Kelamaan Duduk Bisa Bikin Anda Bodoh

Penulis: Darmansyah

Senin, 16 April 2018 | 10:55 WIB

Dibaca: 0 kali

Sejumlah ilmuwan memberikan peringatan bahwa duduk sepanjang hari di kursi atau sofa Anda sambil menonton televisi bisa membuat Anda bodoh.

Para peneliti telah menemukan bahwa mereka yang menjalani gaya hidup sedentari atau kurang aktvitas fisik memiliki bagian otak yang penting untuk membentuk ingatan lebih kecil.

Studi yang dilakukan oleh para peneliti di University of California di Los Angeles ini juga memberikan daftar lain mengenai bahaya duduk terlalu lama.

Berbagai bukti telah menghubungkan antara kebiasaan buruk dengan penyakit jantung, diabetes, dan beragam bentuk kanker dan kematian dini dalam beberapa tahun terakhir.

Tapi, riset baru ini yang diambil dari tiga puluh lima partisipan menunjukkan bahwa duduk terlalu lama bisa meningkatkan risiko demensia.

Dilansir dari laman Daily Mail, mereka yang punya gaya hidup malas memiliki lebih sedikit materi abu-abu di lobus medial temporalnya, bahkan sekali pun mereka rajin melakukan jalan cepat, bersepeda atau lari.

Penurunan di area ini berulang kali ditunjukkan sebagai tanda peringatan awal penyakit alzheimer pada pasien paruh baya dan lansia.

Meski demikian, para peneliti dari studi yang dipublikasikan di PLOS ONE memperingatkan bahwa studi ini tidak terlalu banyak membuktikan duduk terlalu lama menyebabkan struktur otak menipis.

Tapi, mereka menambahkan bahwa riset ini memang benar membuktikan bahwa semakin lama waktu dihabiskan untuk duduk berkaitan dengan menipisnya bagian otak ini.

“Menipisnya lobus medial temporal bisa menjadi prekursor penurunan kognitif dan demensia pada usia paruh baya dan lansia,” tulis para peneliti.

Dengan mengurangi kebiasaan sedentari bisa menjadi intervensi dalam meningkatkan kesehatan otak pada orang yang berisiko terkena alzheimer.

Lobus temporal berada pada kedua sisi otak, dekat dengan pelipis.

Bagian ini berurusan dengan ingatan yang meliputi pengenalan wajah dan obyek serta bahasa.

Duduk terlalu lama setiap hari menimbulkan risiko kesehatan yang sebanding dengan merokok dan dapat memicu terjadinya berbagai penyakit seperti kanker, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskuler.

Dr. James Levine, direktur dari Mayo Clinic-Arizona State University Obesity Solutions Initiative, telah meneliti selama bertahun-tahun efek negatif dari duduk dan menyimpulkan bahwa “sitting is the new smoking” atau terjemahannya adalah, “duduk adalah ‘merokok’ versi baru”, karena dalam hal efek buruk, gaya hidup yang dihabiskan dengan banyak duduk tak kalah berbahayanya dengan merokok.

Kabar buruknya lagi, efek negatif dari terlalu banyak duduk ini sayangnya bersifat irreversible dan tidak dapat dikompensasi dengan kebiasaan yang baik. Satu-satunya cara untuk menghindari efek negatifnya adalah dengan mengurangi lama duduk per hari dan mulai bergerak.

Sebuah studi yang dilakukan oleh College of Occupational and Environmental Medicine menyatakan bahwa produktivitas manusia akan terus menurun seiring dengan bertambahnya usia.

Dan produktivitas kita juga menurun setiap kita memiliki satu risiko kesehatan minor

Bayangkan apabila seseorang memiliki lebih dari sepuluh risiko kesehatan minor, maka produktivitasnya pun akan menurun setengahnya.

Jangan heran apabila jam-jam di kantor akan terasa melelahkan dan performa saat bekerja pun tidak sebaik yang diharapkan.

Dengan duduk lebih dari enam jam per hari, risiko kematian meningkat sebesar empat puluh persen dalam lima belas tahun apabila dibandingan dengan orang yang duduk kurang kurang dari tiga jam.

Dan hal ini tak bisa diperbaiki dengan olahraga yang rutin. Namun begitu, apa yang sebenarnya menyebabkan duduk terlalu lama membunuh kita?

Kebanyakan dari kita tidak memiliki banyak pilihan karena adanya tuntutan pekerjaan yang mengharuskan kita untuk duduk di kantor selama berjam-jam.

Namun ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengakali kondisi tersebut, antara lain:

Beberapa perbedaan antara berolahraga (exercise) dan aktivitas fisik (physical activity) yaitu olahraga dilakukan secara terencana, terstruktur, dilakukan secara berulang-ulang yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran fisik.

Kabar baiknya, olahraga selama tiga puluh menit ini dapat dibagi menjadi beberapa kali, misalnya lima belas menit pagi hari dan lima belas menit sore hari ,atau bahkan sepuluh menit pada pagi, siang dan malam hari.

Misalnya berdiri sesekali atau berjalan berkeliling di kantor saat istirahat atau saat makan siang. Stretching membantu otot-otot yang kaku untuk relaksasi dengan cara melancarkan peredaran darah.

Batasi waktu nonton TV di rumah dan ganti dengan aktivitas hiburan yang lain misalnya jalan-jalan, memasak, membersihkan rumah, atau bahkan berolahraga.

Menggunakan bus atau kereta akan mengharuskan kita berjalan lebih banyak setiap hari. Atau, Anda juga bisa bersepeda ke kantor.

Apabila harus mengunakan kendaraan pribadi, maka berangkatlah lebih pagi dan parkir lebih jauh supaya ada waktu luang untuk berjalan ke kantor.

Komentar