Mengenal Penyebab dari Penyakit Stroke

Penulis: Darmansyah

Senin, 13 November 2017 | 07:50 WIB

Dibaca: 0 kali

Siapa yang bisa membantah bahwa stroke bukan penyakit mematikan

Stroke  telah merenggut banyak nyawa di dunia.

Tidak hanya menjadi pembunuh, penyakit ini juga membuat penderitanya mengalami kecacatan.

Stroke dibedakan menjadi dua jenis, yaitu stroke perdarahan  dan stroke penyumbatan

Stroke perdarahan adalah kondisi ketika aliran darah ke sel otak berkurang secara mendadak akibat pecahnya pembuluh darah otak.

Stroke jenis ini dapat menyebabkan penekanan pada struktur otak, sehingga memperberat kondisi saraf pusat.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan stroke perdarahan adalah tekanan darah tinggi, aneurisma, atau kelainan pembuluh darah otak bawaan.

Stroke perdarahan dapat dideteksi sejak dini dengan pemeriksaan medis rutin.

Tindakan medis tersebut meliputi pemeriksaan tekanan darah dan CT Scan bila ditemukan keluhan sakit kepala atau pusing  pada pasien.

Stroke dapat diakibatkan oleh penyumbatan pembuluh darah otak secara mendadak.

Di samping penyakit jantung bawaan, proses aterosklerosis, kelainan irama jantung, dan/atau penyakit otot jantung juga menjadi penyebab utamanya.

Beberapa kondisi yang menjadi faktor risiko stroke penyumbatan adalah kebiasaan merokok, kolesterol tinggi, dan malas bergerak.

Untuk mencegah stroke di kemudian hari, deteksi dini dan pemeriksaan medis secara rutin harus dilakukan.

Jangan tunggu stroke hadir tanpa disadari.

Segera terapkan gaya hidup sehat dengan teratur periksa kolesterol, awasi asupan dan pola makan, nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol, giat berolahraga, kendalikan berat badan dan hindari stres, awasi tekanan darah, lengkapi dengan konsumsi plant stanol ester.

Stroke terus menjadi penyakit berbahaya, yang ditakuti semua golongan usia.

Ini karena stroke tidak hanya dialami oleh mereka yang sudah tua, tetapi juga usia muda.

Stroke pada usia muda memang bukan perkara baru. Namun kasus ini masih terus menjadi misteri, lantaran gejalanya yang sulit dideteksi.

Hal ini semakin buruk karena banyak orang muda yang belum tahu penyebab stroke yang mengintai mereka.

Apa saja penyebab stroke di usia muda?

Tekanan darah tinggi dapat terjadi di usia muda, dan tidak akan terdeteksi jika tidak memeriksakan diri ke pusat kesehatan secara rutin.

Ini karena tekanan darah tinggi kerap tidak memberikan gejala yang spesifik.

Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan stroke perdarahan akibat pembuluh darah yang pecah.

Risiko ini bertambah apabila terdapat kelainan pembuluh darah otak, seperti aneurisme atau kelainan bawaan lain yang menyebabkan perubahan struktur pembuluh darah.

Stroke dapat disebabkan proses aterosklerosis pada pembuluh darah di leher dan otak.

Pada sebagian orang dengan faktor genetik (keturunan) yang kuat, penyempitan pembuluh darah berlangsung lebih cepat.

Merokok, tekanan darah tinggi, dan kegemukan pada usia muda menambah percepatan proses penyempitan plak aterosklerosis.

Hal ini dapat berujung pada stroke di usia muda.

Kelainan irama jantung adalah salah satu faktor penyebab stroke di usia muda dan masih sering terabaikan.

Kondisi ini disebabkan oleh gangguan mikro dalam struktur jantung, yang dapat merupakan akibat dari serangan jantung sebelumnya.

Pada usia muda, kelainan mikrostruktur tersebut diakibatkan oleh dampak dari kelainan otot jantung dan kelainan katup atau dinding jantung.

Keluhan utama dari kelainan irama jantung adalah berdebar-debar. Aliran listrik jantung yang tidak normal menyebabkan kontraksi-relaksasi jantung tidak sinkron.

Akibatnya, timbul bekuan darah yang dapat menyumbat pembuluh darah otak.

Kelainan pada katup jantung akibat penyempitan katup atau katup jantung yang tidak rapat membuat sebagian ruang jantung membesar.

Kebocoran pada dinding sekat ruang jantung juga dapat mengakibatkan sebagian ruang jantung membesar.

Hal ini berpotensi menimbulkan aritmia atau gangguan irama jantung, yang disebut atrial fibrilasi.

Selain itu, pembengkakan ruang jantung dapat menyebabkan kemampuan kontraksi jantung sangat menurun.

Hal tersebut menyebabkan darah cenderung mengental dalam ruang jantung. Bekuan darah yang terbentuk dari pengentalan ini dapat menyebabkan stroke.

Itulah empat penyebab tersering stroke di usia muda.

Hindari menjadi korban berikutnya, dengan teratur periksa kolesterol, mengawasi asupan dan pola makan, menikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol, giat berolahraga, kendalikan berat badan dan hindari stres, awasi tekanan darah, lengkapi dengan konsumsi plant stanol ester.

Selain itu Migrain yang merupakan keluhan yang sangat erat dengan kaum wanita bisa juga memicu stroke

Perlu diketahui, migrain adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri hebat di sebelah kepala, baik di kanan maupun kiri.

Tak jarang, keluhan ini disertai dengan mual-muntah, hingga kesemutan pada lengan dan kaki.

Orang yang menderita migrain biasanya sudah mengalami keluhan tersebut sejak lama. Jadi, jika Anda baru mengalami migrain di usia empat puluh tahun atau lebih, Anda harus berhati-hati.

Tanda yang harus diperhatikan adalah nyeri kepala sebelah dengan gangguan pada mata, seperti melihat kilatan-kilatan atau bintik hitam. Ini karena hal tersebut dapat menjadi tanda serangan stroke.

Transient ischemic attack  atau yang biasa disebut stroke ringan merupakan suatu kondisi yang gejalanya hampir mirip seperti migrain dengan aura, yakni sakit kepala sebelah, dan melihat kilatan atau bintik hitam saat memandang sesuatu.

Anda harus lebih waspada, apalagi jika usia Anda sudah menginjak 40 tahun dan memiliki faktor risiko stroke seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan, kebiasaan merokok, atau kelainan jantung.

Namun, meski gejalanya mirip, wanita yang sering migrain tidak berarti dirinya akan terserang stroke di kemudian hari. Kecuali jika wanita tersebut pengguna rutin pil hormonal (pil KB), memiliki kebiasaan merokok, dan sering menderita migrain dengan aura.

Sekarang sudah jelas, bukan?

Jadi, jika Anda adalah wanita yang kerap terserang migrain, bukan berarti diri Anda berisiko tinggi terkena stroke di kemudian hari.

Meski begitu, tidak ada salahnya untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat yang praktis, dengan teratur periksa kolesterol, awasi asupan dan pola makan, nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol, giat berolahraga, kendalikan berat badan dan hindari stres, awasi tekanan darah, lengkapi dengan konsumsi plant stanol ester.

Komentar