Kacamata? Kenapa tidak LASIK Saja!

Penulis: Darmansyah

Senin, 30 Juni 2014 | 14:12 WIB

Dibaca: 1 kali

Kacamata untuk membantu penglihatan? Kenapa tidak! Paling tidak itu, yang selama ini diyakini sebagai alat bantu untuk menyelesaikan problem penglihatan.

Namun begitu, muncul pertanyaan, apakah Anda nyaman dengan alat bantu yang bernama kacamata itu? Jawaban bisa iya dan bisa tidak. Untuk sebagian orang, kondisi ini mungkin diterima karena dianggap bagian dari kekurangan mata yang dialami.

Kacamata memang membantu penglihatan, tapi kenyamanannya ditentukan oleh ukuran refraksi atau dikenal dengan istilah umum, minus, plus dan silinder mata. Semakin besar ukurannya tentu semakin tebal lensanya. Ini berarti semakin tidak nyaman bagi pemakai.

Menyiasati fisik kacamata, , lensa kontak menjadi pilihan berikut yang dianggap lebih praktis. Alat bantu optik ini mampu membantu penglihatan Anda tanpa harus mengorbankan penampilan.

Namun, karena penggunaannya langsung bersinggungan dengan kornea mata menjadikannya sangat sensitive dan diperlukan penanganan khusus dalam penggunaannya.

Mulai dari cara pasang maupun penyimpanan. Bila terjadi salah penanganan tak jarang bisa menyebabkan risiko iritasi mata.

Nah, bila Anda yang menginginkan penglihatan lebih baik tanpa kacamata maupun lensa kontak, tindakan LASIK atau “Laser Assisted In-Situ Keratomileusis” bisa menjadi solusi optimal masalah penglihatan Anda.

Sebetulnya LASIK telah lama dikenal dan populer di kalangan masyarakat, tapi belum banyak yang mengetahui bagaimana prosedur dan teknologi LASIK.

Awal kemunculannya LASIK masih menggunakan pisau bedah, tapi seiring berjalannya waktu teknologi LASIK semakin berkembang dengan penggunaan sinar laser. Metode ini jauh lebih baik karena menghasilkan sayatan yang jauh lebih halus, tipis, cepat dan akurat/presisi.

Saat ini telah muncul teknologi 6 Dimension Z-LASIK yang digunakan oleh banyak rumah sakit mata. 6 Dimension Z-LASIK merupakan generasi terbaru Laser Excimer, yaitu LASIK tercepat di dunia dengan tingkat akurasi tinggi dengan keamanan lebih baik.

6D Z-LASIK menggabungkan kecepatan ablasi kornea yang sangat tinggi dengan sistem pelacak turbo aktif dalam 6 dimensi gerakan mata. Itu berarti bila mata pasien bergerak tak beraturan sekalipun, sinar laser tetap bekerja ditempat yang tepat.

Hadir dengan kecepatan 750Hz teknologi ini sangat unggul menghilangkan minus, plus maupun silinder.
Tetu ada persyaratan penggunaan LASIK ini. Di ntaranya, disarankan pasien berusia minimal berusia 18 tahun. Hal ini berkaitan dengan stabilitas perubahan mata dan kurang disarankan dilakukan di bawah usia tersebut.

Mata harus dalam keadaan sehat,dokter akan memeriksa terlebih dahulu kondisi memungkinkan mata sebelum tindakan LASIK.

Bersedia melepas soft contact lens dan hard contact lens 14 hari selama 30 hari berturut-turut sebelum tindakan LASIK.

Lainnya, tidak sedang hamil atau menyusui.

Tindakan LASIK memang hanya berlangsung kurang dari dua puluh menit untuk kedua belah mata. Tapi, dalam waktu yang singkat tersebut begitu banyak keputusan penting yang harus diambil.

Oleh karena itulah mempercayakan tindakan LASIK kepada pusat pelayanan kesehatan mata yang berpengalaman dan memiliki faslitas lengkap adalah tindakan yang bijaksana.

Komentar