Morning Sickness, “Penyakit” Wanita

Penulis: Darmansyah

Kamis, 12 Januari 2017 | 10:17 WIB

Dibaca: 1 kali

Morning sickness, lantas mual dan muntah.

Nah apakah itu tanda  kehamilan.

Jawabannya  selalu tanda kehamilan.

Morning sickness juga bisa disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya saja ketidakseimbangan hormonal, asam lambung yang naik, gangguan tidur sleep apnea, stres, atau depresi.

Menurut ketua American Medical Association Dr.Brian Morton, peleasan hormon dari otak akan menentukan apakah kita adalah orang yang terbiasa bangun pagi atau malam hari.

Ia menjelaskan, rasa mual-mual di pagi hari bisa disebabkan karena ketidakmampuan otak melepaskan hormonal alami, seperti adrenalin atau serotonin, saat kita bangun pagi.

“Ritme biologi siang dan malam pada setiap orang berbeda-beda. Pada wanita, hal ini ditambah lagi oleh pengaruh hormon saat menstruasi,” kata Morton.

Gejala “morning sickness” juga tidak selalu dialami wanita, tapi juga pria. Penyebab paling sering dari kondisi ini adalah reflux, yakni asam lambung naik ke kerongkongan.

“Gejalanya seperti ada rasa pahit di mulut atau nyeri di bagian bawah perut. Atasi dengan minum susu atau antasida untuk mengatasi asam yang berlebihan,” katanya.

Untuk mencegah reflux, Morton menyarankan untuk jangan melewatkan makan malam.

Hindari pula konsumsi alkohol yang berlebihan atau kurang minum sebelum tidur.

Pada sebagaian orang, menaikkan bantal di bagian kepala bisa membantu.

Jika Anda sedang hamil muda, ahli menyarankan untuk berpikir dua kali sebelum mengonsumsi obat morning sickness atau obat anti mual, kecuali atas rekomendasi spesialis kandungan.

Belum lama ini Kim Kardashian dibayar oleh Duchesnay untuk mempromosikan produk obat morning sickness bernama Diclegis di Instagram.

Sayangnya, ia tak menyebutkan kinerja dan efek samping dari mengonsumsi obat tersebut.

Walau belum tentu tidak aman, tapi ahli mengatakan tidak ada yang benar-benar dapat menyingkirkan morning sickness.

Dr. Navindra Persaud, seorang dokter keluarga dan komunitas di Rumah Sakit Toronto St Michael, baru-baru ini menerbitkan sebuah makalah di jurnal PLoS ONE yang mempertanyakan validitas dari studi yang tidak dipublikasikan FDA yang telah digunakan sebagai pendukung dari khasiat dari pil morning sickness Diclegis tersebut.

“Kami berusaha untuk menyediakan informasi lengkap dan akurat bagi pasien dan dokter, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang tepat,” kata Persaud. “Informasi ini dapat mendorong FDA untuk meninjau kembali keputusan itu.”

Richard Harris dari organisasi media NPR menulis, bahwa FDA pun bahkan belum menemukan obat yang efektif untuk menyembuhkan morning sickness.

The American Congress of Obstetricians dan Gynecologists sendiri merekomendasikan ibu hamil untuk melakukan cara alami untuk meredakan morning sickness seperti konsumsi lebih banyak air putih, buah, atau konsumsi biskuit.

Sehingga mengonsumsi obat morning sickness selama hamil adalah jalan terakhir dan perlu dikonsultasikan dahulu ke dokter kandungan

Menurut penelitian yang diterbitkan awal minggu ini, kondisi mual muntah yang dialami oleh wanita di awal kehamilan, memiliki efek protektif bagi janin.

Antara lima puluh hingga delapan puluh persen wanita hamil melaporkan merasa mual atau muntah selama trimester pertama mereka, ungkap temuan dalam Journal of American Medical AssociationInternal Medicine.

Kondisi ini sering disebut “morning sickness,” meskipun dapat memengaruhi wanita hamil di sepanjang hari hingga malam hari.

Dalam sebuah penelitian terhadap  wanita, mual dan muntah dikaitkan dengan penurunan risiko keguguran, papar penelitian yang dipimpin oleh Enrique Schisterman dari S National Institute of Child Health and Human Development.

Semua wanita yang terlibat dalam penelitian telah memiliki satu atau dua kali keguguran sebelumnya. Mereka lacak kembali gejala mual yang telah ditulis dalam buku harian.

Beberapa ahli percaya, rasa mual dapat mendorong kehamilan yang sehat dengan menjaga wanita makan lebih sedikit, sehingga mengurangi risiko paparan racun dalam makanan pada janin.

Penurunan asupan makanan akibat mual juga muncul untuk menurunkan tingkat sirkulasi insulin dan mendorong pertumbuhan plasenta, penelitian menunjukkan.

Siripanth Nippita dari Beth Israel Deaconess Medical Center dan Laura Dodge dari Harvard Medical School mengatakan, “Kami berharap bahwa penelitian tersebut bisa lebih memperdalam pemahaman kita tentang penyebab mual dan muntah dalam kehamilan,” tulis mereka.

Komentar