Ketika Sistem Keseimbangan Menurun

Penulis: Darmansyah

Kamis, 1 Desember 2016 | 15:23 WIB

Dibaca: 0 kali

Jika Anda menjalani usia empat puluhan bersiap-siaplah menghadapi kasus  sistem vestibular. Sebuah kasus yang terjadi dalam tubuh menyangut sistem keseimbangan yang menurun.

Untuk Anda tahu, sistem vestibular terdiri dari beberapa struktur di telinga bagian dalam yang memonitor gerakan di kepala, mendeteksi gravitasi, dan mengirim sinyal ke otak.

Secara umum, makin rendah ambang gerakan yang bisa diukur oleh vestibular seseorang, makin baik fungsi sistem ini.

Dalam penelitian, ternyata ambang vestibular akan meningkat setelah seseorang berulang tahun keempat puluhan

Ambang tersebut juga meningkat sampai delapan puluh persen perdekade pertambahan usia.

Sistem vestibular ini juga berpengaruh pada risiko seseorang untuk jatuh karena keseimbangan tubuhnya buruk.

Pada orang lanjut usia, angka kematian akibat terjatuh ini sangat tinggi setiap tahunnya.

Tentu Anda perlu menjaga sistem keseimbangan ini dikaitkan dengan einginan untuk tetap awet muda.

Beberapa tahun terakhir ini standar awet muda paling banyak diinginkan setiap orang

Ada berbagai  tips-tips kesehatan agar Anda bisa  tetap awet Dan tidak sedikit di antara mereka melakukan operasi plastik.

Namun kebanyakan dari mereka ragu karena proses pemulihan yang lama setelah bedah ortognatik dan operasi skala besar lainnya.

Suntikan botox dan filler juga hanya bisa bertahan untuk jangka waktu tertentu saja. Lalu adakah cara lain yang lebih mudah untuk bisa tampil awet muda?

Sementara itu, menurut penelitian itu, usia biologis merupakan ukuran lebih baik dalam menentukan kesehatan seseorang daripada usia kalender.

“Sebagian besar dari kita mengakui tidak semua orang berusia enam puluhan tahun itu sama,” kata James Timmons, peneliti sekaligus profesor precision medicine dari King’s College London.

Namun, usia kronologis masih diperlukan mulai untuk kepentingan premi asuransi sampai apakah mereka butuh prosedur medis tertentu.

Dalam studi yang baru diterbitkan di jurnal Genome Biology itu, periset menganalisa materi gen dari orang-orang sehat berusia enam puluh blima dan mencari gen yang mengindikasikan mereka tetap sehat meski bertambah umur.

Di situ, peneliti menemukan gen yang digunakan untuk menghitung sesuatu yang disebut skor gen usia sehat.

Untuk memverifikasi skor ini benar-benar sesuai dengan kesehatan seseorang, peneliti menguji metode mereka dalam kelompok peserta berbeda

Peneliti menemukan semakin tinggi skor ada hubungannya dengan kesehatan yang lebih baik, termasuk kesehatan kognitif lebih baik.

Secara khusus, mereka menemukan pasien yang didiagnosa terkena Alzheimer’s dengan skor gen usia sehat lebih rendah.

“Hal ini memberikan bukti kuat bahwa demensia pada manusia dapat disebut jenis ‘penuaan yang dipercepat’ atau ‘kegagalan untuk mengaktifkan program penuaan sehat’,” kata Timmons.

Namun, masih belum jelas apakah skor gen usia sehat dapat digunakan memprediksi apakah seseorang bakal terkena Alzheimer’s. Demikian tulis peneliti dalam laporan penelitiannya.

Holy Grail yang sesungguhnya adalah ketika sebuah tes darah dapat memberi tahu sepuluh tahun di muka Anda bakal terkena Alzheimer’s,” kata Keith Fargo, direktur program ilmiah di Alzheimer’s Association yang tak terlibat dalam penelitian.

“Namun demikian, hasil penelitian masih berguna,” kata Fargo. Peneliti dapat melihat orang-orang dengan usia sama dan menentukan mana yang masih memiliki kognisi sehat dan yang tidak.

Artinya, tes ini dapat membantu menentukan perbedaan genetika penderita Alzheimer’s dan  tanpa penyakit itu.

Ia berharap penelitian lanjutan terhadap  gen itu juga bakal mendapatkan petunjuk penyebab Alzheimer’s.

Komentar