyebabkan masalah yang lebih serius, bahkan kanker, di kemudian hari.

Stres dapat menyebabkan sakit kepala, tekanan darah tinggi, dan insomnia, yang berkaitan cengan masalah ulu hati. Depresi telah dikaitkan dengan masalah pencernaan (termasuk hilangnya nafsu makan dan penurunan berat badan) serta sindrom iritasi usus.

Dengan kata lain, depresi dapat menyebabkan sakit perut tetapi nyeri perut yang konstan bisa dengan mudah mengarah pada depresi dan kecemasan.

Penyakit radang panggul, infeksi bakteri pada tuba fallopii, rahim, atau indung telur, dapat menyebabkan rasa sakit yang rendah di bawah pusar Anda.

Penyakit radang pinggul dapat menyebabkan jaringan parut pada saluran fallopi dan risiko kemungkinan kehamilan, jadi jika Anda mengalami gejala lain seperti demam, muntah, atau tanda-tanda pingsan, Anda harus segera ke dokter.

Penyakit menular seksual seperti gonore dan klamidia dapat menyebabkan penyakit radang pinggul dan dapat dicegah dengan mempraktikkan seks terlindungi dengan kondom.

Penyebab lain yang kurang mungkin tetapi mungkin dari penyakit radang pinggul dan ketidaknyamanan lambung yang dihasilkan termasuk IUD, kelahiran, atau aborsi, karena hal-hal ini dapat mengganggu leher rahim dan menyebabkan bakteri terbentuk.

Untuk melancarkan sistem pencernaan, minum lebih banyak air dan konsumsi lebih banyak serat. Namun, jika Anda mengalami sembelit lebih dari beberapa hari atau sering mengalami sembelit, minumlah susu magnesia atau susu magnesium. Susu ini relatif lembut dan membantu ketika mengonsumsi serat.

Preklamsia adalah masalah kehamilan dengan ciri tekanan darah tinggi pada ibu yang sedang hamil, kaki dan tangan membengkak, dan adanya protein pada air seni. Kondisi ini dapat merusak organ tubuh, salah satunya ginjal. Bila kondisinya parah, sakit di ulu hati akan terasa sangat signifikan, yang diiringi dengan muntah.

Batu empedu adalah batu yang terbentuk di kandung empedu, kantung kecil yang menggantung di bawah hati, melumpuhkan empedu yang diperlukan untuk mencerna lemak.

Batu-batu ini menyebabkan pembengkakan dan dapat memblokir saluran ke usus, yang mengakibatkan rasa sakit. Nyeri batu empedu cenderung menyerang sisi kanan perut bagian atas, terutama setelah makan makanan berlemak.

Makanan semacam itu memicu kantong empedu untuk berkontraksi. Jika kandung empedu meradang, kontraksi apapun akan diperkuat dan biasanya akan menyebabkan rasa sakit pada.

Komentar