Masalah Kesehatan Intai Orang Beruban

Penulis: Darmansyah

Rabu, 7 Februari 2018 | 14:47 WIB

Dibaca: 0 kali

Rambut beruban sering dikaitkan dengan tanda penuaan, sehingga banyak orang risau bila warna rambutnya berubah jadi abu-abu.

Tak hanya itu, munculnya uban juga menimbulkan ragam pertanyaan soal kesehatan, seperti: apakah saat rambut beruban, bagian tubuh lain juga menua? Jika iya, apakah berdampak bagi kesehatan?

Memang, rambut beruban merupakan tanda penuaan. Hal ini karena hilangnya melanosit di rambut, sel yang menghasilkan pigmen di kulit, menurut Melissa Piliang, dermatolog di Cleveland Clinic.

Seiring bertambahnya usia, rambut berangsur-angsur berhenti memproduksi pigmen melanin. Awalnya, rambut akan berwarna abu-abu, kemudian berangsur memutih.

Proses ini tidak akan memengaruhi keratinosit, yang berfungsi memproduksi serat rambut, sehingga tak akan ada perubahan pada struktur rambut.

Perlu dicatat, tidak semua orang beruban pada usia yang sama.

“Hingga kini, sembilan puluh  persen faktor rambut beruban karena genetik, namun kami masih memiliki pengetahuan terbatas tentang gen yang menyebabkan hal tersebut” ujar Steve Daveluy, M.D., asisten profesor dan direktur program dari Wayne State Dermatology.

Dia menambahkan usia rata-rata rambut beruban pada orang Kaukasian sekitar pertengahan 30-an, orang Asia di akhir tiga puluhan dan usia empat puluhan untuk orang Afro-Karibia.

Namun ada standar sendiri untuk rambut beruban.

“Sekitar lima puluh persen orang, separuh rambutnya akan beruban pada usia lima puluh,” kata Piliang.

Nah, tapi bagaimana kalau kita beruban jauh sebelum usia rata-rata tersebut?

Apakah itu berarti tubuh menua terlalu cepat?

Apakah ada dampak kesehatan lainnya?

Pertanyaan-pertanyaan itu lumrah dilontarkan dan dicoba digali oleh peneliti.

Hasilnya?

Ada bukti bahwa rambut beruban bisa mengisyaratkan beberapa masalah kesehatan, terutama pada jantung.

Sebuah studi yang dipresentasikan pada Konferensi Tahunan Perhimpunan Ilmu Kardiologi ke-enam puluh sembilan di India menemukan bahwa pria berusia di bawah empat puluh tahun yang beruban, lima kali lebih berisiko memiliki penyakit arteri koroner dibandingkan pria yang tidak beruban.

Penyakit arteri koroner adalah penyempitan pembuluh darah yang dapat menyebabkan serangan jantung.

Pada  enam tahun lalu, periset dari Inggris menemukan bahwa penuaan melanosit yang mengakibatkan rambut beruban dapat disebabkan stres oksidatif—proses biologis yang bisa merusak sel dan jaringan sehat.

Karena itu, proses yang terjadi di sel rambut, kemungkinan juga terjadi di tempat lain di tubuh.

Tapi, jangan panik dulu. Bukti-bukti tersebut tak cukup kuat, menurut Daveluy. Namun, bukan berarti kita mengabaikan pencegahan.

“Kalau rambut beruban sebelum usia tiga puluh lima tahun, sebaiknya perlu konsultasi dengan dokter untuk mencegah risiko penyakit jantung lainnya,” kata Daveluy.

Dokter biasanya akan menyarankan untuk mengatur pola makan, olahraga, berat badan, tekanan darah.

Karena itu, tak ada salahnya untuk tetap hati-hati dengan kesehatan jantung jika mendapati rambut beruban sebelum waktunya.

Jika hanya beberapa helai rambut yang beruban, tak perlu cemas. Sebab, bisa jadi karena itu kebiasaan buruk seperti merokok, mengasup junk food, kurang berolahraga dan tidak menjaga berat badan.

Bagaimana uban bisa muncul di usia muda?

Jeffrey Benabio, M.D., ahli ilmu penyakit kulit dari Kaiser Pemanente di San Diego, Amerika Serikat, mengatakan bahwa seseorang mulai beruban ketika sel pembuat warna rambut (melanosit) berhenti memproduksi pigmen.

Penggunaan produk perawatan rambut yang mengandung hidrogen peroksida juga dapat mempercepat rambut menjadi putih alias beruban.

“Secara khusus, orang berkulit putih mulai beruban pada usia pertengahan tiga puluhan, orang Asia di akhir usia tiga puluhan, dan orang Afrika di usia pertengahan empat puluhan. Lalu, sebagian orang memiliki jumlah uban yang signifikan saat memasuki usia lima puluhan tahun,” papar Jeffrey kepada WebMD tentang kapan umumnya seseorang beruban.

Anggota Health Information Process Transformation ini menambahkan, orang berkulit putih akan memiliki uban yang muncul secara dini alias terlalu cepat biasanya saat berusia 20 tahun. Sedangkan kondisi uban yang prematur untuk orang Afrika akan muncul sebelum berusia 30 tahun.

Seperti dijelaskan Jeffrey sebelumnya, Dr. Desmond Tobin, profesor sel biologi dari University of Bradford di Inggris menambahkan bahwa faktor genetik juga menjadi penyebab seseorang tumbuh uban lebih dini.

“Hilangnya pigmentasi rambut membuat seseorang beruban, ini terutama karena faktor genetik dan juga usia. Pada beberapa orang, uban muncul sangat cepat, mungkin sebelum memasuki usia remaja. Sedangkan yang lain, baru akan muncul saat tua. Munculnya uban bisa sangat cepat pada beberapa orang, tapi sebagian lainnya muncul secara bertahap,” ujar Dr. Tobin.

Berdasarkan laporan Diagnose-me.com, ada kasus seorang anak berusia 8 tahun diketahui memiliki uban. Munculnya uban yang cepat pada anak tersebut, seperti dijelaskan Dr. Tobin, cenderung disebabkan oleh faktor genetik.

Tumbuh uban, baik normal atau terlalu dini, tidak berarti Anda memiliki masalah kesehatan, kecuali dalam beberapa kasus langka. Jeffrey memaparkan bahwa para ahli dan peneliti belum tahu tepatnya kenapa beberapa orang bisa memiliki uban lebih cepat.

Namun ia mengatakan hal yang sama seperti Dr. Tobin, yang meyakini faktor genetik memiliki peran besar dalam munculnya uban.

Kekurangan vitamin B-12 atau masalah dengan kelenjar di bawah otak atau kelenjar tiroid bisa menyebabkan tumbuh uban di usia muda. Namun, Jeffrey mengatakan munculnya uban yang terlalu cepat itu bisa dicegah bila masalah-masalah kesehatan tersebut diatasi.

Dalam kasus munculnya uban secara dini pada anak-anak, Dr. Greene, dokter anak yang membuat website Drgreene.com, mengatakan ada beberapa kondisi yang membuat anak-anak beruban, termasuk neurofibromatosis atau dikenal sebagai penyakit Recklinghausen.

Penyakit ini adalah gangguan genetik pada sistem saraf yang menghasilkan perkembangan tumor jinak pada saraf.

Selain itu, alumni Princeton University dan University of California ini mengatakan, penyakit yang jarang terjadi seperti sindrom Vogt-Koyanagi bisa menyerang anak-anak diikuti penyakit virus.

Seiring tubuh anak bertarung melawan virus, antibodi yang dibuat akan menghancurkan melanosit, yang membuat pigmen untuk rambut.

Sebuah studi klinis di British Medical Journal, menemukan adanya hubungan antara munculnya uban sebelum seseorang berusia tiga puluh tahun, dan merokok.

Dikutip Global Post, para peneliti studi tersebut memeriksa lebih dari enam ratus pria dan wanita, dan sekitar tiga ratus di antaranya adalah perokok.

Para peneliti ini menemukan hubungan antara merokok dan munculnya uban secara prematur, yang disebabkan oleh racun dalam rokok yang merusak hormon dan folikel rambut.

Dan hasil studi tersebut menunjukkan bahwa para perokok empat kali lebih cepat beruban dibanding non-perokok.

Dalam penelitian lainnya yang dilakukan sejumlah peneliti dari Jordan University Hospital dan dipublikasikan pada lima tahun lalu di Indian Dermatology Journal Online

Komentar