“Ngopi” Bisa Membikin Umur Lebih Panjang

Penulis: Darmansyah

Rabu, 4 Juli 2018 | 09:08 WIB

Dibaca: 1 kali

Minumlah kopi dan Anda akan bias  menuai usia yang lebih panjang.

“Ngopi dan usia panjang?”

Ya, itulah  temuan terbaru dari minum kopi yang  dapat membuat hidup lebih lama, terutama bagi yang rutin minum setiap hari.

Dalam makalah yang terbit di jurnal JAMA Internal Medicine,  minum kopi dikaitkan dengan tingkat kematian yang lebih rendah.

Kesimpulan tersebut didapat setelah para peneliti dari National Cancer Institute memeriksa ratusan ribu  data kependudukan dan kesehatan warga Inggris, Skotlandia, dan Wales

Data yang diamati selama satu dekade menunjukkan tiga perempat peserta merupakan peminum kopi.

“Kami menemukan, orang yang minum dua sampai tiga cangkir kopi setiap hari memiliki dua belas persen risiko kematian yang lebih rendah dibanding mereka yang tidak minum kopi,” kata Erikka Loftfield, dilansir NPR

Erikka mengatakan, manfaat tetap dirasakan bagi peminum kopi bubuk dan instan, juga kopi dengan atau tanpa kafein.

Selama sepuluh tahun penelitian, ada empat belas ribu lebih peserta yang meninggal dunia.

Mereka menemukan kematian yang disebabkan penyakit, termasuk kanker dan penyakit kardiovaskular terus menurun selagi konsumsi kopi meningkat.

Lalu, apakah dengan penelitian ini artinya seseorang harus mengonsumsi lebih banyak kopi?

Erikka tegas menjawab tidak.

“Fokus studi ini adalah memberikan kepastian bagi peminum kopi, bukan panduan. Kesimpulan ini tidak mengharuskan orang untuk memulai terbiasa minum kopi demi kesehatan,” katanya dilansir The New York Times,

“Biji kopi penuh dengan berbagai nutrisi dan phyto-kimia.” kata ahli nutrisi Walter Willet dari Harvard School of Public Health kepada NPR

Senyawa yang terkandung di dalamnya meliputi lignan, magnesium, dan beberapa di antaranya dapat membantu mengurangi resistensi insulin dan peradangan.

“Kopi, memiliki ribuan senyawa kimia termasuk sejumlah senyawa yang kaya akan antioksidan seperti polifenol,” ujar Christopher Gardner, ahli nutrisi di Stanford Prevention Research Center.

Gardner mengatakan, saat ini ada banyak bukti ilmiah yang mendukung gagasan bahwa kopi baik dijadikan menu sehat dalam diet kita.

Pada tiga tahun lalu, para ahli di balik Pedoman Diet AS menyimpulkan bahwa kebiasaan minum kopi setiap hari dapat membantu melindungi diri dari diabetes Tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.

“Bayangkan Anda sedang minum kopi, bukankah Anda merasa sedikit lebih rileks?” tanya Gardner.

Sebelumnya ada temuan bahwa kopi bias lendungi jantung.

Kafein dalam jumlah sedang sebenarnya bisa melindungi jantung.

Efek menguntungkan ini ditemukan para peneliti dengan mempelajari gen-gen tikus.

“Kami ingin melakukan penelitian ini untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa kopi tidak buruk bagi jantung seperti yang orang pikirkan selama ini,” ungkap Dr Judith Haendeler, co-author penelitian ini dikutip dari ABC News

Penelitian sebelumnya menunjukkan, kafein bisa membantu memperbaiki sel-sel yang melapisi pembuluh darah. Sel-sel ini disebut dengan sel endotel.

Berdasarkan hal ini, para peneliti dari Heinrich-Heine-University dan IUF-Leibniz Research Institute for Environmental Medicine di Duesseldorf, Jerman mengeksplorasi alasan konsumsi kafein dapat dikaitkan dengan perlindungan jantung.

“Sangat penting untuk mengetahui apa yang terjadi pada tingkat molekuler dan seluler dengan jumlah kopi tertentu untuk mengetahui potensi efek protektif kopi,” ujar Dr Joachim Altschmied, kepala laboratorium IUF-Leibniz Research Institute for Environmental Medicine sekaligus peneliti studi ini.

Sebagai informasi, penelitian ini dilakukan pada tiukus dan sel yang dikultur dari manusia.

Para peneliti mengamati peran kafein pada siklus sel gen inhibitor yang dikenal sebagai mitokondria p27.

Mitokondria p27 sendiri merupakan organel yang dikenal sebagai penghasil energi untuk sel.

Penelitian ini menggunakan standar empat cangkir kopi per hari. Mereka memberikan dosis kopi tersebut kepada tikus selama sepuluh hari sebelum memicunya dengan serangan jantung pada hewan pengerat itu.

Hasil yang dilaporkan dalam jurnal PLOS Biology ini menunjukkan, sel-sel pada tikus yang mendapat kafein memperbaiki kerusakan serangan jantung lebih baik daripada tikus yang tidak mendapat kafein.

Dirangkum dari Science News, kafein membantu memindahkan protein mitokondria p27 tersebut. Ini artinya, dengan konsumsi kopi meningkatkan produksi energi yang membantu sel-sel jantung pulih dari kerusakan.

Meski penelitian ini dilakukan pada tikus, tapi manusia juga diketahui memiliki mitokondria p27 tersebut.

Hal ini meningkatkan kemungkinan bahwa kafein juga punya efek yang sama pada manusia.

Walau ada kemungkinan tersebut, para peneliti juga mengingatkan bahwa kemungkinan reaksi berbeda pada manusia juga bisa terjadi.

Mereka berpikir, diet dan olahraga juga memainkan peran dalam hubungan kafein dan gen p27. “Penelitian kami dengan tikus dan sel manusia tidak sepenuhnya mencerminkan situasi yang tepat dari manusia yang hidup,” ujar Haendeler.

“Anda tidak bisa hanya menyamakan olahraga dan diet pada manusia hidup dengan sel yang dikulturkan,” sambungnya.

Namun, penelitian ini menambah beberapa wawasan yang diperlukan tentang mengapa kafein membantu orang dengan risiko penyakit kardiovaskular.

“Terlepas dari apa yang dikatakan penelitian ini, penting untuk minum kafein dalam jumlah sedang,” kata Haendeler.

“Kami tidak ingin memberikan ide-ide palsu tentang kafein dapat menjadi racun dalam dosis yang mematikan,” sambungnya.

Komentar