Perdebatan Minum Kopi Sebelum Olahraga

Penulis: Darmansyah

Jumat, 3 Maret 2017 | 15:06 WIB

Dibaca: 3 kali

Perdebatan bolah atau tidak minum kopi sebelum olahraga belum juga berhenti di tengah pro dan kontra para ahli dan peniliti yang setuju dan tidak setuju.

Namun begitu, minum kopi sebelum olahraga punya dua sisi yang tak terpisahkan.

Satu sisi berperan sebagai stimulansia untuk mendongkrak tenaga, di sisi lain punya efek diuretik yang dikhawatirkan akan meningkatkan risiko dehidrasi.

Faktanya, ritual minum kopi sebelum olahraga banyak dilakukan bahkan di kalangan atlet profesional.

Perenang Amerika Serikat, Elizabeth Beisel termasuk atlet profesional yang punya kebiasaan meminum kopi sebelum pertandingan penting.

Awalnya, ia benar-benar merasakan efek kafein sebagai pendongkrak stamina.

“Seratus persen fisik. Saya benar-benar bisa merasakan efeknya. Sekarang, ini mungkin lebih ke mental daripada fisik. Ini sudah menjadi bagian dari rutinitas,” kata Beisel, dikutip dari Foxnews.

Namun dalam padangan awam, keluhan beser atau sering buang air kecil kerap dirasakan seusai minum kopi.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa kopi juga bisa meningkatkan risiko dehidrasi, mengingat saat olahraga tubuh sudah banyak mengeluarkan cairan melalui keringat.

Prof Lawrence Armstrong dari University of Connecticut mengatakan anggapan tentang kopi sebagai pemicu dehidrasi bermula dari sebuah penelitian tahun puluhan tahun silam

Penelitian tersebut mengonfirmasi bahwa kafein dalam kopi punya efek diuretik atau peluruh kencing.

“Kebenaran soal itu adalah, sedikit peningkatan pada pengeluaran urine punya efek yang kecil terhadap kondisi kekurangan cairan tubuh,” jelas Prof Armstrong, dikutip dari Livescience.

Bukan hanya kopi, menurut Prof Armstrong asupan cairan apapun dalam jumlah banyak akan meningkatkan pengeluaran urine.

“Jika Anda minum seliter air, kencing akan meningkat. Tidak berarti Anda tidak perlu minum air,” tambahnya.

Pendapat senada juga disampaikan Katherine Zeratsky, seorang pakar nutrisi dari Mayo Clinic.

Ia menyebut efek diuretik dari kopi sebagai ‘mild effect’ sehingga tidak terlalu meningkatkan risiko dehidrasi. Namun ia mengingatkan, asupan kafein pada beberapa orang tetap punya efek samping.

“Minuman berkafein bisa menyebabkan sakit kepala dan insomnia pada beberapa orang.”

Dan yang terbantahkan, secangkir kopi bisa menjadi stimulansia atau pembangkit tenaga saat berolahraga.

Ada yang menganggapnya sekadar mitos, namun pakar nutrisi olahraga punya penjelasan tentang hal itu.

Kafein memiliki efek energy sparing, mengubah asam lemak menjadi energi. Sehingga lebih menghemat karbo

Efek lebih bertenaga setelah minum kopi, menurutnya ada benarnya.

Namun dalam takaran wajar, kafein dalam secangkir kopi belum dikategorikan sebagai doping.

Pada atlet profesional, kafein juga bisa dianggap sebagai doping jika asupannya melampaui kadar tertentu.

Walau begitu, sensitivitas tiap individu terhadap efek kafein bisa berbeda-beda.

Bagi sebagian orang bisa membangkitkan tenaga, bagi sebagian yang lain malah bisa memicu efek samping yang mengganggu olahraga.

Beberapa atlet profesional punya kebiasaan minum kopi sebelum bertanding.

Bagi yang terbiasa melakukannya, kopi memang menyimpan manfaat yang bisa mendongkrak performa saat olahraga.

Bagi yang tidak terbiasa, minum kopi memang bisa memunculkan sejumlah keluhan.

Di antaranya perut terasa tidak nyaman karena lambung memproduksi gas berlebihan. Juga pada beberapa orang, kopi bisa memicu beser atau sering buang air kecil.

Kadang, jantung juga berdebar-debar setelah minum kopi.

Orang-orang yang punya masalah dengan jantung dan sistem peredaran darah, memang harus berhati-hati saat mengonsumsi kopi.

Namun bagi mereka yang cukup sehat, efek stimulansia dari kafein yang memacu kerja jantung tersebut sekaligus menjadi salah satu yang bisa dimanfaatkan saat berolahraga.

Sekali waktu, cobalah periksa kandungan dalam minuman berenergi.

Salah satu kandungan yang ada di dalamnya adalah kafein, zat yang secara alami terkandung juga di dalam kopi.

Fungsinya adalah memacu kerja jantung, sehingga denyutnya meningkat lebih cepat. Sirkulasi darah dan zat-zat yang dibutuhkan oleh otot menjadi lebih lancar.

Menurut penelitian, laju metabolisme seseorang mengalami peningkatan hingga tiga jam setelah minum kopi. Artinya, laju pembakaran kalori saat berolahraga menjadi lebih baik.

Efek terbaik didapat dengan hanya meminum secangkir kopi, dan tidak dianjurkan untuk lebih dari dua cangkir.

Ketika seseorang mengantuk kemudian minum kopi, level alertness meningkat. Hal yang sama juga terjadi saat meminum kopi sebelum olahraga. Alertness yang meningkat membuat konsentrasi lebih

Komentar