Intensitas OR Bikin Lansia Panjang Umur

Penulis: Darmansyah

Senin, 6 Agustus 2018 | 09:39 WIB

Dibaca: 0 kali

Memasuki usia lanjut bukan berarti berhenti dari beragam aktivitas. Justru, waktu yang semakin luang seharusnya dapat diisi oleh berbagai aktivitas. Sebut saja aktivitas fisik berupa olahraga yang mampu menjaga kebugaran tubuh dan menangkal serangan penyakit.

Olahraga terbukti bermanfaat untuk segala usia. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa intervensi olahraga bisa memberikan banyak manfaat untuk manusia, termasuk salah satunya memperpanjang angka hidup.

Sebuah penelitian yang diinisiasi oleh Westmead Institute for Medical Research menemukan bahwa olahraga dengan intensitas yang lebih tinggi dapat memberikan angka harapan hidup yang lebih panjang. Orang tua yang berolahraga di atas tingkat yang direkomendasikan memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kronis.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Nature Scientific Reports Journal itu melibatkan sefribu lima ratus orang dewasa berusia di atas lima puluh  tahun di Australia. Penelitian terus diamati hingga sepuluh tahun kemudian.

Hasilnya, penelitian menemukan bahwa mereka yang mengeluarkan energi sebesar lima ribu metabolic equivalent of task  setiap pekan atau berolahraga intensif selama 600 menit, dua kali lebih mungkin terhindar dari stroke, penyakit jantung, kanker, dan diabetes.

Sebagai informasi, MET merupakan ukuran dari intensitas olahraga berdasarkan konsumsi oksigen dan energi yang dihabiskan.

Bamini Gopinath, profesor dari University of Sydney mengatakan, aktivitas fisik dengan intensitas lebih tinggi mampu meningkatkan kemungkinan ‘pertambahan usia’ hingga 10 tahun. Meski terdengar menarik, tapi MET tak sesederhana getol berjalan kaki setiap hari.

“Temuan kami menunjukkan bahwa tingkat aktivitas fisik perlu beberapa kali lebih tinggi daripada apa yang saat ini WHO rekomendasikan untuk mengurangi risiko penyakit kronis bagi lansia,” jelas Gopinath, mengutip Daily Mail

Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan setiap individu untuk melakukan aktivitas fisik minimal  dalam setiap pekan.

“Beberapa lansia mungkin tidak bisa mencapai aktivitas fisik yang intensif,” ujar Bamini.

Untuk memenuhi tuntutan itu dan mendapat ‘tambahan usia’, seseorang perlu berjalan selama  dua puluh satu jam atau berlari selama sepuluh setengah  jam.

“Kami mendorong lansia yang kurang aktif untuk melakukan beberapa aktivitas fisik, dan bagi lansia yang sudah rajin berolahraga kecil untuk meningkatkan intensitasnya,” kata Bamini.

Lantas olahraga apa saja yang bias dilakukan lansia?

Aerobik dapat membantu para lansia untuk membakar lemak berlebih, menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat, dan menjaga kelenturan dan kesehatan sendi, menjaga kesehatan jantung, serta dapat meningkatkan tingkat energi tubuh secara keseluruhan.

Membangun kekuatan tubuh memang membutuhkan waktu dan tergantung dengan tingkat aktivitas dan status kesehatan yang Anda miliki.

Cobalah untuk memulai dengan melakukan gerakan sederhana seperti squat atau sit-up.

Proses pembentukan otot memerlukan waktu, namun melakukan olahraga sangat bermanfaat untuk lansia. Anda bisa memulainya dengan cara melakukan gerakan yang low-impact, seperti squat, taichi, berenang, berjalan, bersepeda.

Jika Anda melakukan hal tersebut dengan rutin setidaknya dalam waktu 6  minggu, Anda akan merasakan dampaknya bagi kesehatan, seperti lebih merasa bugar dan kuat.

Bila Anda berusia 65 tahun atau bahkan lebih, Center for Disease Control and Prevention menganjurkan untuk melakukan olahraga aerobik minimal seartus liam puluh  menit per minggu dengan tingkat intensitas gerakan yang sedang.

Meskipun Anda melakukan olahraga untuk melatih beberapa otot saja, hal ini tetap memberikan dampak besar untuk lansia.

Dengan begitu setidaknya Anda mampu dan kuat untuk mengangkat belanjaan ketika berbelanja, menaiki tangga, dan bangun dari tempat tidur atau kursi. CDC merekomendasikan untuk melatih kekuatan otot setidaknya dua  kali dalam seminggu.

Jika Anda sudah lama tidak melakukan olahraga dan ingin memulai melakukannya kembali maka lakukan dengan pelan-pelan dan bertahap. Anda bisa secara bertahap membangun daya tahan otot, kekuatan otot, keseimbangan, lalu kelenturan tubuh. Hal yang paling sederhana dan mudah dilakukan untuk memulai untuk berolahraga kembali adalah dengan cara berjalan santai

Komentar