Kaitan Tidur dengan Usia dan Olahraga

Penulis: Darmansyah

Senin, 28 Agustus 2017 | 07:48 WIB

Dibaca: 0 kali

Laman “men’s fitness,” hari ini, Senin, 28 Agustus, menurunkan laporan tentang tidur dikaitkan dengan usia dan olahraga.

Menurut tulisan “men’s fitness” itu, ada banyak alasan untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, seperti mengurangi risiko penyakit berbahaya, memori otak yang lebih baik, emosi stabil, tingkatkan kemampuan berlari, hingga menjaga tingkat kesuburan di usia yang kian bertambah.

Namun, ada banyak alasan “menyenangkan” untuk menunda tidur di penghujung hari, misalnya bermain game, media sosial, hingga menonton siaran sport favorit.

Padahal, “kesenangan” itu justru dapat mengurangi waktu tidur, sehingga kesempatan untuk mendapatkan tidur yang berkualitas pun ikut berkurang, ungkap penelitian dalam jurnal Neuron.

Temuan tersebut melaporkan bahwa setelah usia 30, otak pria mulai menua, yang pada akhirnya menyebabkan kualitas tidur seseorang menurun drastis.

“Bagian otak yang menua paling awal adalah bagian yang memberi kita tidur lelap berkualitas, sehingga pria perlu berusaha lebih untuk mendapatkan tidur yang baik, salah satu caranya dengan memenuhi waktu tidur yang direkomendasikan,” kata penulis utama Bryce Mander dalam siaran pers University of California di Berkeley.

Tidur yang kurang “berkualitas” adalah pada saat seseorang hanya mendapatkan sedikit tidur non-REM , yaitu tidur lelap tanpa mimpi.

Pada gilirannya, tidur yang kurang berkualitas ini dapat mengacaukan kemampuan otak dalam mengolah informasi jangka pendek menjadi ingatan jangka panjang. Sehingga, otak menjadi sulit mengingat sesuatu, atau menjadi mudah lupa.

“Ketika pria melewati usia tiga puluh, persentase tidur non-REM dapat turun hingga lima puluh persen, serta dua puluh persen lima  untuk wanita.”

“ Bila Anda memiliki tidur berkualitas yang sedikit, kemampuan memori otak menjadi lebih buruk, sehingga jangan heran bila Anda kerap melupakan banyak hal, atau sulit untuk mengingat sesuatu,” kata Mander.

Jadi, menurut peneliti, untuk mendapatkan tidur berkualitas lebih banyak, satu-satunya cara ialah tidak menunda tidur dan tidur dalam durasi yang cukup, yaitutujuh jam  jam semalam.

Jadi, bila besok Anda harus bangun pukul lima pagi, maka malam ini baiknya Anda mulai berusaha tidur paling lambat pukul sepuluh malam.

“Ada banyak cara untuk tertidur lebih cepat, seperti berhenti bermain gawai 30 sebelum jam tidur tiba, minum air putih ketimbang makan besar di malam hari, membaca buku, hingga menjalani terapi tidur.”

“ Sebab, tidur nyenyak bekualitas  tak bisa dicapai dengan pengobatan, sehingga tidurlah saat Anda sempat, demi kesehatan fisik dan mental,” saran Mander.

Dalam tulisan yang sama juga dipertanyakan mana yang lebih baik tidur dengan olahraga.

Rutin olahraga dan tidur yang cukup merupakan dua hal yang sama penting untuk menjaga kesehatan tubuh.

Tapi, ketika Anda merasa lelah dan kurang tidur, apakah masih perlu bangun lebih awal untuk melakukan olahraga?

Mungkin Anda berharap jawabannya adalah “tidak”.

Lagi pula, kasur beserta selimut yang hangat lebih menggoda ketimbang harus bersusah payah mengeluarkan energi untuk olahraga. Terlebih jika di luar sedang hujan.

Itu sebabnya, memilih antara terus terlelap agar mendapatkan tidur yang sehat terpenuhi, atau memaksa bangun untuk berolahraga, adalah dua pilihan yang sulit.

Nah, di antara dua pilihan tersebut, mana yang harus didahulukan: olahraga atau tidur?

Jika disuruh memilih, menurut Edward Laskowski, MD, seorang profesor pengobatan fisik di Mayo Clinic, tidur dan olahraga diibaratkan seperti makanan dan air.

Tidak hanya diperlukan untuk tubuh, tapi keduanya sangat sulit untuk dipisahkan satu sama lain. Itu sebabnya kedua hal ini merupakan sebuah pilihan yang sulit.

Cheri Mah, seorang peneliti obat tidur di Stanford University dan University of California, San Francisco menambahkan, jika berdasarkan dari banyak hasil penelitian, diketahui rutin olahraga sangat penting untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, dan tidur yang berkualitas pun penting untuk kinerja fisik.

Namun, Mah mengatakan, pada intinya tidur adalah kebutuhan paling mendasar yang menjadi sebuah fondasi di mana pikiran dan tubuh yang sehat terbentuk.

Jika fondasi tersebut goyah, tentunya akan berdampak pada kesehatan Anda. Mulai dari fungsi kekebalan tubuh, energi, selera makan, suasana hati dan lain sebagainya.

Berapa lama waktu yang ideal setiap malam?

Menurut National Sleep Foundation, durasi tidur yang ideal bagi orang dewasa adalah sekitar tujuh sampai sembilan jam per malam.

Kelly Glazer Baron, Ph.D., seorang psikolog klinis dan peneliti tidur di Feinberg School of Medicine di Northwestern University juga mengatakan hal yang senada.

Tidur malam dikatakan cukup jika tuntas sampai tujuh jam, agar benar-benar dapat membantu Anda bekerja dan berolahraga dengan lebih maksimal keesokan harinya.

Bahkan menurut penelitian yang dilakukan tim peneliti dari Northwestern University, orang-orang dengan insomnia yang melakukan olahraga aerobik secara teratur dilaporkan mengalami peningkatan kualitas tidur dan mengaku tidak mudah lelah di siang hari.

Itu sebabnya, jika Anda bisa tidur tujuh hingga delapan jam dalam semalam maka tak ada alasan untuk tidak berolahraga.

Lantas, bagaimana caranya agar bisa mendapatkan tidur yang cukup dan tetap rutin olahraga?

Dari berbagai penelitian yang sudah disebutkan di atas, diketahui hubungan antara tidur dan olahraga pada dasarnya tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Itu sebabnya Anda tetap harus berusaha keras menyeimbangkan keduanya.

Bagaimana caranya?

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menyeimbangkan antara rutin olahraga dan cukup tidur.

Pertama, cobalah untuk mengorbankan jam tidur normal Anda untuk berolahraga pada pagi hari, minimal dua sampai tiga hari selama seminggu. Tenang, di hari-hari lainnya Anda bisa tidur lebih lama.

Jika Anda tidur kurang dari enam jam hampir setiap malam, mungkin ini saatnya bagi Anda untuk memikirkan kembali jadwal rutinitas yang Anda lakukan setiap harinya. Anda bisa melihat di mana Anda akan lebih efisien dalam soal waktu.

Jika Anda bukan tipe orang yang bisa bangun pagi, pertimbangkan untuk mencuri-curi waktu istirahat makan siang atau setelah pulang kerja untuk berolahraga. Anda bisa berolahraga setidaknya 40 menit dengan intensitas sedang tiga kali perminggu

Jika Anda sakit, Anda harus mendahulukan tidur dan menunda olahraga sampai kondisi Anda benar-benar stabil.

Komentar