Kudapan Gorengan Itu “Pembunuh?”

Penulis: Darmansyah

Jumat, 3 Juni 2016 | 08:30 WIB

Dibaca: 0 kali

Kudapan  keripik, kerupuk atau camilan berminyak lain?

Lantas kenapa!!

Anda pernah tahu semua jenis kudapan itu mengandung lemak trans tinggi yang dapat meningkatkan risiko stroke?

Dan Anda perlu mengenal lemak trans  yang memiliki beberapa sifat jahat, seperti menyumbat saluran pembuluh darah dan meningkatkan konsentrasi lipid pada tubuh.

Lemak jenis ini juga dapat meningkatkan Kolesterol jahat dalam darah serta menurunkan Kolesterol baik.

Dan sulitnya, banyak orang  yang sulit untuk menghindari kudapan yang digoreng walau dalam satu hari saja

Ingat saja nikmatnya  ayam goreng, tempe goreng, pisang goreng, dan aneka gorengan yang banyak dijual di pinggir jalan atau selalu tersedia di warung makan.

Makanan yang digoreng memang nikmat, tetapi bisa menyebabkan masalah pada tubuh.

Untuk Anda tahu  minyak yang digunakan untuk menggoreng, umumnya akan rusak pada suhu seratus derajat celsius.

Rusaknya minyak menjadi asam lemak trans atau lemak jahat yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.

Kandungan lemak trans juga meningkat pada minyak goreng yang berulang kali digunakan untuk menggoreng.

Penyumbatan pembuluh darah terjadi, karena lemak trans menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah tersebut.

Hal ini merupakan faktor risiko tinggi terjadinya serangan jantung. Lemak trans akan meningkatkan kadar Kolesterol jahat dan mengurangi Kolesterol baik.

Sejumlah minyak yang dikategorikan lebih sehat dibanding minyak kelapa juga tidak boleh digunakan untuk menggoreng, seperti minyak zaitun, kanola, hingga minyak kedelai.

Kandungan sehat minyak tersebut juga akan rusak saat dipanaskan hingga suhu seratus derajat.

Satu-satunya minyak yang tidak rusak saat digunakan untuk menggoreng makanan adalah minyak bekatul, yaitu minyak yang berasal dari dedak atau serbuk halus dari kulit padi.

Minyak tersebut baru akan rusak pada suhu dua ratus enam puluh derajat celsius.

Kan, enggak ada orang yang menggoreng sampai dua ratus enam puluh  derajat celsius

Untuk Anda tahu, lemak trans alias lemak jenuh memiliki predikat buruk sebagai salah satu pemicu penyakit jantung koroner.

Dokter bahkan menyebut lemak ini sebagai lemak terburuk yang bisa kita makan. Lemak ini bisa kita temukan dalam makanan siap saji, margarin, pizza, dan berbagai camilan.

Lemak trans dalam jumlah sedikit secara alami terdapat dalam daging dan produk olahan susu.

Namun, sebagian besar lemak trans terbentuk melalui proses penambahan hidrogen ke dalam minyak sayur yang menyebabkan minyak menjadi padat pada suhu kamar.

Minyak yang terhidrogenasi ini akan cenderung tidak mudah rusak, sehingga makanan yang dibuat dengan langkah seperti itu akan memiliki umur simpan yang panjang.

Beberapa restoran menggunakan minyak sayur yang telah terhidrogenasi dalam proses penggorengan yang membutuhkan minyak yang banyak, sehingga tidak perlu dilakukan penggantian minyak terlalu sering.

Lemak trans juga membuat makanan menjadi lebih gurih.

Jenis makanan yang diproduksi dari lemak trans, yang dikenal sebagai minyak terhidrogenasi parsial, ditemukan dalam berbagai produk makanan, termasuk yang dipanggang dan diolah menggunakan mentega, makanan yang digoreng dengan minyak yang banyak, camilan, pizza beku, dan juga krimer serta margarin.

Di Amerika Serikat jika makanan memiliki kurang dari nol koma lima gram lemak trans dalam setiap porsinya, maka dalam label makanan boleh ditulis nol0 gram lemak trans.

Karena itu Anda harus berhati-hati dengan lemak tersembunyi ini, terutama jika mengonsumsi lebih dari satu porsi.

Beberapa negara sudah mulai membatasi penggunaan lemlak trans karena bahayanya bagi kesehatan. Industri makanan kini mulai mencari pengganti lemak trans, tapi sebagian besar masih tetap menggunakan lemak jenuh.

Selain meningkatkan kadar Kolesterol jahat dan menurunkan Kolesterol baik, lemak trans diketahui berdampak buruk bagi otak.

Terlalu banyak konsumsi lemak ini bisa membuat otak kurang mampu menjalankan fungsinya dengan baik.

Mengingat banyaknya bahaya yang ditimbulkan lemak trans, sebaiknya kita mulai membatasi bahan makanan yang merupakan sumber lemak  ini.

Kita juga bisa membatasi penggunaan minyak untuk menggoreng yang dipanaskan berulang-ulang

Perbanyaklah asupan makanan sehat, seperti buah-buahan, sayuran-sayuran hijau, dan makanan berserat tinggi.

Untuk asupan protein hewani sebaiknya mengonsumsi daging ikan atau ayam.

Bila rindu dengan kudapan gorengan , sebaiknya pilih camilan dengan kandungan alami.

Lakukan perubahan pola makan secara teratur, mulai dari sarapan pagi, makan siang, dan makan malam. Apalagi saat ini sudah ada aplikasi mobile phone yang bisa membantu Anda menjalani pola makan sehat.

Beberapa aplikasi bahkan bisa memasukkan menu makanan sehat dan jadwal konsumsinya. Sehingga saat tiba waktunya makan aplikasi ini dapat mengingatkan Anda melalui fitur reminder.

Tak hanya makanan, aplikasi itu juga memungkinkan Anda mengingat dan mengatur frekuensi minum air putih, kopi dan teh dalam satu hari. Aplikasi dengan detail seperti itu antara lain adalah Medcare.

Komentar