Manfaat ASI Tak Mencerdaskan?

Penulis: Darmansyah

Rabu, 29 Maret 2017 | 15:55 WIB

Dibaca: 1 kali

Kajian seputar manfaat air susu ibu atau ASI  memang telah banyak dilakukan.

Sebuah studi terbaru secara sensasional meragukan manfaat ASI yang mencerdaskan anak

Naum begitu terungkap pula  manfaat ASI dalam mengurangi hiperaktivitas.

Studi yang diterbitkan di jurnal Pediatrics menemukan, anak antara usia tiga dan lima tahun yang diberi ASI ketika bayi mendapatkan skor lebih tinggi pada tes kognitif dibandingkan yang tidak mendapat ASI.

Namun perbedaan itu tidak signifikan.

“Kami belum mampu menemukan hubungan sebab akibat langsung antara ASI dan kecerdasan anak,” kata Lisa-Christine Girard, peneliti Irlandia yang melakukan studi tersebut.

Penelitian itu juga menemukan faktor sosioekonomi dan perilaku keseluruhan serta lingkungan menyumbang kemampuan kognitif lebih tinggi pada anak.

Ketika periset menghitung faktor-faktor tersebut, lebih sulit menemukan hubungan ASI itu sendiri dengan anak-anak yang lebih cerdas.

Namun, periset mencatat bahwa anak-anak yang diberi ASI selama enam bulan pertama kurang hiperaktif sampai usia tiga tahun. Tetapi sampai usia lima tahun, dampak terhadap hiperaktif tersebut tampak memudar.

Studi ini pun menyimpulkan banyak manfaat sehat dari ASI yang dapat diraih bagi ibu dan anak.

Di antaranya, meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk bayi dan menurunkan risiko kanker payudara bagi ibu.

ASI memang dipercaya mengandung antibodi terbaik untuk anak.

Tak hanya itu, ASI dipercaya memiliki sederet manfaat lain.

Bahkan menurut sebuah penelitian, anak-anak yang diberi ASI setidaknya selama enam bulan pertama kehidupannya, berisiko lebih rendah terkena leukemia dibanding anak-anak yang tidak diberi ASI.

Dari delapan belas8 studi, para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang diberi ASI selama enam bulan pertama atau lebih,  memiliki sembilan belas persen resiko lebih rendah terkena leukemia dibanding anak-anak yang tidak disusui atau disusui kurang dari enam bulan.

“Penyakit leukemia pada anak-anak sebenarnya cukup jarang. Namun, penyakit tersebut meningkat setiap tahunnya.”

“ Kami masih belum tahu apa yang menyebabkan anak-anak terkena leukemia, yang pasti ada kaitan antara ASI dengan leukemia,” kata Efrat Amitay, PhD, dari University of Haifa’s School of Public Health in Israel.

Sebanyak delapan belas studi yang dianalisa oleh Amitay, ada lebih dari sepuouh ribu kasus leukemia dan ada tujuh belas ribu lima ratus anak-anak yang tidak menederita leukemia.

Meski leukemia adalah penyakit yang jarang, leukemia adalah penyakit kanker yang paling umum.

Menurut American Cancer Society, satu dari tiga penyakit kanker pada anak dan remaja adalah leukemia.

“ASI adalah zat hidup,” ujar Amitay. ASI memiliki kandungan bakteri baik, zat yang memberi kekebalan tubuh serta anti inflamasi. Melihat kandungannya, tak ada susu yang lebih baik dari ASI.”

“ Penelitian menemukan fakta, bahwa bayi yang diberikan ASI memiliki sel-sel pembunuh alami , semacam sistem kekebalan tubuh yang bisa menghancurkan sel kanker, dibanding dengan anak-anak yang minum susu formula.”

Kemudian, para peneliti melihat bahwa satu bulan pemberian ASI yang diberikan secara penuh dapat menurunkan sebanyak 4% infeksi telinga.

Selain itu, studi ini juga menemukan risiko terkena infeksi telinga juga turun

“Meskipun belum sepenuhnya jelas mengapa infeksi telinga bisa berhubungan dengan botol menyusui, namun kami melihat bahwa botol dapat membuat tekanan negatif saat digunakan bayi,” ujar Sarah Keim, salah seorang peneliti dari The Research Institute di Colombus, amerika.

Tekanan negatif ini kemudian ditransfer dari botol ke telinga bayi selama menyusui dan berdampak pada infeksi telinga.

Tidak hanya dapat mencegah infeksi telinga pada bayi, ASI juga dapat mencegah diare pada bayi. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif akan memiliki risiko lebih rendah untuk terkena diare.

Komentar