“Menunda” Tua dengan Asupan Tomat

Penulis: Darmansyah

Kamis, 1 Januari 2015 | 09:06 WIB

Dibaca: 0 kali

Selain kaya vitamin, buah tomat memiliki kandungan nutrisi, beta karoten dan antioksidan, yang bermanfaat mencegah datangnya penyakit berbahaya.

Tomat tidak hanya dikonsumsi sebagai campuran sayur namun juga dapat dikonsumsi sebagai buah itu sendiri.

Sudah amat diketahui tomat memiliki kandungan vitamin A dan C yang tinggi serta mineral seperti protein, karbohidrat, lemak, kalsium, fosfor, dan zat besi.

Kandungan tomat ini sangat baik untuk kebutuhan nutrisi tubuh. Selain, bermanfaat untuk kesehatan tubuh, tomat juga bermanfaat untuk kecantikan salah satunya adalah sebagai antiaging.

Antiaging atau anti penuaan adalah usaha yang dilakukan untuk mendapatkan hidup sehat ketika tua. Hidup sehat ketika tua dilakukan dengan menjaga kesehatan organ dalam seperti jantung dan kelenjar hormon agar berfungsi sebgaimana saat usia muda.

Jadi anti penuaan bukanlah tidak bisa tua, namun menjaga agar ketika tua, fungsi organ dan kecantikan tubuh tidak pudar begitu cepat. Sebagai Antiaging, tomat memiliki kandungan zat lycopene yaitu pigmen alami yang memberikan warna khas pada buah tomat.

Lycopene merupakan antioksidan yang dapat bekerja sebagai tabir surya dari dalam. Selain itu, lycopene juga berfungsi untuk menghambat terjadinya penuaan dini dengan membantu memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membuat warna kulit lebih merona.

Tomat adalah buah super anti-penuaan yang layak mendapatkan tempat dalam diet sehat Anda, terutama untuk menjaga kesehatan kulit.

Selain itu, tomat juga dapat mencegah penyakit yang berhubungan dengan usia seperti osteoporosis, dan bahkan mencegah kank

Lycopene ditemukan dalam tomat sebagai salah satu senyawa yang dikenal secara kolektif sebagai karotenoid.

Sebuah volume besar penelitian telah menunjukkan selama puluhan tahun bahwa karotenoid membantu melindungi kulit terhadap kerusakan akibat sinar matahari.

Kejadian dan risiko untuk sebagian besar jenis kanker cenderung meningkat dengan usia. Penelitian di CMAJ: Medical Association Journal Kanada menemukan bahwa risiko penyakit kronis serius seperti kanker berkurang dengan peningkatan konsumsi tomat.

Meskipun lycopene telah dikreditkan, para ilmuwan menemukan bahwa nutrisi lainnya dalam tomat mungkin ikut memainkan peran.

Lycopene, secara luas dianggap sebagai antioksidan yang paling ampuh dari karotenoid, merupakan antioksidan kuat yang tidak hanya melindungi terhadap kerusakan UV juga membantu melindungi terhadap bakteri yang merusak.

Lycopene juga muncul untuk memperkuat kulit dengan menghambat aktivitas kolagenase, enzim yang terlibat dalam pemecahan kolagen di kulit. Kolagen membantu memastikan keteguhan dan elastisitas kulit Anda dan mencegah kerutan.

Ketika para ilmuwan menganalisis tingkat jaringan dan darah pada lycopene dalam sebuah subjek, mereka menemukan bahwa orang-orang dengan tingkat tinggi nutrisi ini, terutama ditemukan dalam tomat, memiliki risiko lebih rendah dari penyakit kronis.

Lycopene ditemukan dalam tomat menjaga gigi dan gusi yang sehat. Dalam studi telah menunjukkan sifat antibakteri dan antijamur, sehingga sangat membantu kesehatan gigi dan gusi.

Tomat memang sangat kaya akan lycopene yang dapat membantu melindungi tubuh kita terhadap efek racun, terutama aflatoksin (sejenis jamur yang sering ditemukan pada kacang tanah dan selai kacang) dan kadmium, yang ditemukan dalam asap rokok, kedua tangan perokok dan seringnya juga dari polusi udara.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa lycopene dapat membantu kesehatan jantung. Penyakit jantung sering dikaitkan dengan pola makan yang buruk dan penuaan. Peningkatan konsumsi lycopene membantu meningkatkan kesehatan jantung dan jelas membantu untuk menggantikan pilihan makanan yang kurang sehat dalam diet.

Untuk mendapatkan kulit yang sehat dan lembab disarankan untuk mengkonsumsi buah tomat sebanyak enam belas miligram setiap hari.

Selain itu, tomat juga memiliki kandungan yang baik bagi jantung, yaitu lycopene. Apa saja peran lycopene dalam tomat untuk kesehatan jantung kita?

Seperti yang kita kutip dari situs “Everyday Health,” kandungan lycopene dalam tomat dapat memerangi lemak jahat dalam darah yang bila teroksidasi akan menyebabkan munculnya plak yang menyumbat pembuluh darah dan berujung pada meningkatnya jumlah kolesterol dalam darah.

Hal ini kemudian dapat menyebabkan berbagai gangguan seperti serangan jantung, juga diabetes.

Bagi yang menderita darah tinggi atau hipertensi, konsumsi makanan dan obat-obatan yang berbahan dasar tomat sangat bagus untuk membantu menurunkan tekanan darah sehingga Anda terhindar dari risiko yang membahayakan jiwa.

Sebuah studi terbaru terhadap asien gagal jantung, terbukti bahwa pasien yang mengonsumsi lycopene mampu bertahan hidup tiga kali lebih lama dari pasien yang tidak runtin mengonsumsinya.

Studi lain di Finlandia membuktikan bahwa mengonsumsi tomat secara rutin memiliki kemungkinan terhindar dari risiko terkena stroke. Sedangkan yang tidak rutin mengonsumsi akan memiliki risiko yang lebih besar.

Komentar