Sebab Bau Mulut dan Cara Mengatasinya

Penulis: Darmansyah

Selasa, 4 Desember 2018 | 11:32 WIB

Dibaca: 1 kali

Bau mulut?

So pasti tidak mengenakkan.

Ya, bau mulut memang tidak mengenakkan.

Bau mulut tak sedap, dalam istilah medisnya disebut halitosis

Dan ini  bisa jadi sangat mengganggu dan memalukan.

Bayangkan saja, setiap hari Anda harus berinteraksi dan berbicara dengan banyak orang tapi ternyata bau mulut Anda yang tak sedap membuat orang-orang enggan berdekatan dengan Anda. Kondisi ini pasti membuat orang-orang di sekitar Anda dan Anda sendiri jadi tidak nyaman.

Untuk itu, Anda perlu memahami serba-serbi bau mulut tak sedap atau halitosis.

Halitosis atau bau mulut tak sedap disebabkan oleh bakteri-bakteri yang tumbuh dan berkembang biak dalam mulut. Akibatnya, saat membuka mulut atau membuang napas lewat mulut, keluarlah aroma yang tidak sedap.

Bau mulut tak sedap atau halitosis adalah masalah yang umum ditemui. Siapa saja bisa memiliki bau mulut tidak sedap.

Bahkan survei menunjukkan bahwa dau puluh lima persen penduduk dunia mengalami masalah bau mulut tak sedap. Ini berarti pada setiap empat orang, salah satunya memiliki bau mulut tidak sedap.

Namun, kadang mereka yang memiliki bau mulut tidak sedap justru tak menyadari permasalahan mereka. Orang-orang pun cenderung segan untuk memberi tahu Anda jika Anda memiliki masalah bau mulut tak sedap. Jadi, sangat penting untuk memeriksa aroma napas Anda sendiri secara rutin untuk menghindari halitosis.

Caranya adalah dengan menjilat sisi dalam pergelangan tangan Anda. Tunggu sesaat sampai agak kering, kemudian cium aroma air liur Anda tersebut. Apabila Anda merasakan bau yang kurang sedap, itu berarti bau mulut Anda bermasalah.

Cara lain adalah dengan langsung menanyakan pada dokter gigi atau orang-orang terdekat Anda.

Ada banyak hal yang bisa memicu atau memperparah bau mulut tak sedap. Untuk mengetahui apa saja penyebabnya, perhatikan hal-hal berikut ini.

Bau mulut tak sedap yang disebabkan oleh mulut kering terjadi karena kurangnya produksi saliva dalam mulut. Saliva yang juga dikenal sebagai air liur bertugas untuk membersihkan mulut secara alami.

Jika mulut Anda kering, maka bakteri dan kuman pun akan bersarang dengan nyaman dalam mulut Anda. Bakteri dan kuman inilah yang menyebabkan bau tak sedap.

Mulut kering sendiri dipicu oleh dehidrasi, efek samping obat-obatan yang sedang dikonsumsi, atau jika Anda baru saja menjalani radioterapi di sekitar leher dan kepala. Mulut kering juga menjadi alasan di balik bau mulut yang tak sedap ketika Anda bangun tidur di pagi hari.

Bahan-bahan kimia yang terkandung dalam makanan, minuman, atau obat-obatan yang Anda konsumsi bisa terserap oleh darah Anda dan dihembuskan keluar melalui paru-paru.

Itulah sebabnya napas Anda akan berbau tidak sedap setelah Anda mengonsumsi makanan atau minuman yang memiliki aroma yang kuat seperti bawang, petai, dan durian. Sisa-sisa makanan yang tertinggal pada gigi juga bisa menyebarkan aroma tidak sedap pada mulut.

Aroma tembakau yang kuat tidak akan dengan mudah dibersihkan dalam mulut Anda. Merokok juga akan meningkatkan risiko penyakit bagi gusi Anda, yang berarti kemungkinan Anda mengalami bau mulut tidak sedap semakin tinggi.

Beberapa jenis penyakit bisa menyebabkan bau mulut tidak sedap. Salah satunya adalah penyakit gusi dan plak. Plak yang muncul pada gigi terbentuk saat air liur bercampur dengan sisa makanan dan bakteri. Plak akan menempel pada permukaan gigi dan menyebabkan bau mulut.

Penyakit gusi muncul ketika jaringan-jaringan yang mengelilingi gigi mengalami peradangan. Ciri-cirinya adalah warna gusi yang memerah atau jika gusi Anda sering berdarah.

Penyakit lain seperti sinusitis atau benjolan pada hidung juga bisa memicu bau mulut yang tak sedap. Khususnya pada anak-anak, bau tak sedap ini muncul ketika mereka bernapas lewat hidung atau mulut.

Jenis kanker tertentu bisa menyebabkan bau mulut tak sedap, contohnya kanker mulut. Begitu juga dengan berbagai penyakit hati dan metabolisme, bronkitis, dan radang paru-paru.

Penyakit-penyakit ini memproduksi zat-zat kimia yang memicu halitosis. Namun, kasus-kasus seperti ini jarang ditemui.

Untuk menjaga kesegaran dan kesehatan mulut, Anda harus rajin merawat kebersihan mulut. Menggosok gigi dengan bersih paling sedikit dua kali sehari dan flossing perlu Anda lakukan setiap hari. Gosok gigi Anda selama tiga menit dan jangkau setiap area dalam mulut.

Anda pun harus rajin mengganti sikat gigi, yaitu setiap tiga sampai empat bulan sekali. Jika dirasa perlu, Anda juga bisa menggunakan produk pencuci mulut antiseptik.

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter gigi Anda produk-produk apa yang cocok bagi Anda untuk menghindari bau mulut yang tak sedap.

Hindari zat-zat yang memproduksi aroma tidak sedap seperti rokok. Jika Anda mengonsumsi makanan seperti bawang dan durian, pastikan Anda minum banyak air sehingga produksi air liur dalam mulut Anda tidak terganggu.

Dengan begitu, air liur pun akan membersihkan sendiri mulut Anda dari berbagai bau tidak sedap dan bakteri atau kuman yang menempel.

Komentar