Kopi Bisa Mencegah Pengerasan Hati

Penulis: Darmansyah

Senin, 7 April 2014 | 10:22 WIB

Dibaca: 0 kali

Seperti tak habisnya ilmuwan mencari dan menemukan khasiat kopi untuk tubuh. Setelah diyakini kopi sebagai pengusir ngantuk, mengawetkan memori serta merangsang gairah kerja, penelitian terbari mengungkapkan khasiat kafein kopi bisa mencegah pengerasan hati atau populer dengan istilah kedokterian sirosis.

Sebuah studi berskala besar, seperti yang ditulis di situs kesehatan global “healthday.com,” menunjukkan, minum kopi bisa mengurangi risiko kematian akibat tipe tertentu dari sirosisatau pengerasan hati.

Studi melibatkan banyak peminum kopi di Sinagpura, sejak 1993, dan dipublikasikan dalam jurnal Hepatology tersebut, mengatakan, minum dua cangkir kopi atau lebih dalam sehari dapat mengurangi risiko kematian akibat pengerasan hati yang disebabkan oleh hepatitis non-viral.

Diketahui, menurut Institut Kesehatan Nasional, selain virus, penyebab pengerasan hati adalah kebiasaan minum alkohol dan konsumsi obat-obatan. Kemudian, sistem imun salah mengenali sel hati yang sehat sebagai virus dan menyerangnya.

Kendati demikian, dalam studi baru, minum kopi tidak mengurangi risiko pengerasan hati yang disebabkan oleh virus.

Minum teh, jus buah atau minuman ringan tidak memiliki efek pada risiko pengerasan hati, sementara alkohol justru meningkatkan risikonya. Sebaliknya, kafein pada kopi menurunkan risiko tersebut.

Woon Puay Koh, peneliti studi asal Duke-NUS Graduate Medical School Singapore dan National University of Singapore mengatakan, ini adalah studi pertama yang menunjukkan efek kopi pada pengerasan hati non-virus.

Hanya saja, Koh mengakui hasil studi ini lebih cocok diperuntukan di negara-negara barat. Pasalnya pengerasan hati non-virus lebih sering terjadi negara barat, bukan di Asia.

“Namun seiring meningkatnya orang mengadaptasi budaya barat di Asia, maka ada kemungkinan prevalensi penyakit itu pun meningkat,” kata Koh.

Menurut WHO, pengerasan hati merupakan penyebab kematian nomor 11 di Amerika Serikat. Sementara itu, di seluruh dunia 1,3 persen kematian terjadi akibat penyakit tersebut.

Bagi sebagian orang, kopi panas pada pagi hari memang merupakan ritual tersendiri sebelum menjalani hari. Efek kafein pada kopi, selain mengurangi resiko pengerasan hati, juga dipercaya dapat membantu meningkatkan rasa awas.

Namun, baru-baru ini sebuah studi menemukan, kafein juga dapat meningkatkan kemampuan ingatan.
Para peneliti dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, menganalisis dampak kafein sebagai faktor penguatan memori. Hasilnya, kafein terbukti dapat menguatkan memori tertentu dalam dua puluhempat jam setelah dikonsumsi.

“Temuan ini menunjukkan kafein memiliki efek pada proses ingatan manusia. Proses ini membuat ingatan lebih permanen dan sulit untuk lupa,” ujar penulis studi Michael Yassa, asisten profesor neurobiologi dan perilaku di University of California, Irvine, yang melakukan penelitian saat berada di Johns Hopkins.

Studi yang dibiayai oleh National Institute of Health dan National Science Foundation AS ini melibatkan 100 peserta peminum kafein tetapi dalam taraf sedang. Artinya, mereka tidak meminum kopi, teh, atau minuman soda dalam jumlah besar.

“Kami memilih peserta yang minum kurang dari 500 miligram kafein seminggu. Kebanyakan bukan peminum kopi, tetapi minum soda setidaknya sekali atau dua kali per minggu,” jelas Yassa.

Kandungan kafein dalam minuman sangat bervariasi. Yassa mengatakan, rata-rata satu cangkir kopi mengandung seratus enam puluh, tetapi ada juga yang mengandung kafein lebih.

Dalam studi yang dipublikasi dalam jurnal Nature Neuroscience ini, para peneliti meminta para peserta untuk melihat gambar-gambar yang mudah ditemui sehari-hari pada layar komputer, seperti sepatu, kursi, bebek karet, dan lain-lain. Mereka meminta agar peserta menyebutkan apakah benda-benda tersebut termasuk benda dalam atau luar ruangan.

“Kami tidak terlalu mementingkan jawaban mereka, tetapi ingin mengetahui mereka memperhatikan obyeknya dan mengingatnya,” ujar Yassa.

Lima menit setelah peserta melihat gambar-gambar, setengah dari mereka diberikan dua ratus miligram kafein dan setengah lagi diberikan plasebo. Satu hari setelahnya, mereka diminta untuk melihat gambar lagi yang diambil dari sisi berbeda, kemudian menjawab apakah obyek tersebut baru, lama, atau mirip dengan obyek yang kemarin mereka lihat.

Hasilnya, peserta yang diberikan kafein lebih baik dalam membedakan gambar dan mengidentifikasi obyek adalah baru, lama, atau mirip.

“Ini artinya, kafein memiliki efek memperkuat ingatan dalam periode waktu yang lebih panjang, selain manfaat lain rasa awas, perhatian, dan waspada,” kata Yassa.

sumber: healhtday, dailymail, the telegraph

Komentar