Mentega Lebih Sehat dari Minyak Kelapa?

Penulis: Darmansyah

Minggu, 18 Juni 2017 | 10:08 WIB

Dibaca: 0 kali

Halaman kesehatan media terkenal dunia “new york post,” hari ini, Minggu, 18 Juni, dalam edisi terbarunya menrunkan tulisan tentang kesehatan mentega di banding dari minyak kelapa untuk kemaslahatan jantung.

“Minyak kelapa lebih buruk untuk jantung Anda daripada mentega dan daging sapi,” tulis artikel itu..

Mengutip studi  The Dietary Fats and Cardiovascular Disease Advisory, minyak kelapa mengandung delapan puluh dua persen lemak jenuh, sedangkan mentega hanya enam pluh tiga persen.

Menurut laporan tersebut minyak kelapa juga menyebabkan kolesterol meningkat lebih tinggi dibandingkan daging sapi yang mengandung lemak jenuh sekitar lima puluh persen, atau minyak babi yang mengandung lemak jenuh sekitar tiga puluh sembilan persen.

Berdasarkan laporan itu, selama ini orang menganggap minyak kelapa lebih sehat karena klaim bahwa minyak nabati selalu lebih baik daripada produk hewani.

American Heart Association menambahkan, “Kami menyarankan agar tidak menggunakan minyak kelapa saat masak.”

Di lain pihak, dalam penelitian sebelumnya, minyak kelapa disebut sebagai minyak yang lebih sehat. Dr Joseph Mercola, yang meneliti minyak kelapa virgin menyebutkan minyak ini amat sehat karena mengandung asam laurat yang juga terdapat dalam air susu ibu dan berfungsi mencegah berbagai macam infeksi.

Lalu mengapa ada sebagian hasil penelitian yang menganggap minyak kelapa berbahaya?

Thomas Brenna, profesor ilmu gizi di Universitas Cornell menduga bahwa riset-riset negatif terhadap minyak kelapa menggunakan contoh minyak yang telah mengalami hidrogenasi.

“Hasilnya tentu berbeda dengan minyak kelapa virgin yang diproses secara alami,” ujar Dr Brenna.

Ia juga menyebutkan adanya penelitian terhadap masyarakat Polinesia yang banyak mengkonsumsi minyak kelapa justru memiliki kondisi jantung yang sehat.

Hal yang serupa diungkapkan Walter Willett, M.D., ketua departemen nutrisi Harvard School of Public Health

Menurutnya, sebagian besar penelitian minyak kelapa fokus pada efeknya terhadap kolesterol di tubuh.

Padahal efek kesehatan secara keseluruhan tidak dapat diprediksi hanya dengan perubahan LDL dan HDL.”

Meski begitu, penelitian di atas yang dipimpin Frank Sacks, menyarankan agar orang meningkatkan kesehatan jantung dengan menggunakan sedikit saja lemak jenuh.

Artinya, karena minyak kelapa mengadung lemak jenuh dalam prosentase tinggi, maka pemakaiannya disarankan dalam jumlah yang secukupnya saja.

Sebelumnya, sebuah studi lain yang dikutip “femalefirst,”  menyebutkan bahwa minyak kelapa baik untuk kesehatan kita.

Menurut studi itu meninyak kelapa akan bisa meningkatkan enerji

Kendati minyak kelapa sempat disingkirkan karena dianggap mengandung lemak jenuh, penelitian membuktikan lemak jenuh dalam minyak kelapa cenderung tidak berbahaya.

Minyak jenuh dalam kelapa hanya mengandung asam lemak rantai medium yang digunakan sebagai sumber energi cepat, bukan seperti lemak rantai lebih panjang yang cenderung disimpan sebagai lemak dan bikin gemuk.

Struktur unik minyak kelapa yang berantai medium membuatnya beraksi seperti glukosa yang memberi makan tubuh di tingkat selular, meningkatkan metabolisme dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Minyak kelapa juga mengenyangkan perut dan terbukti mengurangi nafsu makan serta mencegah kita makan berlebihan.

Minyak kelapa ini lebih mudah dicerna dan sangat cocok untuk kaum vegan. Sangat ideal untuk menggantikan butter dan lemak hewani lainnya.

Meskipun mengandung lemak jenuh yang pada minyak dan lemak jenis lain meningkatkan kolesterol, jenis lemak dalam minyak kelapa justru meningkatkan kolesterol baik yang bermanfaat untuk kesehatan pembuluh darah.

Minyak kelapa terbuat dari lemak sehat yang disebut lauric acid, caprylic acid dan capric acid.

Ketiganya terbukti bersifat antijamur, antivirus dan antibakteri yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Minyak kelapa terbukti membantu mencegah keluhan yang berkaitan dengan pencernaan.

Hal ini disebabkan kandungan antimikroba di dalamnya yang mengatasi bakteri, jamur dan parasit yang mengganggu pencernaan.

Minyak kelapa terbukti mengurangi peradangan kronis dalam tubuh. Banyak peradangan menyebabkan nyeri. Mengonsumsi minyak kelapa dapat mengurangi nyeri tersebut.

MInyak kelapa tidak rusak dimasak dalam suhu tinggi.

Oleh karena itu dapat digunakan untuk membuat gorengan lebih aman.

Minyak kelapa tidak mudah berasap di suhu tinggi sehingga tidak teroksidasi dengan mudah.

Komentar