Diet Tak Makan Usai Jam Enam Sore?

Penulis: Darmansyah

Jumat, 18 November 2016 | 08:10 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda termasuk orang yang percaya terhadap nasehat untuk tidak makan setelah jam enam sore?

Kalau iya, apakah isi nasihat benar?

Dan apakah Anda tahu asal usulnya?

Rangkaian pertanyaan itu memang ditujukan untuk meraih kebenaran atas nasehat yang oleh banyak orang diyakini kebenarannya.

Untuk menjawabnya Dana Hunnes, Ph.D., MPH, RD, ahli diet senior di Ronald Reagan UCLA Medical Center dan asisten profesor di UCLA Fielding School of Public Health. Secara sepesial mengungkapkan, “Saya sendiri tidak benar-benar tahu dari mana aturan ini berasal”

Apakah Hunnes tidak menyetuji jadwal makan malam itu?

Hunnes memiliki pendapat, makan di malam hari, atau melebihi jam tujuh malam memang terkait dengan kenaikan berat badan.

Dan membatasi makan besar di malam hari juga terbukti menyukseskan penurunan berat badan, juga.

“Jarang sekali ada yang keluar dari kamar tidur atau menonton televisi di malam hari untuk makan kale. Orang-orang lebih memilih untuk makan sekantong keripik, permen, atau makanan berkalori tinggi lainnya,” kata Hunnes.

“Jadi, menghilangkan makan di malam hari bisa menggiring Anda untuk makan lebih sehat.”

Jadi, saat ditanya apakah berhenti makan setelah jam enam sore dapat menyukseskan penurunan berat badan, jawabannya adalah fakta.

Masih menurut  Hunnes, orang-orang cenderung makan sekantong keripik kentang, permen, atau makanan berkalori tinggi lainnya untuk melerai lapar.

Walhasil, menghilangkan jadwal makan pada waktu malam justru berpotensi menaikkan berat badan dan membuat kita makan makanan yang tidak sehat.

Berlawanan dengan Hunnes, penelitian Brigham Young University menemukan para pemuda mengalami penurunan berat badan setelah menghentikan makan usai jam enam sore.

Ketika mereka diizinkan untuk kembali makan pada waktu malam, berat badan mereka .

Kebanyakan makan atau ngemil pada waktu malam dilakukan tanpa berpikir alias terjadi otomatis begitu saja sehingga Anda tidak memperhatikan jumlah kalori yang Anda asup.

Makanlah dengan kesadaran terhadap jenis dan jumlah yang Anda makan sehingga terhindar dari makan berlebihan.

Jika Anda lapar pada malam hari atau bahkan larut malam, jangan takut untuk makan. Anda tidak harus menahan lapar hanya karena takut angka di jam dinding.

Itu adalah filsafat yang tidak efektif untuk menurunkan berat badan dan dapat menumbuhkan hubungan yang tidak sehat antara Anda dengan makanan.

Sebaliknya, makan makanan seperti biji-bijian atau protein tanpa lemak akan efektif membantu Anda mencapai berat ideal meski dilakukan pada malam hari, kata Hunnes.

Jika Anda sering kelaparan pada larut malam, sangat mungkin itu karena pola makan Anda kurang mencukupi.

“Daripada berpikir tentang menghindari makan pada malam hari, lebih baik fokus pada pemilihan makanan yang sehat dan berkalori rendah tetapi mengenyangkan,” kata ahli gizi Anna Rossinoff, RD.

“Saya memiliki banyak pasien yang hobi melaparkan diri pada waktu pagi, siang, dan sore hari. Ujungnya, mereka makan dengan kalap pada waktu malam,” kata Rossinoff.

“Mulailah hari Anda dengan menyantap sarapan yang lezat yang mengandung sekitar 20 gram protein. Ikuti dengan memakan makanan kaya protein lainnya setiap tiga sampai empat jam,” ujar Rossinoff.

Jika asupan kalori dan gizi Anda cukup, maka kemungkinan Anda menjadi tidak terlalu lapar saat malam tiba.

Sebenarnya, kunci sukses menurunkan berat badan tak hanya menentukan apa yang dimakan dan membatasi kalori, namun juga mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengonsumsi makanan.

Anda bisa mencoba jadwal makan untuk membantu usaha Anda menurunkan berat badan.

Selain tak melewatkan sarapan, pastikan pula untuk menyantap makanan pagi Anda dalam waktu maksimal satu jam setelah bangun tidur untuk menggenjot metabolisme.

Makan di waktu ini akan memangkas 25 persen dari seluruh kalori harian Anda, karena metabolisme tubuh telah dimaksimalkan. Pilihlah makanan pagi yang ringan namun mengenyangkan, seperti buah-buahan, sereal gandum atau roti gandum.

Makanlah dua sampai tiga jam setelah sarapan. Hal ini akan menjaga kadar gula darah tetap stabil dan menghindari keinginan untuk mengonsumsi makanan berkalori tinggi.

Ngemil juga mencegah perasaan lapar berlebih saat makan siang nanti. Namun, batasi kalori camilan maksimal seratus lima puluh kalori atau kurang.

Makan dua sampai tiga jam setelah camilan pagi Anda. Jadikan makan siang sebagai satu-satunya waktu makan di mana Anda boleh mengonsumsi makanan “berat”.

Mengonsumsi lebih banyak kalori di tengah hari memastikan Anda memiliki cukup waktu untuk membakarnya, yaitu sekitar empat puluh persen dari total kalori.

Camilan sore yang ringan dengan kalori tak lebih dari seratus lima puluh akan membantu memuaskan selera makan walau tak makan “besar” malam hari nanti. Nikmati camilan sore tiga jam setelah makan siang.

Makanlah paling lambat pukul tujuh malam. Selesai makan, tunggu dua sampai tiga jam sebelum beranjak tidur.

Makan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat meningkatkan suhu tubuh, kadar gula darah, dan insulin, yang menyebabkan rasa mulas atau masalah pencernaan lainnya.

Menjaga jarak yang jauh antara makan dan tidur juga akan mencegah pelepasan melatonin yang dapat mengganggu proses pembakaran lemak.

Komentar