Penting, Risiko Stroke Itu Bisa Dicegah

Penulis: Darmansyah

Kamis, 15 Maret 2018 | 15:19 WIB

Dibaca: 0 kali

Siapa yang tidak ciut mendengar kata stroke.

Ya, jika mendengar kata stroke pasti kita akan terbayang pada seseorang yang tidak bisa menggerakkan sebelah atau seluruh anggota tubuhnya.

Penyakit ini banyak ditakuti oleh orang dengan usia lanjut.

Tahukan Anda bahwa kebanyakan penyakit stroke disebabkan oleh fiblirasi atrium atau FA.

FA merupakan gangguan degup atau denyut jantung yang tidak normal.

Berdasarkan data dari penelitian yang dipublikasikan National Center for Biotechnology Informationtahun lalu,  diperkirakan pada tahun dua ribu lima puluh, Asia akan memiliki tujuh puluh dua juta pasien yang mengalami FA.

Sedangkan dua koma sembilan juta di antaranya dapat menderita stroke.

Namun menurut dokter spesialis jantung senior di Singapura, Prof dr Tan Ru San, stroke merupakan penyakit yang dapat dicegah, yakni dengan deteksi dini FA.

“Dengan mengecek denyut nadi, kita bisa tahu itu ada perubahan dari biasanya atau tidak. Misal kita biasanya tidak mudah lelah lalu belakangan gampang lelah dan deg-degan atau napasnya pendek, maka sebaiknya kita harus konsultasikan ke dokter,” ujarnya

Selain menemukan denyut nadi yang tidak teratur, Prof Tan manganjurkan untuk melakukan melakukan pemeriksaan teratur, seperti medical check up.

Selain pemeriksaan jantung, kita dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah dan diabetes.

Tiga hal itu termasuk ke dalam faktor risiko terjadinya stroke. Bukan hanya melakukan pemeriksaan, mengatur stres dan menjalankan pola hidup yang sehat juga termasuk langkah pencegahan terjadinya stroke.

“Risiko stroke bisa diprediksi. Sekitar enam puluh  persen bisa dicegah,” tegas Prof Tan.

Lantas apa saja tanda-tanda stroke yang harus dicurigai?

Pertama, mungkin,tiba-tiba merasa lemas atau mati rasa pada lengan, atau wajah adalah tanda umum dari stroke, terutama bila hanya terjadi pada satu sisi tubuh.

Bila Anda tersenyum dan melihat ke cermin, Anda mungkin akan menyadari bahwa salah satu sisi wajah Anda terlihat turun.

Bila Anda mencoba untuk mengangkat kedua tangan, Anda akan mengalami kesulitan mengangkat salah satu tangan Anda.

Tergantung pada tingkat keparahan stroke, Anda juga mungkin mengalami kelumpuhan pada satu sisi tubuh Anda.

Stroke bisa menyebabkan kebingungan yang tiba-tiba. Contohnya, bila Anda sedang mengetik di komputer atau bercakap-cakap, Anda mungkin tiba-tiba mengalami kesulitan berbicara, berpikir, atau memahami ucapan.

Karena lemasnya salah satu sisi tubuh, Anda mungkin mengalami kesulitan saat berjalan, kehilangan keseimbangan, atau pusing.

Bila tiba-tiba mengalami sakit kepala berat tanpa penyebab yang jelas, Anda mungkin mengalami stroke. Sakit kepala ini bisa dibarengi dengan pusing atau muntah.

Bila Anda memiliki stroke, Anda mungkin mengalami satu atau beberapa gejala. Tidak terpikir oleh Anda untuk menghubungi dokter.

Walaupun Anda cenderung menyadari adanya gejala yang berbeda atau merasa ada sesuatu yang tidak baik dalam diri Anda, Anda mungkin tidak menyadari bahwa ini adalah masalah serius saat sudah terlambat.

Gejala stroke bisa berkembang perlahan dalam hitungan jam atau hari.

Bila Anda mengalami stroke ringan, juga dikenal sebagai transient ischemic attack, gejala biasanya sementara dan meningkat dalam kurun waktu satu sampai dua jam.

Pada kasus ini, Anda mungkin menganggap gejala yang terjadi sebagai stres, migrain, atau masalah saraf.

Namun, tanda atau gejala stroke membutuhkan investigasi lanjut dari dokter.

Bila Anda pergi ke rumah sakit dalam kurun waktu tiga jam dari gejala pertama stroke iskemik, dokter bisa memberikan obat untuk menguraikan gumpalan darah dan mengembalikan aliran ke otak.

Tindakan cepat meningkatkan peluang Anda untuk benar-benar pulih pasca stroke.

Hal ini juga mengurangi cacat berat. Tes FAST sederhana bisa membantu Anda mengidentifikasi stroke pada diri Anda

Ada kondisi lain yang dapat menyerupai gejala stroke, seperti kejang dan migrain. Namun, penting bahwa Anda tidak mendiagnosis diri Anda sendiri.

Bahkan jika Anda memiliki TIA dan gejalanya menghilang, jangan mengabaikan tanda-tanda tersebut.

TIA meningkatkan risiko stroke, sehingga Anda membutuhkan pemeriksaan untuk menentukan penyebab stroke ini, dan Anda perlu untuk memulai pengobatan untuk mengurangi risiko Anda. B

Komentar