“Ngopi” Bisa Tingkatkan Performa Fisik

Penulis: Darmansyah

Senin, 5 Juni 2017 | 09:15 WIB

Dibaca: 0 kali

Sekali lagi tentang manfaat kopi.

Dan ternyata, minuman mengandung kafein itu bisa meningkatkan performa asal dilakukan sebelum memulai olahraga.

Kopi memang menjadi andalan banyak orang di seluruh dunia untuk meningkatkan performa fisik

Performa ini muncul dalam hal konsentrasi dan kewaspadaan.

Itu sebabnya minum kopi jadi ritual pagi banyak orang. Manfaat ini juga sudah diakui para atlet dan peneliti.

Penelitian menunjukkan, konsumsi minuman mengandung kafein satu jam sebelum berolahraga akan meningkatkan kebugaran pada atlet lari, bersepeda, atau renang, jika dibandingkan dengan yang tidak minum kafein terlebih dahulu.

Kafein disebutkan akan mempermudah otot membakar lemak tubuh. Meski begitu, untuk mendapat manfaat tersebut para pelatih biasanya meminta atletnya tidak menyentuh kafein selama beberapa hari atau minggu.

Atlet memang disarankan untuk berhenti minum kopi atau hal lain yang mengandung kafein selama hampir seminggu sebelum kompetisi besar.

Dalam studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Applied Physiology, dibuktikan sebaliknya.  Manfaat kafein bisa didapatkan tanpa harus berpantang selama behari-hari.

Profesor fisiologi dari Universitas Sao Paulo Bruno Gualano menguji riset tersebut kepada 40 pembalap sepeda pria.

Para peneliti mengelompokkan pembalap menjadi kelompok rendah kafein, yang rata-rata minum secangkir kopi atau kurang setiap hari; kelompok kafein moderat, yang setara dengan sekitar dua cangkir kopi tiap hari

Dan kelompok kafein tinggi, yang minum tiga cangkir kopi atau lebih setiap hari.

Para pesepeda kemudian diminta mengikuti tiga kali uji coba fisik di laboratorium.

Pada setiap kunjungan, mereka menyelesaikan jenis percobaan waktu khusus, untuk bersepeda sekuat tenaga sampai membakar sekitar empat ratus lima puluh kalori selama tiga puluh menit.

Satu jam sebelum bersepeda, mereka menelan tablet yang mengandung sekitar 400 miligram kafein, setara dengan sekitar empat cangkir kopi.

Kemudian pada satu jam sebelum yang lain, mereka menerima tablet yang tampak identik, namun bukan berisi kafein atau plasebo.

Mereka tidak menerima tablet sebelum kunjungan terakhir mereka.

Hasilnya, mereka yang meminum kafein rata-rata bersepeda tiga koma tiga persen lebih cepat dibandingkan saat mereka tidak meminum kafein.

Hasilnya ditemukan sama pada para pesepeda dari pengguna kafein berdosis ringan, sedang dan berat.

Gualano mengatakan bahwa temuan ini bisa membantu atlet untuk manfaat kafein tanpa harus menghindari kopi behari-hari.

Kendati demikian, dosis berlebih kafein memiliki efek samping yang tidak diinginkan dan bahkan berbahaya, misalnya rasa gugup, sakit kepala, jantung berdebar dan sakit perut.

Jika Anda ingin menggunakan kafein untuk memperbaiki performa fisik Anda, Gualano mengatakan, mulailah dengan dosis kecil.

Secangkir kopi satu jam sebelum berolahraga mungkin cukup untuk memudahkan dan memperbaiki latihan Anda selanjutnya.

Bila keinginan ngopi sudah memanggil, biasanya pecinta kopi sering lupa untuk memperhatikan batas aman untuk minum kopi.

Padahal, takaran kafein yang dikonsumsi perlu diperhatikan agar kesehatan tak terganggu.

Batas aman konsumsi kafein menurut studi terbaru ternyata adalah empat ratus miligram kafein atau sekitar empat cangkir kopi perhari.  Namun, untuk ibu hamil disarankan tak lebih dari tiga cangkir perhari.

Demikian menurut sebuah temuan yang diterbitkan dalam jurnal Food and Chemical Toxicology, yang telah meninjau tujuh ratus empat puluh studi tentang efek kafein pada manusia.

“Kami menyimpulkan bahwa jika kadar asupan kafein tidak berlebihan, tidak ada efek samping bagi kesehatan,” kata penulis penelitian, Dr Eric Hentges, executive director of the International Life Sciences Institute .

Konsumsi kafein yang berlebihan bisa menyebabkan berbagai masalah, mulai dari kegelisahan, sulit tidur, hingga gagal jantung.

Tidak hanya itu, konsumsi kafein secara berlebihan pun dapat menimbulkan efek lainnya. Seperti memengaruhi kesehatan pada tulang, otak dan reproduksi

Komentar