Pria Minum Manis Bisa Berpenyakit Serius

Penulis: Darmansyah

Kamis, 26 Oktober 2017 | 09:15 WIB

Dibaca: 0 kali

Laman majalah terkenal “reader’s digest,” di rubrik kesehatannya edisi pekan ini  menulis tentang bahaya gula berlebihan untuk para lelaki.

Menurut tulisan itu,  yang mengutip hasil sebuah penelitian dalam jurnal Clinical Science, menghindari istilah “terlalu” dalam konsumsi gula hampir tidak mungkin dilakukan oleh banyak orang, termasuk pria

Untuk Anda tahu gula ada dalam segala makan dan minuman, mulai dari susu protein, saus steak, termasuk kopi yang Anda nikmati sepanjang hari.

Dalam penelitian tersebut, peneliti mengamati sekelompok pria selama dua belas minggu.

Satu kelompok pria merupakan pria dengan kadar lemak liver (lemak hati) yang tinggi, dan kelompok lainnya memiliki kadar lemak liver yang rendah.

Walau begitu, setiap peserta diwajibkan mengikuti diet tinggi gula serta diet rendah gula sehingga para peneliti dapat menentukan dampak gula pada kesehatan.

Hasilnya, pria yang “tanpa sadar” mengonsumsi banyak gula memiliki risiko besar mengalami liver berlemak.

Liver berlemak tidak hanya bisa menyebabkan penyakit liver, tapi bisa mengubah metabolisme lemak di tubuh yang akhirnya meningkatkan risiko kerusakan pada jantung dan sistem kardiovaskular secara keseluruhan, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke di usia lebih muda.

Lebih buruk lagi, diet tinggi gula juga memicu metabolisme lemak yang berbahaya pada pria dengan tingkat lemak liver yang normal.

Dengan kata lain, hasil studi menunjukkan bahwa mengonsumsi gula dalam jumlah tinggi sudah mampu meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular betapapun sehatnya tubuh Anda.

Jika pria ingin membatasi gula, cara termudah adalah dengan menghindari makanan olahan, makanan cepat saji, minuman manis dan soda, serta mengurangi gula dalam kopi.

Walau memerlukan usaha ekstra, menyiapkan sarapan sendiri dengan bahan utuh (seperti alpukat, telur, dan keju) serta membatasi minuman manis sepanjang hari, asupan gula Anda akan turun drastis dalam semalam.

Langkah penting lain dalam membatasi gula sehari-hari adalah dengan menghindari sumber gula terbesar, seperti saus, salad dressing, roti, kopi manis, donat, minuman beralkohol, dan soda.

Selain itu, laman “metro uk,” juga menulis tentang gula.

Menurut tulisan itu, menghindari konsumsi gula bisa lebih sehat dan awet muda.

Untuk itu diianjurka kesetiap orang agar  bijaksana dalam  mengonsumsi gula

Pemanis ini bisa bersifat adiktif namun jika  kelebihan konsumsi gula berdampak buruk bagi kesehatan dan mempercepat penuaan.

Butuh alasan untuk mengurangi konsumsi gula?

Kisah Carolyn Hartz, wanita berusia tujuh puluh tahun yang terlihat segar dan tampak lebih muda tiga puluh tahun ini bisa menjadi inspirasi.

Ia mengungkapkan rahasia penampilannya, yakni tidak mengonsumsi gula.

“Saya sudah dua puluh delapan tahun tidak mengonsumsi gula. Pada awalnya memang sulit karena saya sudah ketagihan gula, tapi saya meyakinkan diri bahwa ini adalah cara untuk tetap sehat dan menjaga bentuk tubuh,” kata Hartz, seperti dikutip Daily Mail.

Tanda-tanda penuaan memang tidak tampak pada penampilan Hartz. Tidak ada kerutan yang menghiasi kulitnya, bahkan wanita yang tinggal di Autralia ini masih tampak seksi mengenakan bikini.

Hartz mengungkapkan, ia banyak mengonsumsi protein saat makan, terutama saat sarapan. “Itu mencegah keinginan ngemil,” ujarnya.

Ia menambahkan, tak perlu menghindari makanan dan minuman yang disukai, tapi berhati-hati pada jenis dan porsinya.

“Semakin tua, metabolisme tubuh akan melambat. Karena itu kita harus memegang kendali dan membuat pilihan sehat. Kita juga perlu bekerja lebih keras,” katanya.

Sebagai pengganti gula, ia menggunakan pemanis yang disebut xylitol, gula pengganti alami yang biasanya ditemukan pada beberapa sayuran dan buah beri.

Selain itu, tidur cukup juga menurutnya elemen yang sangat penting dalam kebugaran. Ia mengaku tidur delapan jam saat malam dan disiplin melakukannya setiap hari.

“Tidur adalah masa ketika tubuh kita diperbaiki dan diperbaharui,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya bersikap optimis.

“Bersikaplah bahagia pada siapa pun dan tak perlu mencemaskan umur. Latih diri Anda untuk melihat gelas sebagai setengah penuh,” katanya.

Komentar