Puasa, Sariawan dan Aduhh.. Tersiksanya

Penulis: Darmansyah

Selasa, 15 Juli 2014 | 09:52 WIB

Dibaca: 0 kali

Berpuasa dengan penyakit sariawan adalah sebuah kenyataan pahit betepa tersiksanya si penderita. Dan, seperti dikeluhkan oleh seoran teman, ia selalu didatangi sariawan ketika menjalani puasa. “Kalau nggak di awal, ya di pernegahan. Bahkan sesekali diakhir puasa,” katanya mengungkapkan deritanya.

Memang benar, sariawan adalah penyakit mulut yang bikin hidup jadi tak nyaman. Gara-gara luka di mulut itu makan terasa tak enak. Bicara pun terasa menyakitkan.

Lantas kenapa sariawan sering muncul saat puasa? Menurut para ahli kesehatan mulut, munculnya sariawan saat berpuasa sebenarnya adalah akibat melonjaknya populasi bakteri di dalam mulut. Bakteri berkembang biak dengan pesat lantaran mulut tidak mengasup makanan apapun dalam waktu yang relatif lama.

Saat perut kosong, asam lambung biasanya naik. Pengaruhnya juga bisa dirasakan pada mulut, populasi mikroba dalam mulut meningkat.

Bakteri lebih menyukai kondisi mulut yang masam. Dengan kondisi seperti itu, mereka dapat berkembangbiak dengan cepat.

Ditambah lagi, selagi tidak mengasup makanan dan minuman dalam waktu yang relatif lama, daya tahan tubuh sedikit mengalami penurunan. Lantas bakteri akan lebih mudah memicu peradangan dan timbul lah sariawan.

Dalam kondisi normal, di dalam mulut terdapat sekitar dua ratus macam macam mikroba. Sehingga ketika seseorang berpuasa dan kurang menjaga kebersihan mulut maka peradangan lebih mudah terjadi.

Peradangan pun tidak hanya terjadi pada mulut yang menimbulkan sariawan, tetapi juga pada tenggorokan. Itulah kenapa saat berpuasa, nyeri tenggorokan juga kerap terjadi.

Ya, hampir semua orang pernah mengalami sariawan, tetapi jangka waktu sembuhnya sariawan bisa berbeda-beda. Ada yang segera sembuh, ada pula yang hingga berminggu-minggu tak kunjung sembuh. Lantas apa yang membedakannya?

Penyembuhan sariawan dipengaruhi oleh banyak faktor. Penyakit itu sendiri juga bersifat multipenyebab. Tak heran bahwa jangka waktu kesembuhan sariawan pun bisa berbeda-beda, tergantung dari penyebabnya.

Sariawan bisa lama tidak sembuh-sembuh itu karena dipengaruhi oleh faktor penyebabnya. Kalau penyebabnya belum disembuhkan, sariawan pun akan sulit hilang, bahkan muncul lagi.

Terjadinya sariawan kerap kali dihubungkan dengan kurangnya konsumsi vitamin C. Maka, untuk mempercepat kesembuhannya, orang pun kemudian memperbanyak konsumsi vitamin tersebut. Namun, ternyata sariawan tidak kunjung sembuh juga.

Bila itu yang terjadi, maka kemungkinan faktor penyebab sariawan bukan hanya kekurangan vitamin C. Beberapa faktor yang memengaruhi munculnya sariawan antara lain faktor genetik, kondisi oral, permasalahan hormonal, hingga stres.

Misalnya sariawan munculnya karena stres, ya selama stresnya belum hilang, sariawannya juga tidak akan sembuh.

Faktor genetik, artinya orang-orang tertentu mudah mengalami sariawan karena pengaruh keturunan. Kondisi oral seperti pemakaian kawat gigi juga dapat menyebabkan sariwan, apalagi bila perawatan kebersihan mulutnya tidak optimal.

Penyakit ini termasuk self limiting disease atau penyakit yang sembuh dengan sendirinya. Untuk meringankan derita yang disebabkan oleh sariawan, disarankan berkumur memakai air garam perlahan-lahan.

Selanjutnya pasien dianjurkan untuk menjaga kesehatan mulut agar sariawan tidak bertambah parah.

Komentar