Makan Siang Terlambat, Program Langsing Gagal

Penulis: Darmansyah

Rabu, 6 Februari 2013 | 09:49 WIB

Dibaca: 13 kali

APA ada hubungan telat makan siang dengan gagalnya program langsing.  Ternyata menurut “International Journal of Obesity,” jawabannya, “ada.”  Hasil penelitian yang dilakukan  “Brigham and Woman’s Hospital di Boston, USA, mengindikasikan adanya hubungan yang kuat antara keterlambatan makan siang dengan tingkat kegagalan pengurangan berat badan. Studi terbaru ini dengan jelas mengatakan, jadwal makan siang yang tepat waktu adalah upaya yang bagus untuk mensukseskan program ini.

Dalam  sebuah riset  terbaru yang dilakukan para ahli dari rumah sakit kedokteran di Boston itu, para ahli melibatkan 420 wanita obesitas yang sedang mengikuti sebuah program penurunan berat badan. Dari hasil pemantauan terungkap,  wanita yang terlambat makan siang yakni setelah  pukul 15.00, mengalami penurunan bobot 25 persen lebih sedikit dalam kurun waktu 20 minggu dibanding wanita yang tidak terlambat makan siang.

Para peneliti menemukan adanya perbedaan ini, walau kedua kelompok wanita tidak dibedakan dalam jumlah kalori yang diasup, aktivitas fisik, kadar hormon pengatur nafsu makan, durasi tidur, dan seluruh faktor lainnya yang berperan dalam penurunan berat badan.

Penemuan ini sejalan dengan studi sebelumnya yang mengatakan bahwa jadwal atau waktu makan mempengaruhi berat badan. Percobaan pada tikus yang dibebaskan untuk makan apapun dalam waktu yang tidak dibatasi mengalami kenaikan berat badan lebih banyak dibandingkan tikus lainnya yang makannya dibatasi waktu. Meskipun keduanya mengasup jumlah kalori yang sama.

Studi yang dipublikasikan secara luas dalam International Journal of Obesity ini pun mengindikasikan bahwa terlambat makan mungkin dapat menganggu program penurunan berat badan.

Meski demikian, para peneliti mencatat bahwa studi ini hanya menemukan kaitan antara keduanya, bukan hubungan sebab akibat. Mereka menegaskan perlunya penelitian lanjutan untuk mengkonfirmasi studi ini.

“Bagaimana mekanisme jadwal makan mempengaruhi penambahan berat badan tanpa dipengaruhi jumlah kalori memang belum diketahui,” ujar peneliti Frank Scheer dari Brigham and Woman’s Hospital di Boston. Namun penelitian sebelumnya pada hewan menunjukkan bahwa jadwal makan dapat mempengaruhi metabolisme, tambahnya.

Menurutnya, setiap organ memiliki “jam biologisnya” masing-masing. Menyantap makanan dalam waktu yang tidak sesuai dapat menyebabkan “jam” ini tidak sinkron dengan “jam utama tubuh” yang diatur oleh otak. Hal inilah yang dapat mempengaruhi tubuh dalam menggunakan dan menyimpan energi.

 

Komentar