Mentega Lebih Sehat dari Minyak Nabati?

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 16 April 2016 | 11:55 WIB

Dibaca: 0 kali

Menginginkan jantung Anda tetap sehat?

Kalau iya, gantikanlah minyak nabati untuk masakan dengan mentega.

Penyebabnya?

Minyak nabati  ikut menyebabkan, aterosklerosis, yakni penyempitan dan pengerasan di dalam pembuluh darah arteri akibat pengendapan kolesterol dan zat-zat lemak lainnya.

Sedangkan mentega, menurut studi terbaru, seperti diberitakan Food and Wine,  tidak berpengaruh terhadap kondisi jantung.

Ilmuwan di UNC School of Medicine dan di National Institutes of Health menemukan sejumlah pola yang tak terduga dan menganulir tuduhan bahwa  mentegasebagai bahan makanan jahat

Studi itu kembali merevisi tuduhan selama puluhan tahun yang mem”fitnah” mentega  sebagai bahan makanan jahat dan munculnya anjuran untuk menggantinya dengan minyak tumbuh-tumbuhan yang kaya asam linoleat, seperti minyak safflower, minyak jagung, minyak kedelai, minyak bunga matahari, dan minyak cottonseed

Orang yang menggunakan minyak nabati memang memiliki kadar kolesterol lebih rendah, tapi mereka berisiko dua kali lipat terkena serangan jantung dibanding mereka yang mengkonsumsi mentega.

Perempuan dan pasien berusia lebih dari enam puluhan tahun yang menggunakan minyak nabati, lima belas persen lebih berkemungkinan meninggal dibanding kelompok pemakan mentega.

Tentu saja data ini mengejutkan.

Anggapan salah yang digembar-gemborkan sejak tahun enam puluhan  itu dibantah American Heart Association.

Asosiasi itu menegaskan kembali manfaat diet rendah lemak jenuh dan tinggi asam linoleat serta asam lemak tak jenuh omega-6 lain terhadap kesehatan jantung.

Tantangannya adalah untuk memahami mengapa diet alternatif-mentega itu kini mendapat bendera merah.

Satu kemungkinan adalah minyak nabati menyebabkan inflamasi yang berhubungan dengan penyakit jantung.

Teori lainnya menyebut bahwa minyak ikut menyebabkan, aterosklerosis, yakni penyempitan dan pengerasan di dalam pembuluh darah arteri akibat pengendapan kolesterol dan zat-zat lemak lainnya.

Jadi, bersiaplah mengganti daftar belanja bulanan, ucapkan selamat datang kepada sahabat lama kita itu, dan beri dia kesempatan ke-dua.

Minyak memang dibutuhkan dalam mengolah masakan.

Namun kini, manusia semakin memikirkan kesehatan sehingga lebih memilih olahan rebus.

Sebenarnya, apakah minyak goreng baik untuk Anda?

Jenis minyak terburuk adalah bahan dalam makanan kemasan, termasuk roti, keripik, kerupuk, maupun permen.

Minyak terhidrogenasi parsial adalah minyak nabati yang telah berubah menjadi bahan kimia, di mana produsen makanan sering menambahkannya ke produk mereka karena dapat membantu makanan bertahan kesegarannya.

Faktanya, sebagian minyak terhidrogenasi dapat mendatangkan malapetaka kesehatan jantung. The American Heart Association merekomendasikan bahwa tidak lebih dari satu persen dari total kalori harian berasal dari lemak trans.

Makanan mengandung lemak trans akan tercantum dengan istilah “lemak jenuh” pada kemasan. Demikian seperti dilansir Womansday.

Dari sudut pandang kesehatan, minyak zaitun adalah pilihan terbaik tapi mentega juga masih bisa digunakan.

Minyak adalah campuran lemak, termasuk asam lemak tak jenuh tunggal, asam lemak tak jenuh ganda, dan asam lemak jenuh  sedangkan mentega merupakan minyak yang dipadatkan.

Minyak zaitun menurunkan risiko penyakit jantung.

Di sisi lain, mentega tinggi lemak jenuh yang meningkatkan kolesterol dan peradangan dalam tubuh.

Jadi, secara umum yang terbaik digunakan adalah minyak zaitun ketimbang mentega.

Namun bila bicara aroma dan rasa, mentega bekerja lebih baik pada olahan panggang, termasuk membuat kue, biskuit, dan kue kering. Jadi, tidak masalah menggunakan mentega untuk sesekali saja.

Komentar