Orang Aceh Hanya Tahu Sayurnya, “Pliek U”

Penulis: Darmansyah

Rabu, 1 Mei 2013 | 08:57 WIB

Dibaca: 6 kali

Konsumsi buah dan sayur bagi orang Aceh tergolong rendah. Sedangkan,  makanan dengan kadar lemak, garam, gula dan rempah-rempah menjadi konsumsi utamanya. Urutlah kuliner pupuler Aceh seperti mie yang masih ditambahi dengan kepiting, udang, cumi atau pun yang lainnya. Renangilah dengan sendok kuah mie yang berbalut lemak.

Jangan pula ditanya bagaimana kuah belangong yang “hanya” bersayur nangka atau pisang kepok yang berisi dengan “gapah,” tapi menjadi menu harian. Kalau sayur atau buah?  Sayurnya paling “pleik u” yang juga berbalut lemak. Buahnya? “Mangga saja sudah digadaikan ketika masih berputik,” ujar seorang pengamat gizi di Banda Aceh kepada “nuga.co.”

Menurut catatan dari penelitian bila dirata-rata, tingkat konsumsi buah dan sayur orang Aceh berada di bawah 30 kilogram pertahun atau kurang dari 50 gram perhari. Jumlah itu kira-kira setara dengan setengah buah apel ukuran sedang. Angka ini, kalau dibandingkan secara nasional berada di tingkat terbawah.

Sedangkan,, konsumsi garam, sebagai contoh, orang Aceh  mengonsumsinya  lebih dari yang dianjurkan secara kesehatan, yaitu 5 gram per hari. Kasus ini menjadikan orang Aceh a sebagai salah satu daerah  dengan pola makan tidak sehat. Tak heran jika angka kejadian penyakit kronis seperti darah tinggi dan kolesterol tinggi cukup besar.

Konsumsi gula, garam, dan lemak yang tinggi, serta rendahnya asupan buah dan sayur rentan menimbulkan berbagai penyakit, seperti diabetes, hipertensi, jantung, kanker, dan stroke.

“Tekanan darah tinggi akan memicu risiko stroke. Di  Aceh, seperti juga umumnya di Indonesia stroke menjadi tiga besar beban penyakit tertinggi.”

Mengacu kepada hal itu kita bisa mendengarkan pendapat  Christopher Murray PhD, peneliti dari University of Washington,  yang telah melakukan penelitian di 16 negara, antara lain Malaysia, Brasil, Kamboja, Korea Selatan, dan China. “Kondisi di Indonesia hampir sama dengan yang terjadi di China,” katanya.

Sementara itu, Dr Soewarta Kosen, MPH, peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan, mengatakan, orang Indonesia, termasuk juga Aceh, kurang selektif memilih makanan yang bergizi. “Ukuran utamanya bukan gizi, tetapi rasa dan selera,” katanya.

Untuk mencegah berbagai penyakit kronis, ia menekankan pentingnya konsumsi buah dan sayur secara rutin minimal tiga kali sehari, sama seperti waktu makan.

Anda pasti sudah sering mendengar betapa penting menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang. Salah satu unsur yang tak boleh dilewatkan dalam menu makanan adalah sayuran dan buah-buahan. Namun sayangnya, terkadang sulit bagi untuk terus rutin menyisipkan sayur-sayuran dan buah-buahan ke dalam menu makanan Anda sehari-hari.

Heather Mangieri, ahli gizi dan humas dari American Dietetic Association (USDA), memberikan 6 kiat mudah untuk dapat mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah dalam diet sehari-hari.

Untuk mendapatkan jumlah sayuran dan buah-buahan yang direkomendasikan yaitu 5 kali sehari, mulailah dengan memakannya di awal hari, yaitu pada saat sarapan. Cobalah untuk menyisipkan pisang di sereal, atau sayuran di omelet yang disantap saat sarapan, ujar Mangieri.

Jika Anda memiliki stok buah atau pun sayuran, jangan hanya menyimpannya di kulkas ataupun lemari makanan. Pastikan mereka “terlihat” merangsang untuk disantap. Anda dapat meletakkan buah-buahan di meja makan ataupun ruang tengah, dan jangan ragu untuk menjadikan buah sebagai menu camilan.

Dengan membekukan sayur-sayuran, Anda akan selalu memiliki stoknya di rumah, ujar Mangieri. Selain itu sayur-sayuran beku juga mudah untuk diolah kembali dan mampu disimpan dalam waktu lama. Takut nilai gizinya berkurang? Keri Gans, yang juga humas dari USDA menyatakan bahwa, sayur-sayuran beku biasanya memiliki nilai gizi yang sama dengan sayur-sayuran segar.

Cobalah untuk mengisi setengah dari piring dengan sayur dan buah. Sisanya baru isi dengan makanan berkarbohidrat dan protein.

Saat ini banyak tersedia minuman-minuman jus yang diperkaya vitamin hingga mencukupi kebutuhan sehari. Menurut USDA produk ini boleh saja diminum, namun tidak setiap hari. Karena sumber vitamin dan mineral yang terbaik tetap berasal dari buah dan sayuran segar. Jangan lupa, sayur dan buah segar mengandung serat yang merupakan bagian dari diet sehat.

Mangieri menyarankan untuk menambahkan buah sebagai hidangan penutup setelah makan besar untuk menggantikan es krim. Bentuknya pun bisa yang sudah diolah seperti selai ataupun es buah tanpa tambahan gula. Selain itu Anda juga dapat membuat buah menjadi smoothie, ditambah dengan yogurt, bukan gula. “Rasa manis dari buah sudah cukup untuk indera perasa kita, sehingga tidak perlu ditambahkan gula lagi,” katanya.

 

 

 

Komentar