Nasi Itu Sehat, Kok!

Penulis: Darmansyah

Kamis, 7 Februari 2013 | 09:47 WIB

Dibaca: 0 kali

SEORANG ibu mengeluh tentang kondisi tubuh anaknya yang kelebihan berat. “Montok, ya montok. Tapi beratnya sudah tiga puluh enam dalam usia tujuh tahunan,.” tutur si ibu dengan nada cemas.  Kecemasan sang ibu dilontarkan di sebuah arisan ketika teman-temannya dengan gemas mencolek si anak,

Akibat kelebihan berat badan si anak, sang ibu sejak beberapa bulan terakhir, melakukan proteksi dengan mengurangi asupan nasi sebagai makanan si buah hatinya itu. Tindakan si ibu mendapat protes si anak. “Abis, kalau belum nasi dia menganggap belum makan,” kata sang ibu dengan nada serius.

“Kalau diajak jajan  keluar rumah kami direpotkan oleh pilihan menunya. Ia hanya tahu menu nasi.” Bahkan, dalam kesehariannya si anak bisa makan nasi empat lima kali. “Kini saya atur tiga kali saja dengan porsi tertentu.”

Betulkah tindakan si ibu?  Kita sedang tidak membahas betul atau salah tindakan proteksi nasi  yang dilakukan si ibu. Yang ingin kita jelaskan adalah, kandungan sehat yang ada dalam makanan itu. Sebagai makanan utama, ada  perlunya  kita  mengetahui kandungan dan unsure apa saja yang ada pada  nasi.

Nasi memang menjadi makanan utama sebagai konsumsi di kawasan Asia Selatan. Termasuk  di Indonesia,  yang konsumsi perkapitanya per tahun merupakan yang tertinggi di dunia. Bahkan, kalau di Aceh konsumsi perkapitanya jauh lebih tinggi lagi. Sehingga muncul adagium tentang makan di kalangan penduduk negeri ini,”kalau belum mengonsumsi nasi berarti belum makan.”

Catatan statistik yang dikeluarkan setiap tahunnya, dan menjadi acuan untuk pembelian stok nasional di Indonesia menyebut trend peningkatan konsumsi beras, baca di sini nasi,  terus meningkat serta mencemaskan. Kebijakan perberasan dengan produksi mau pun impor menjadi keributan tersendiri di negeri ini.

Bahkan, sebagai komoditi utama, kenaikan atau penurunan harga beras di negara ini menjadi angka indikator utama tingkat inflasi.  Juga, Indonesia tercatat sebagai negara pengimpor beras terbesar di dunia sepanjang sejarah.

Padahal di negara Eropah dan Amerika,  kentang  lebih banyak dikonsumsi. Untuk itu seperti kita kutip dari “Boldsky. com”  masalah nasi sebagai makanan pokok bisa kita jelaskan mengapa ia menjadi menu yang sehat. Apa saja kandungan yang ada dalam nasi itu.

Lantas muncul pertanyaan, kenapa harus nasi?  Nasi, terutama nasi beras coklat ternyata  lebih sehat untuk dikonsumsi  karena memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi  dengan unsure  protein, pati dan  nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Nutrisi yang ada dalam kandungan nasi seperti tiamin dan niacin,  bisa meningkatkan  Selain itu nasi juga mempunyai level metabolisme dan berkontribusi menjaga jantung tetap sehat. Bahkan bisa lebih sehat karena mengandung vitamin B12 yang sangat penting untuk fungsi sistem saraf.

Seperti yang kita kutip dalam “boldsky. com,” indeks glikemik  yang ada dalam kandungan nasi lebih rendah. Di samping itu ia juga  mengandung mineral mangaan yang berfungsi sebagai kofaktor yang membantu beragam fungsi tubuh.

Kenapa nasi menjadi makanan pokok negeri ini. Secara berseloroh seorang ahli gizi mengatakan, Anda pasti bisa merasa kenyang setelah memakannya. Ia malah  bisa dicerna dengan mudah. Nasi,memiliki kandungan vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Untuk tip,  jenis nasi atau beras mana yang lebih baik untuk di konsumsi, para ahli menganjurkan  pilihlah nasi beras coklat atau beras merah yang lebih bernutrisi daripada nasi beras putih.

Komentar